
"Gimana Cha? Kenapa bisa pingsan? " tanya Indri setelah Icha selesai periksa Arzya.
"Arzya gak papa, cuma demam aja bawa kekamar aja biar dia tidur. " jawab Icha dan menatap yang lain.
"Cha kepala gue sakit banget. " sahut Arzya yang sadar.
"Sapa suruh hujan-hujanan. " omel Arkya dan menatap tajam Arzya.
"Lo mau gue suntik atau minum obat? " tanya Icha dan melihat beberapa obat penurun panas.
"Obat aja Cha. " jawab Arzya dan berusaha duduk, dengan cepat Indri membantu Arzya.
"Oke, tapi lo makan dulu baru minum obat. " ucap Icha dan mengambil obatnya.
"Ngak mau pahit Cha. " tolak Arzya ngak nau makan.
"Trus lo mau makan apa Zya? " tanya Indra dan memijit kepala Arzya.
"Gak mau makan pokoknya, sayang kau ada beli bubur ayam gak, Kalau ada buatin aku ya. " jawab Arzya dan menatap Indri.
"Oke, tapi habis itu minum obat ya. "pinta Indri dan Arzya mengangguk sambil tersenyum pucat, Indri pun bangkit untuk membuatkan bubur ayam.
"Lo pada mendingan makan dah, gue disini aja. " sahut Arzya menatap yang lain.
"Yakin lo? " tanya Arkya dan Arzya mengangguk.
"Iya, sana makanlah ntar lo pada boleh jagaib gue. " jawab Arzya yakin.
"Ya udah kita tinggal bentar ya, tungguin Indri ya. " sahut Derel yang masih panik.
"He'eh. ' balas Arzya dan Arkya serta yang lain kedapur untuk makan, Indri pun datang dengan mangkuk bubur ayam ditangan.
"Ayo aku suapin ya, aaa " ucap Indri setelah duduk disamping Arzya, dengan senang hati Arzya menerimanya.
"Makasi dan maaf udah bikin kau panik. " sahut Arzya dan yanh lain sudah selesai makan, lalu duduk disofa sambil memainkan ponselnya.
"Elo jadi pergi kuliah keLondon? " tanya Vita dan menatap Indri.
"Ngak, tunangan gue ngak kasi izin. " jawab Indri dan menyuapi Arzya, Arzya menggeleng dan mengembalikan sendok kemulut Indri.
"Berapa tahun lo disana? " tanya Vita dan mainkan game bersama Laras.
"Rencana tiga tahun, biar gue bisa bangun butik sendiri dan membuat orang tua baru, tunangan, dan abang gue bangga. " jawab Indri.
"Lama amat neng, terus lo kemari kan tiap liburan? " tanya Verel dan menatap Arzya yang diam.
"Pastilah, kan lo pada ada dijakarta pasti gue baliklah. " jawab Indri dan menatap Arzya.
"Kapan kau berangkat sayang? " tanya Arzya dan kedua mata tersebut bertemu.
"Sepulang dari liburan dan lima harinya, kenapa sayang? " tanya Indri.
"Hah, aku izinkan kau kuliah jauh. Asal jaga hati, dan pastikan kau tidak semyum sama laki-laki. " jawab Arzya membuat Indri memeluknya dengan erat.
"Makasi sayang, tapi bener gak papa nich aku pergi? " tanya Indri memastikan
"Kalau dia bilang ia, berarti ia. " sahut Arkya dingin.
"Enggak papa sayang, lagian hatimu hanya milikku seorang. " jawab Arzya dan mengelus punggung Indri.
Indri tersipu mendengar ucapan Arzya, Vita dan Derel pun tersenyum melihat keduanya akur. Icha juga ikut tersenyum melihat keduanya, dan menghela nafas karena hujan tak kunjung reda.
Jangan lupa vote ya gaes....
Sabar chapter selanjutnya tentang Vian dan gadis idamannya....
Jadi sabar yaaa gaes, tetap ikuti cerita ini oke