
...Pernyataan Devan dan mencari donor....
2 Tahun kemudian....
Tak terasa sudah dua tahun berlalu, Yusra dan yang lain sudah lulus dari SMU dan akan melanjutkan kuliah bersama. Tapi kondisi Aska kian menurun drastis, membuat Kinara khawatir dan jaket yang dipesan Kirana dengan Indri sudah jadi dengan hasil memuaskan.
Dikediaman Verel dan Laras...
Devan berguling-guling dikasur karena sampai sekarang dirinya tidak memiliki kekasih, tanpa dia sadari kalau Safira menaruh hati dengannya.
"Devan temenin mama kesupermaket yuk, sapa tau ketemu jodoh. " teriak Laras dari depan kamar.
"Malas ma, ajak papa aja gih. " balas teriak Devan dan memeluk bantal gulingnya.
"Papa gak bisa sayang, harus metting pagi ini Devan. Atau kau yang wakilin papa untuk metting? " tanya Verel dari depan pintu.
"Iya, iya Devan temenin mama. " jawab Devan dan langsung lari menuju toilet untuk cuci muka, setelah itu Devan membuka pintu dengan menenteng jaket serta ponselnya.
"Ayo Dev, mas Laras pamit ya dan rumah dikunci saja ya. " pamit Laras dan salim tangan, Devan juga sama dan memasukkan ponselnya kedalam saku celanya lalu memakai jaketnya.
Disupermaeket....
Laras dan Devan sudah masuk supermaket, tugas Devan mendorong troli keranjang dan mengikuti sang mama. Disaat yang bersamaan sikembar juga sedang belanja bersama Ratih, Devan pun mengambil snack dan
Husss
dan...
Buaghh...
Snack tadi mendarat dipungung Kinara yang sedang membelakangi Devan, membuat ketiganya menoleh dan mendapati Devan yang berpura-pura mengambil snak.
"Devan kampret, elukan yang lempar ini snak hah? " tanya Kinara dan menghampir.
"Kagak bukan gue. " elak Devan dan meninggalkan Laras yang melihat tingkah putranya.
"Woi, jangan lari lo. Dasar kadal, awas kalau ketemu. " teriak Kinara dengan kesal.
"Sudah hentikan, ayo. " ajak Kirana dan berbelanja lagi dengan Ratih, mereka pun mulai berbelanja lagi untuk memenuhi kebutuhan restoran takutnya kekurangan bahan makanan.
Setelah selesai mereka menuju kasir untuk membayar belanjaan, Devan juga ada disana bersama Laras karena sudah selesai membayar. Dan earphone yang ditelinga Kirana berbunyi, dengan cepat Kirana sedikit menjauh dan menerima panggilan.
"Hallo ketua. " sapa anak buah Kirana yang bertugas mencari ketua geng BLACKCARD PUTIH.
"Ya, bagaimana hasil yang kau dapat? " tanya Kirana dingin.
"Kami mendapatkannya ketua, tapi... " jawabnya sambil mengantungkan kalimatnya.
"Katakan saja. " ucap Kirana datar dan bersandar dirak yang dekat dengan kasir.
"Ketua geng yang selama ini membantu kita adalah pacar kau ketua. " balasnya sedikit ragu mengatakannya.
"Iya ketua aku melihatnya dengan jelas. " jawabnya dan yakin.
"Ya udah kita ketemu direstoran saja, kumpulkan yang lain aku tunggu jam 8: 50. " ucap Kirana dan jalan keluar supermaket.
"Baiklah ketua kami akan datang, beserta membawa barang buktinya. " balasnya dan Kirana pun mematikan telfonnya sepihak.
Dimarkas CARDWHITER..
Sekitar tiga puluh orang sedang duduk sambil, menatap ketua mereka yang duduk dibalik kursi kebesarannya.
"Jadi mereka sudah tau siapa aku? " tanya sang ketua.
"Sudah, dan mungkin sudah sampai ketelinga sang ketua BLACKCARD. " jawab Minato.
"Dan kalau tdak salah namanya Kirana Anggita Wati ketua. " sahut Leon.
"Apa kalian yakin, kalau dia ketua blackcard? " tanya sang ketua yang tak lain adalah Yusra.
"Yakin ketua, apa kita menyerahkan diri saja ketua? " tanya Rafli yang berdiri disamping Minato.
"Kalian semua sebaiknya pulang kerumah untuk sementara waktu, biar aku yang menangani ini sendiri saja. " jawab Yusra dan menghadap kearah anak buahnya.
"Aku ikut ketua. " sahut Minato dan menatap Yusra.
"Aku juga mau ikut sambil makan juga. " sahut Rafli padahal niatnya ingin cari kekasih.
"Oke, tapi kalian berdua jangan terlalu mencolok. " balas Yusra datar dan menatap lambang cardwhiter.
"Kalau begitu kami pamit ketua. " pamit Shaki yang disamping Minato.
"Hmmm. " sahut Yusra mereka pun membungkuk hormat dan keluar dari ruangan khusus untuk diskusi.
Seekor kucing putih berukuran besar, tiduran dikaki Yusra yang diluruskan. Sementara Yusra sendiri sedang menatap langit-langit markas, dan bersandar sambil meluruskan kaki lalu ditumpuk.
"Ketua kau memikirkan apa? " tanya sang kucing.
"Memikirkan ucapan Minato dan Rafli tadi Ken. " jawab Yusra datar.
"Apa yang akan kau lakukan Ketua? " tanya Kenji dan menatap Yusra.
"Aku juga belum tau. " jawab Yusra datar.
"Jangan katakan kalau ketua adalah pacar dengan Kirana? " tanya Kenji sambil menebak.
"Sayangnya iya, tak sanggup aku kehilangannya. " jawab Yusra dingin, ponselnya berdeting singkat pertanda chat masuk.
Jangan lupa like dan vote....