Ketosku Loveku

Ketosku Loveku
Episode 83



Si pelayan pun menerima kartu Icha, dan berjalan menuju kasir untuk menggesek kartu Icha. Setelah selai mereka berempat menuju restoran, perasaan Ghia dag dig dug banyak pertanyaan dikepala Ghia kenapa dirinya dirias oleh Icha.


Di restoran....


Mobil Arzya dan motor yang lain sudah ada diparkuran restoran, mobil Icha teroarkur disamping mobil Arzya mereka berempat turun dan Laras menutup mata Ghia dengan kain.


"Eh, ngapain mata gue ditutup nich? " tanya Ghia protes.


"Udah lo diem aja, ntar juga lo bakalan tau. " sahut Vita sambil menuntun tangan Ghia untuk jalan.


(Semoga tahun depan kutub bisa kayak gini, hihi salah gak sih gue berharap dilamar romantis? ) batin Icha entah pada siapa.


Ketiganya mendorong pintu masuk, Vita masih menuntun Ghia kemeja yang sudah dibikin romantis.


"Gue itung ampe tiga ya, baru lo buka mata. Satu dua, tiga. " sahut Vita dan melepaskan kainnya, lalu memundur dari keduanya.


Ghia mengerjapkan matanya sebentar, lalu menatap sekeliling yang didekor romantis. Ghia terkejut melihat Indra tak kedip melihat Ghia sangat cantik, setelah sadar Indra menarik Ghia untuk duduk.


"Silakan duduk tuan putri. " sahut Indra dan menarik kursi untuk untuk Ghia.


"Makasih sayang. " balas Ghia dan tersenyum manis.


Indra duduk berhadapan dengan Ghia, Byakugan yang menyamar jadi pelayan pun membawa makanan kehadapaan Indra dan Ghia.


"Makasi mbak. " balas Ghia setelah makan tersaji.


"Silakan mas dan mbaknya. " ucap Byakugan.


"Silakan dicicipin tuan putri. " sahut Indra dan tersenyum.


"Baiklah, mari makan dan ini ada apa sih kenapa makan kayak gini segala sayang? " tanya Ghia penasaran.


"Makan dulu sayang, nanti kau akan tau jawabannya. " jawab Indra.


Ghia menekuk wajahnya, membuat orang yang bersembunyi dikasir tertawa pelan. Mereka pun makan dengan pelan, Ghia merasa ada yang sebuah lingkaran ditas lidahnya. Ia pun mengeluarkannya, dan terkejut melihat cincin didalam makanan.


"Cincin siapa ini? " tanya Ghia penasaran.


Indra pun berdiri dan menarik tangan Ghia untuk berdiri juga, Ghia masih bingung tapi mengikuti keinginan Indra.


"Ghia Maura Shinta, would yau be my wife? And mother to my future children? " tanya  Indra setelah berjongkok dengan ala lamaran, ditangan ada sekotak sepasang cincin berlian.


Air mata Ghia jatuh begitu saja,"i-i want to be your wife and also the mother of your children. " jawab Ghia tegas dan tersenyum.


Indra bangkit dan memasang cincin lamaran, dan memasangkan dijari manis Ghia. Ghia juga sama dan menghapus air matanya, Indra memeluk Ghia dengan senyum bahagia.


"Udah, udah pelukannya. Selamat ya akhirnya dilamar juga. " sahut Arzya dan duduk disamping Icha yang melihat ponselnya.


📩Hemsterku.


"Sibuk banget ya, sampai lupa beri aku kabar."


Send.


Arkya yang sedang mengerjakan tugas kuliah diruang tamu, mendengar ponselnya berdering pertanda chat masuk dengan cepat membukanya dan membalas pesan.


^^^📩Kutubku.^^^


^^^"Bu-bukan gitu sayangku, aku ini sedang kerjakan  tugas yang numpuk. Sama kayak Derel, maaf tadi aku gak chat kau sayang. " ^^^


^^^Send.^^^


📩Hemsterku.


"Gak papa kok, lagian aku hanya tunangan aja. "


Send.


^^^📩Kutubku.^^^


^^^"Sayang kau segalanya untukku, jangan ngomong gitu donk. " ^^^


^^^Send.^^^


📩Hemsterku.


"Bahkan kau tidak meminta cium, yang dipakai ngomong kan. Aku tau kok dan sadar diri, maaf kalau aku ganggu kau sayang. "


Send.


^^^📩Kutubku.^^^


^^^"Aku minta maaf sayang. " ^^^


^^^Send.^^^


📩Hemsterku.


"Aku gak papa, oh ya Indra udah lamar Ghia hanya itu aja yang aku ingin sampaikan padamu. "


Send.


^^^📩Kutubku.^^^


^^^"Baiklah, aku minta maaf ya sayang dan aku janji akan kabari kau setiap waktu. " ^^^


^^^Send.^^^


Chat pun berakhir dengan Icha yang tak membalas pesannya, membuat konsentrasi Arkya pecah dan mengacak-acak rambutnya.


Jangan lupa like dan vote....