
...Padamu t'lah ku putuskan.......
...Cinta dan ketulusan berakhir kulabuhkan......
...Dihatimuuuu......
...Yang penting sudah ku katakan........
Yusra meraih tangan Kirana dan menciumnya, membuat semuanya terkejut lalu jongkok ala lamaran sambil mengeluarkan bunga mawar untuk Kirana.
"Gue suka ama lo Kiran, dua bulan lebih gue memendam perasaan gue ama lo Kirana. Lo mau kan jadi pacar gue? " tanya Yusra dengan was-was.
"Terima, terima, terima. " sorak Aska dan diikuti yang lain.
(Semoga Yusra jodoh gue yang terakhir. ) batin Kirana dan tersenyum.
"Sory gue gak bisa. " jawab Kirana sambil tersenyum tipis dan Yusra pun berdiri.
"Gak papa kalau gak mau. " sahut Yusra dan menatap Kirana dengan tatapan kecewa.
"Gue gak bisa nolak lo Yusra, gue juga ada rasa sama lo. " balas Kirana dan mengambil bunga yang dipegang Yusra.
...Sebuah perasaan yang tumbuh.......
...Dihatiku ini tertanam yang kumulai.......
...Mungkin dari sebuah kisah persahabatan........
...Ia atau tidak jawabanmu kuserahkan semua......
Kinara tersenyum melihat saudarinya mendapatkan kebahagiannya, dan ia menatap kesang ayah yang juga tersenyum. Tanpa disadari Aska juga menatap Kinara yang tersenyum.
"Serius lo terima gue jadi pacar? " tanya Yusra memastikan.
"Iya, gue nerima lo. " jawab Kirana dan tersenyum, lalu Yusra menganggkat Kirana dengan berputar-putar.
Sorak tepuk tangan menggema dan Aska meremas rambutnya, karena kepalanya terasa sangat pusing setelah lebih baik Aska bersandar pada sandaran kursi.
"Ska lo kenapa? Kok pucet banget? " tanya Devan yang melihat tingkah Aska.
"Huks, huks, huks. Ke-kepala gue sakit tadi. Huks " jawab Aska dan langsung mendekap mulutnya dengan tangannya, lalu ia melihat tangannya yang dipenuhi dengan darah.
"Udah minum obat yang om kasih kemaren? " tanya Derel dan meletakkan jus serta obat dimeja Aska.
"Belum, tadi minum saat berangkat sekolah aja om huks. " jawab Aska dan Kinara mendekat dengan makan siang dinampan.
"Makan dulu ya, baru minum obat. " sahut Kinara dan menyuapi Aska.
Aska menerimanya dengan senyuman,"kenapa lo peduli ama gue Kinar? Kan tadi gue bikin lo kesel? " tanya Aska dan minum jusnya.
...Benarkah kau mencintaiku.......
...Dengan ketulusan adanya......
...Benarkah kau sayang padaku......
...Dengan aku seperti ini.......
(Apa lo lupa, kalau gue ada rasa sama lo. ) batin Kinara kecewa.
(Sudah jangan berharap lebih, hapus perasaanmu untuknya dan buat yang lain saja. ) balas batin Arkya sambil menatap putrinya.
Mereka pun berberes untuk mencuci piring, Yusra dan Kirana saling bantu sambil balapan membuat yang lain hanya melongo tak percaya.
"Awas pecah, kalian berdua ganti rugi mahal itu tau. " sahut Safira dan berdecak pinggang.
"Lu juga bantuin pea. " balas Arshi dan membawa gelas yang sudah kotor.
"Sini aku bantuin ya. " sahut Dammy dan meraih sebagian gelas yang dibawa Arshi, membuat wajah Arshi merona karena tersipu.
...Dan bila itu benar bagimu.......
...Buktikanlah semua rasamu.......
...Kau harus bisa buktikan rasa cintamu.......
...Kepadaku.......
"Woi buruan gak usah pamer kemesraan, mata suci gue ternoda. " sewot Kejora dan mengelep lantai, lalu
Cup...
"Satu kosong, om Arzya ntar Aldi boleh kerumah ya ngapel. " izin Aldi menatap Arzya yang melihat kearah putrinya.
"Aldi lo ngapain cium pipi gue ha, sini gak lo gue jadiin rempek lo. " teriak Kejora dan kejar-kejaran pun tak terhindarkan membuat yang lain geleng-geleng.
"Udahan woi, ada pelangan tuh. " sewot Safira membuat Aldi dan Kejora berhenti, dan Arkya serta yang lain pamit untuk kekantor lagi.
...Aku pun ingin tahu sampai dimana.......
...Kau mencintaku......
...Yakinkah kau memilih aku.......
...Hingga kau berniat menungguku.....
Jangab lupa like dan vote....