
..."Sudah cukup aku memendam perasaan ini, aku tak ingin menahan lagi. Aku akan mengutarakan cintaku, aku terima keputusanmu. " ...
...Arzya Azzura Raind....
...Ungkapan perasaan Arzya....
1 BULAN KEMUDIAN...
PAGI PUN DATANG....
Sudah satu bulan berlalu, begitu pun dengan Arkya yang menjadi ketua Osis. Meskipun semua aman saja, tetap kelas tiga ada yang melawan peraturan Arkya hingga menghukum mereka dengan push up tiga ratus kali.
Arkya dan kawan -kawan sudah sampai disekolah, mereka juga sudah dekat hanya Arkya yang terlihat sedikit cuek. Dan kini para cowok duduk melingkar dikelasnya, ada yang sedang mabar dan ada yang kemedia sosial dan Arzya malah melamun.
"Woi gue mau nanya nich. " sahut Arzya dan menatap yang lain.
"Apaan dah? " tanya Verel dan masih mabar dengan Derel.
"Lo semua ngak ada yang naksir Laras kan? " tanya Arzya sukses menarik perhatian yang lain.
"Kenapa lo nanyak kayak gitu? " tanya balik Derel dan menatap Arzya penuh selidik.
"Elo bukannya jawab malah balik tanya, gue serius ini. " jawab Arzya kesal.
"Gue sempat naksir Laras, tapi karena dia galak gue mundur aja. " ucap Verel.
"What? " pekik Arkya, Arzya, Derel, dengan serempak.
"Wah parah lo, terus elo sekarang naksir siapa? " tanya Derel penasaran.
"Emm gu-gue naksir Indri. " jawab Verel gugup dan
"VERELLLL. " teriak Indri sambil lari dan masuk kelas dengan ngos-ngosan.
"Woi jangan teriak kenapa sih, berisik tau. " sahut Arkya
"Bodo amat, Ve bantuin gue ayoo. " balas Indri dan sambil menarik tangan Verel.
"Ehh jatuh gue Dri, bantu apaan? " tanya Verel berusaha biasa saja.
"Ngerjain tugas, ayoo ah lama lo banyak tanya keburu masuk. " jawab Indri dan menarik paksa Verel hingga berdiri, dengan diseret Indri.
"Pelan-pelan Dri, gue bisa jalan. " ucap Verel dan mengikuti Indri.
"Zya lo naksir Laras? " tanya Derel dan Arkya tersenyum melihat tingkah Arzya yang bingung.
2 JAM KEMUDIAN....
Dikelas Laras....
Laras, Icha, Indri, Vita dan Ghia sedang duduk dikelas, tanpa berniat untuk kekantin. Laras merasa aneh dengan perasaannya yang berdebar, saat didekat dengann Arzya.
"La lo kenapa kok ngelamun mulu? Lo ngalumin apan? " tanya Ghia yang memposting fotonya dengan Icha.
"Eng-enggak kok, gue gak ngelamun perasaan lo aja kali. " jawab Laras gugup.
"Dicariin dikantin gak ada, ternyata disini. " sahut Verel dan masuk kelas dengan yang lain.
"Males kantin belum laper. " balas Icha dan berfoto lagi.
"Laras ikut gue yuk. " ajak Arzya dan menarik tangan Laras dan keluar kelas.
"Lo ngajak gue kemana Zya? " tanya Laras dan jantungnya berdebar seperti lari maraton.
(Jantung gue mau copot. ) batin Laras.
"Entar juga lo tau. " jawab Arzya dan jalan menuju taman belakang sekolah.
Arzya dan Laras berdiri dibawah pohon, Laras menjadi bungung dibuat oleh Arzya. Angin berhembus menerbangkan anak rambut Laras yang didepan, rambut Arzya juga bergoyang akibat tiupan angin.
Arzya mencari rumput yang panjang, setelah dapat ia bentuk menjadi cincin. Setelah jadi ia mendekati Laras.
Arzya meraih kedua tangan Laras, dan menciumnya membuat Laras terkejut. "Zya lo ngapain sih. " ucap Laras gugup.
"Hmmm I-i love you. " balas Arzya dan menatap mata Laras.
"Hehe l-lo becanda kan Zya? " tanya Laras tak percaya dengan pernyataan Arzya.
"Ngak, gue serius dan gue beneran cinta ama lo. Lo mau kan jadi pacar gue? " tanya Arzya pasrah kalau ditolak.
(Aku terima keputusanmu. ) batin Arzya.
Degg...
Degg...
Ayo gaes vote ya....