
"Selamat ya, buruan kasi anak biar makin rame oke. " sahut Leo dan Vita menunduk karena malu.
"Hey jangan goda istriku, lihat wajahnya udah merah gara-gara dirimu Leo. " balas Derel dan menatap Leo.
"Hahaha, huu pawangnya udah marah. " ucap Leo dan langsung lari ketempat makan.
Anji dan Taufan duduk melingkar dimeja makan, disana juga ada Arkya serta yang lain saling diam entah apa yang mereka pikirkan.
"Jadi gimana Ufan? Siapa yang akan berangkat keAmerika? " tanya Tio menatap Taufan.
"Sepertinya gak ada yang akan berangkat, dan kita batalkan membangun perusahaan cabang. " jawab Taufan dingin dan menghela nafas.
"Kya kau tidak mau membantu Ayahmu, dananya tiga ratus juta lo ini? " tanya Angga menatap Arkya.
Arkya menatap Angga dan yang lain, lalu menghela nafas dan kembali memikirkan ucapan Icha yang terngiang dikepalanya.
"Bukan tidak mau, tapi Icha ingin tinggal di Jerman om. Ar udah jelasin kalau gak bisa, tapi dia kecewa hingga sekarang meski kita tak melihatnya. " jawab Arkya sedingin mungkin.
"Berarti kau mau bantu Ayah kalau Icha mau tinggal di Amerika? " tanya Taufan dan menatap Arkya.
"Iya Yah. " jawab singkat Arkya dan sepasang lengan melingkar dilehernya, dan kecupan dipipi.
"Kutub aku mau bantu ayah untuk membangun perusahaan cabang yang diAmerika boleh? " tanya Icha menatap Arkya.
"Tentu saja boleh hemsterku. " jawab Arkya dan mencium pipi Icha.
"Ehh, lo bisa liat lagi Kya? Sejak kapan? " tanya Verel yang diam saja.
"Tadi pagi, kepentok pintu kamar mandi. " jawab Arkya dan tersenyum tipis.
"Emm kenapa kau ngak bilang sih kutub? " tanya Icha cemberut.
"Kan keburu ijab kabul istriku sayang. " jawab Arkya.
"Hah, baiklah. " ucap Icha dan Arkya menarik Icha agar duduk dipangkuannya.
"Diem jangan protes, kalau ngantuk tidur aja. " balas Arkya membuat Icha manyun sedangkan yang lain tersenyum.
"Jadi kalian mau tinggal di Amerika untuk beberapa tahunkan? " tanya Taufan menatap keduanya.
"Iya Yah, nanti tiap tahun kami akan kesini kok. " jawab Arkya dengan mengelus punggung Icha agar tidur.
"Baiklah kami percaya pada kalian berdua. " sahut Anji dan Derel serta Vita mendekat serta yang lain.
"Tapi siapa yang menggantikan Icha dirumah sakit? " tanya Verel yang mengendong buah hatinya tidur.
"Biar papa dan Derel yang gantikan dirumah sakit. " sahut Arkha dan mengambil cucunya, yang digendongan Verel.
"Cha lo gak malu dipangku gitu? " tanya Laras melihat kedua penganten.
"Ya malu, tapi disuruh diem jangan protes ama kutub ya udah gue nikmatin aja. Kapan lagi gue dipangku ama dia," jawab Icha membuat yang lain tertawa.
"Hati-hati nanti malam kau diterkam ama ketua Arkya loh. " sahut Biru dari tempat makan membuat yang lain menoleh kearah suara.
"Bodo amat Biru, dan kenapa kalian terlambat sih? " tanya Icha kesal dan bangkit dari pangkuan Arkya.
"Sapa bilang, kami datang disaat ketua Arkya mengucapkan kabul. " sahut Putih dan Byakugan mempersilakan keduanya duduk.
"Kalian siapa ya? " tanya Taufan dan Taufik serempak membuat keduanya terkekeh.
"Mereka lah yang harganya lima ratus triliun itu. " sahut Icha dan salim tangan dengan keduanya.
"Kami macan biru dan macan putih. " ucap biru memperlihatkan lambang dipunggung tangannya yang biru.
"What? Kalian siluman macan ya? " tanya semua serempak.
"Lebih tepatnya siluman harimau. " jawab Putih dan tersenyum.
"Haha, itu untuk mengubuli musuh yang menginginkan kami tuan Derel. " balas Putih sambil menatap Derel.
Setelah itu mereka mengobrol ringan untuk berkenalan, hingga sore hari sambil menikmato cemilan dan gelak tawa saling ejek pun tak terhindarkan untuk menggoda kedua pe ganten baru.
MALAM PUN DATANG....
Dikamar Arkya dan Icha...
Arkya dan Icha memutuskan untuk istirahat dikamar, mereka mandi bergantian dan sekarang giliran Arkya yang mandi. Icha menyiapkan pakaian tidur untuk suaminya, Arkya keluar dengan handuk dipinggang dan sambil mengusap kepalanya dengan handuk kecil.
"Sini aku bantu mas. " sahut Icha dan membantu Arkya.
"Makasi sayang. " balas Arkya dan memeluk pinggang Icha.
"Mas jangan gini dong, geli tau mas ini ahh. " ucap Icha karena tangan Arkya mulai merambat naik.
"Gak papa dong sayang, udah halal tau. " balas Arkya dan berdiri langsung
Cuppp...
Satu kecupan mendarat dibibir Icha, si empu terkejut dan menatap wajah suaminya. Arkya malah mengeratkan pelukan dan mendalamkan lumatannya, Icha dengan ragu membalas ******* Arkya yang membuat keduanya makin panas.
Arkya membalik tubuhnya dan menidurkan tubuh Icha dikasur, setelah terbaring Arkya langsung menindih Icha dan sejenak melepaskan ciumannya.
"Sayang apa boleh mas minta sekarang? " tanya Arkya dengan suara penuh gairah sambil menatap Icha.
Icha menatap Arkya dengan nafas tak beraturan, lalu mengangguk dengan wajah merah. "Iya boleh, pelan-pelan ya mas. " jawab Icha.
"Pasti sayang. " ucap Arkya dan melancarkan aksinya yang ia tahan selama lima tahun ini.
PUKUL 11: 00....
Icha dan Arkya tidur sambil berpelukan, hanya Icha yang tidur akibat kelelahan bertempur dengan Arkya. Arkya mencium kening Icha dengan kasih sayang, lalu menarik selimut untuk menyelimuti Icha dan mengambil ponselnya untuk memberi tahu yang lain karena tak makan malam.
Bundaku.
"Arkya kau ngak makan? "
Send.
^^^Arkya.^^^
^^^"Nunggu Icha bangun bunda, bunda ini udah tidur atau belum tidur? "^^^
^^^Send.^^^
Bundaku.
"Ini ayah, bundamu dikamar mandi. Nanti pesan makanan saja biar kalian gak keluar, kalian bertempur ya. "
Send.
^^^Arkya.^^^
^^^"Baiklah, hehe iya yah. Bentar Ar ketoilet dulu. "^^^
^^^Send.^^^
Chat berakhir dan Arkya langsung melompat dari tempat tidur, lalu masuk kamar mandi untung pakai bokser jadi gak kelihatan.
Akhirnya selesai juga....
Jangan lupa like....