
"Yah kok gitu sih masnya, nyanyi dong gak papa pales. " balas simbak membuat Dammy menatap Devan dan Yusra.
"Iyain aja napa, suara lo juga lumayan dari pada marah-marah loh mau. " sahut Aldi yang membawa puring kotor kedapur.
"Lagu apa ya mbak? " tanya Kirana sedikit datar dan Dammy mengambil gitar milik Arkya, lalu duduk didepan kasir.
"Pokoknya lagu bagus. " jawab mbaknya dan minum jus.
"Gaes lagu apaan ini, gue gak tau lagu bagus apaan? " tanya Dammy dan menatap yang lain.
"Lagu apa ya ntar gue mikir dulu. " jawab Kejora sambil membereskan gelas.
Yusra membisikan sesuatu ketelinga Dammy, Dammy pun mengangguk lalu menyiapkan gitarnya dan mulai memetiknya.
...Jreng......
...Jreng......
...Apa kabar kau teman? ...
...Lama sudah tak jumpa.......
...Ku harap kau baik-baik saja.......
...A.......
Aldi juga memukul dram kecilnya sambil mengikuti alunan lagu, Yusra juga ikut memainkan gitarnya dengan sedikit cepat.
...Aneh tapi nyata.......
...Tak bisa ku bohongi.......
...Ternyata kaulah dambaan hati......
...Yeahhh.......
Dammy berdiri lalu mendekati Arsi yang sedang mengelap meja, sambil memainkan gitar membuat Arshi tersenyum.
...Karna kini kau berbeda.......
...Tak seperti yang dulu ku kira......
...Ternyata kini kau cantik sekali.......
...Membuat hatiku jatuh pada dirimu......
Para cewek menikmati lagu dengan membereskan meja, Devan memainkan piano sambil menatap Safira yang juga menikmati lagu.
...Dan kini aku menginginkan dirimu......
...Ku harap kamu mau tak bersamaku.......
...Aneh tapi terjadi......
...Tak bisa ku bohongi.......
Arkya dan para suami yang lain datang, dan terkejut melihat Dammy mencium pipi kanan Arshi.
...Karna kini kau berbeda.......
...Tak seperti yang dulu ku kira......
...Ternyata kini kau cantik sekali......
...Membuat hatiku jatuh pada dirimu......
...Dan kini aku menginginkan dirimu......
Dammy tersenyum membuat Arshi tersipu, tapi aura dingin terasa karena Arkya mengeluarkan tatapan imitidasi.
...Ku harap kamu mau tuk bersamaku......
...Ku harap kamu mau tuk bersamaku......
Para pengunjung bertepuk tangan menikmati lagu, dan membayar makanan dengan lebih Derel juga datang dan duduk didepan meja kasir sambil menatap foto Icha dan dirinya saat mendapat gelar dokter yang diedit.
SIANG PUN DATANG....
Masih direstoran....
Aska tak memberi kabar yang lain, kalau dirinya pulang karena merindukan suasana restoran. Yusra dan yang lain masih melayani pelanggan yang berdatangan, Derel jalan menuju jendela dan menatap langit yang tanpa ada awan. Vita yang melihat suaminya memikirkan sesuatu, langsung menghampirinya dengan membawakan satu jus.
"Mas! " panggil Vita dan mengelus lengan suaminya.
"Ya sayang. " sahut Derel dan menoleh kearah Vita.
"Nich mas jus, mas mikirin apa sih? Apa Aska yang mas pikirin? " tanya Vita dan pelanggan sedikit berkurang, para cewek sudah didapur mencuci piring.
"Makasi sayang, mas mikirin penerus rumah sakit kakek buyut Mirza. Dan Aska juga kankernya sudah menggerogoti paru-paru, dan mungkin harus keluar negeri. " jawab Derel dan murung.
"Ntar mas diskusikan dengan Abang Arkya ya mas, makan yuk mas kan belum makan. " ajak Vita dan Derel menganguk.
Arkya dan para suami yang lain juga datang, termasuk Indri yang merindukan yang lain mereka pun makan siang dengan tenang.
"Mama Indri dibutik banyak orderan gak? " tanya Kirana dan menatap Indri yang lagi minum.
"Enggak ada kok, kenapa sayang? " tanya Indri dan Kirana mengeluarkan kertas yang sudah ada lukisan jaket.
"Bisa buatkan satu jaket untuk geng Black Card Kiran. " jawab Kirana dan menyerahkan kertas.
"Butuh berapa Kirana, dan kain apa yang mau dipakek? " tanya Indri dan menerima kertas yang dirancang Kirana.
"Satu dulu ma, ini untuk ketua dan kalau bisa dibelangkang kerahnya diisi syal ma. Dan lambang dibelakangnya Harimau biru Ma, ntar Kiran kirim aja dan kain yang adem aja mah ada kan? " tanya Kirana dan menatap Indri yang melihat rancangannya.
Jangan lupa like dan vote ya gaes...