
"Watiiii. " teriak Icha dan lari kecil menuju kantin, si cowok bersorak setelah mengetahui nama gadis yang ditabraknya.
Dikantin....
Icha duduk disamping Ghia sambil minum jus yang dipesankan Vita, Icha juga makan sonaynya yang banyak membuat yang lain geleng-geleng kepala.
"Calon dokter makannya kayak kelaparan banget. " ledek Verel dan Icha minum jusnya.
"Haha, gilangin kangen gue. " ucap Icha dan makan lagi.
"Dengan makan banyak gitu? " tanya Verel dan Laras serempak.
"Iya gak juga sih, kan tunangan gue jauh jadi gue makan banyak. " jawab Icha dan makan dua somay terakhir.
"Yang ada lo gendut Cha. " sahut Vita dan Arzya serempak.
"Oh ya Zya gimana suster yang dikasih buat bokap lo? " tanya Ghia dan minum jus.
"Dia bisa diandelin dalam hal kesehatan pokoknya, bokap gue jadi jarang gelus panas pinggang. " jawab Arzya dan melihat saus diujung bibir Vita.
"Ngapain lo natap Vita gitu amat? " tanya Indra melihat tatapan Arzya.
"Noh diujung bibir Vita ada saus, gue bersihin dulu biar gak digosipin. " jawab Arzya dan membersihkan ujung bibir Vita.
Cekrek....
Sang pelaku pemotretan mengirim poto tersebut keDerel yang sedang dijerman, ia juga mengirin foto Icha keArkya untuk memcah belah persaudaraan kedua.
(Dengan bukti ini kalian bertiga akan saling tuduh dan terpecah, hahaha kasihan. ) batin seseorang dengan seringaian licik.
"Udah? Dan makasi adek gue yang perhatian. " gemas Vita dan mencubit pipi Arzya.
"Aduhh sakit kampret, lo pikir gue anak kecil apa. " sewot Arzya mengundang gelak tawa yang lain.
"Lo pada duluan gih, gue mau pesen lagi somay. " sahut Icha membuat yang lain melongo.
"Iya, sana duluan masih ada kelas lagi kan. " balas Icha dan makan somay yang sudah datang.
SIANG PUN DATANG....
Icha dan kawan-kawan masih dikampus untuk menyelesaikan jamnya, Icha yang ingin keluar kelas. Tapi tangannya ditahan sama cowok yang ditabraknya tadi pagi, membuat Icha berhenti dan menatap sicowok.
"Emm Wati nanti pulang naik apa? " tanyanya sedikit ragu.
"Gue naik mobil, dan tangannya bisa dilepas gak bukan muhrim. " jawab Icha dan melepaskan tangannya.
"Tapi lain kali boleh donk gue anterin lo pulang? " tanya sicowok.
"Mudah-mudahan ada waktu ya, gue balik dulu permisi. " jawab Icha dan melegang pergi, si cowok merasa tertantang untuk mendapatkan Icha.
Icha pulang dengan para cewek, para cowok balik duluan karena menyiapkan rencana Indra. Ghia satu mobil sama Icha dan Vita serta Laras, memasuki salon untuk didandan.
"Selamat datang mbak ada yang bisa dibantu? " tanya pelayan salon.
"Emm mbak dandanin teman saya ya, baju dresnya lengan panjang sampai disiku. terus roknya ditengah-tengan lutut ya, satu lagi dibagian lehernya jangan terlalu kebawah ya. " jawab Icha dan tersenyum, lalu mendorong Ghia.
"Oh bisa Mbak, ayo ikut saya. " ucapnya dan Ghia mengikutinya memasuki ruangan ganti setelah lima belas menit Ghia keluar.
"Cha gimana? " tanya Ghia yang rambutnya digerai dan memakai hak dua senti meter, dan Icha serta yang lain terpana melihat Ghia.
"Sempurna, lo berdua kagak beli baju juga gue yang bayar? " tanya Icha kepada Vita dan laras.
"Kagak, nanti dekat pernikahan abang Rayen aja Cha. " jawab Laras dan tersenyum.
Icha membuka dompetnya dan mengeluarkan kartu kredit,"ini mbak saya ambil baju yang dipakai teman saya. " ucap Icha menyodorkan kartunya.
Jangan lupa like dan vote....