
"Udah iyain aja Kiran, lagian lo kangen juga akan ama dia. " sahut Safira ikut menggoda Kirana.
"Udah makan dulu. " sewot Kinara yang mendengar ocehan yang lain.
"Kinar lo kagak mau buka hati buat kakak? " tanya Raka dan Kinara menatap Raka yang mengunyah danging.
"Hmm coba lihat ada yang hilang gak ditangan Kinar. " jawab Kinara dan memperlihatkan tangan kirinya pada Raka yang lain juga ikut menatap tangan kiri Kinara.
"Elo lepas cincin dari Aska. " pekik Safira dan Arshi serempak.
"Ehh iya, lo udah mau buka hati lagi Nar? " tanya Dammy dan minum jus.
"Hmm belum sepenuhnya, tapi gue coba. " jawab Kinara dan makan lagi.
"Jadi? " tanya Kirana nenatap Kinara dan makan lagi yang terakhir.
"Ya tergantung kak Raka, kalau gue deketin dia ntar ceweknya ngamuk lagi. " jawab Kinara lalu minum jusnya.
Mereka pun membayar makanan, dan membawa cemilan ditangan membuat para cowok geleng-geleng kepala.
"Lo pada kagak takut gendut, tadi udah makan sekarang ngemil. " ucap Aldi diangguki para cowok.
Kejora berbalik dan jalan mundur sambil mengunyah snecknya,"kagak, kan aku udah punya kau sayang. Kalau Kinar kagak tau dah," balas Kejora membuat Aldi tersenyum.
"A jangan mau ama cewek gendut. " kompor Devan membuat yang lain tertawa, Kinara sendiri langsung cemberut.
"Ihh kok gue, Dev lo kok komporin kak Raka sih. Tega lu liat gue jones? " tanya Kinara dan Raka langsung mengacak-acak rambut Kinara pelan.
"Ya, enggak. Tapi bayangin lo gendut jadi lucu haha. " ejek Devan dengan tawa yang membahana.
...Kali ini aku merasakan cinta.......
... Cinta yang sesungguhnya........
...Dia wanita yang membuat.......
...Pikiranku selalu tertuju akan dia.......
"Ah resek lo Dev. " sahut Yusra dan terkekeh yang membayangkan Kinara gendut.
SIANG PUN DATANG....
Sesuai dengan perintah Kirana yang meminta seluruh anak buahnya untuk datang kerestoran, kini sedang bersiap salah satu diantara gadis disana merasa pusing dan pucat ini membuat Vio, Faya, serta Kushina yang paling dewasa curiga karena mereka bertiga jarang dimarkas.
Kushina mengutak atik ponseknya untuk memberitahu sang ketua kalau mereka akan segera datang, ia juga memberitahu perihal anak buahnya yang pucat.
Kak Kushina.
Send.
^^^Ketua.^^^
^^^"Jalan cempaka, restoran berwarna biru lambang macan sebelah kanan. Ya udah jangan ikut kalau sakit." ^^^
^^^Send.^^^
Kak Kushina.
"Baik ketua, Miki tetap mau ikut. Tadi sudah aku larang dia tetap ingin ikut,"
Send.
^^^Ketua.^^^
^^^"Ya udah, kalau dia mampu jalan aku sudah direstoran. "^^^
^^^Send.^^^
Kak Kushina.
"Baiklah ketua, kami berangkat sekarang. "
Send.
Chat pun berakhir, Kirana pun menyiapkan banyak gelas untuk membuat jus, serta makan siang untyk anak buahnya.
"Gaes gue butuh bantuan lo pada, Arshi dan Kejora serta para cowok tolong dempetin kursinua jadi kayak ruang rapat ya, dan buat sisanya termasuk para ibu bantuin masak ya. " teriak Kirana dan membuat yang lain tutup telinga.
"Oke, gak usah teriak juga kali Ran. " sewot Devan dan kesal, tapi melaksanakan apa yang diminta Kirana dibantu yang lain.
Dua puluh menit kemudian....
Arkya dan para suami juga datang beserta Derel, Icha dan Indri bahkan sudah diminta makan siang duluan oleh Kirana. Pintu restoran terbuka Kirana berdiri menatap langit dan membelakangi pintu restoran, sekitar seratuh sepuluh cewek campur cowok memenuhi restoran.
"Kami sudah tiba ketua, tapi hanya seratuh sepuluh saja ketua. " sahut Faya dan membungkuk hormat diikuti yang lain, Kinara dan yang lain menganga melihat anggota Kirana.
"Hmm, duduk dan kenapa belum pulang? " tanya Kirana dingin diiringi perintah.
Jangan lupa like dan vote...