
Dikantin....
Derel, Verel, Arzya, Indra dan para cewek memesan makanan, mereka pun duduk didekat jendela. Dan agak jauh hanya berjarak satu langkah, Laras menghela nafas memikirkan ketua osis.
(Gimana caranya mujuk Arkya ya? Biar tuh anak mau jadi osis. ) batin Laras.
"Derel. " teriak Ghia dan para cowok menatapnya dengan bingung.
"Hmm. " sahut Derel dan mulai makan lagi, tanpa menoleh ke arah Ghia.
"Lo aja yang jadi Ketua Osis. " ucap Ghia dan membuat Derel berhenti makan.
Derel meletakkan sendok, dan menghela nafas. "Gue masih trauma dengan yang terjadi minggu lalu, sebenernya gue mau tapi yang lebih cocok itu Arkya. " balas Derel dan mulai makan.
"Kita jangan nyerah, kita bujuk terus tuh si Arkya biar dia mau. " sahut Vita setelah menelan makanan.
"Caranya gimana pea? " tanya Indra dan minum jus.
"Gue juga tau, makanya bantu mikir kampret. " jawab Vita geram dengan Indra.
"Arzya lo gak ada ide apa? Biasa lo punya banyak ide buat usilin kita, kenapa sekarang ide lo habis. " tanya Indri.
"Emm gak ada sama sekali untuk saat ini, tapi pagi aja gue dikerjain ama tuh anak. " jawab Arzya dan makan lagi.
"Dikerjain apaan lo ama dia? " tanya Indri dan menyimpan sendok.
"Sepatu, kaos dan dasi gue. " jawab Arzya dan minum jus.
"Ayo udah selesai gue. " sahut Vita dan bangkit lalu membayar makanan, tiba-tiba
"Arkya keluar lo, Jangan berlagak jadi Osis. " teriak kakak kelasnya.
"Gak usah teriak-teriak ini bukan hutan. " sahut Laras galak.
"Bukan urusan lo, lo gak berguna jadi osis tau gak. " ucap kakak kelas itu.
Deg...
"Kak bisa gak ucapan lo dijaga, bukannya kasih contoh yang baik malah kebalik. " sahut Arzya dan menarik Laras agar dibelakangnya.
Arkya berdiri dibelakang kakak kelasnya itu, Laras sudah menangis dipelukan Vita. kakak kelas itu geram, dan melayangkan tinjuannya tapi ada yang menahannya dan memplintirnya kebelakang dan
Krekk...
"Aaa sakit, lepasin tangan gue. " teriak ya sambil kesakitan.
Semua penghuni kantin melihat kejadian itu, dan takut melihat tatapan dingin Arkya. Icha juga terkejut dan menghampiri Laras.
"Minta maaf atau tangan lo ini gue patahin. " ancam Arkya.
"Ssst La-laras gue minta maaf soal tadi. " ucapnya dan Arkya melepaskan plintirannya.
"Keluar dan terima skors kakak dari guru. " ucap Arkya, dan Kakak kelasnya pun keluar kantin. Dan bel pun berdering.
Kriiing....
Bel istirahat pun berdering, semua murid berhambur keluar kelas. Laras menjadi diam membuat yang lain menjadi diam, Icha juga bingung harus membujuk Laras agar ceria.
Jreng...
Jreng...
Suara petikan gitar terdengar membuat siswa yang didalam kelas, mencari asal suara dan Arzya bersama para cowok masuk dibelakangnya. Bahkan Verel menarik kursu untuk Arzya agar duduk didepan Laras.
"Weh ngapain lo bawa gitar segala? Mau ngamen? " tanya Vita membuat Arzya cemberut, dan Laras terkekeh mendengar ucapan Vita.
"Ya kan gue niatan hibur Laras. " jawab Arzya masih cemberut.
"Suara pales dan cempreng sok-sokan hibur Laras. " ucap Ghia dan Arzya pun bangkit dari duduk, hendak jalan tapi tangannya ditahan oleh Laras.
"Sini duduk, makasi udah coba hibur gue. Gimana kalau kita nyanyi sama-sama, biar seru. " sahut Laras.
"Ennggak. " balas Arkya, dan sisanya setuju.
"Jadi lagu apa nich? " tanya Indra dan menatap yang lain.
"Emm kau yang ku sayang. " jawab Laras dan diangguki yang lain, Arzya pun mulai memetik gitarnya dengan lembut.
"Setulus hatiku ku ingin menggantikan dia yang pernah kau sayang. " sahut Derel dan menatap Vita.
"Semurni cintaku hanya kau yang ada dihatiku hey, hey, hey mimpi datang kini. " balas Verel dan menatap Ghia.
"Hanya lah kau sayang, cintaku kau sayang dengarlah. " sahut Laras dan tersenyum.
"Tak perna sekalipun tersenyum dibibirmu, sedih yang dihatimu dapatkah aku hiburkan dengan laguku. " balas Arzya dan menghaluska permainan gitarnya.
"Tak usahlah kau pikirkan , cinta yang berlalu tempat yang dihatimu dapatkah aku gantikan oh hhh.... Sayang.... " ucap Indra dan tersenyum.
"Setulus hatiku ku ingin menggantikan dia tang pernah kau sayang. " balas Indri dan menikmati lagu.
"Semurni cintaku hanya kau yang ada dihatiku, hey, hey, hey mimpi kini datang kini. " ucap Icha dan menatap Arkya.
"Hanyalah kau yang ku sayang, cintaku kau sayang dengarlah. " balas Laras dan Arzya serempak.
"Setulus hatiku ku ingin menggantikan, dia yang pernah kau sayang. " sahut Haical dan menatap Ghia.
"Semurni cintaku hanya kau yang ada didhatiku, hey, hey, hey mimpi datang kini. " balas Indri.
"Hanyalah kau, kau sayang cintaku kau sayang. Cintaku kau sayang dengarlah... " ucap Arzya dan menghentikan petikan gitar.
...***Bersambung.......
Jangan lupa votee ya***....