
Kinara tersenyum dan menggeleng, "kalau baju dibebasin kok tante, cuma gitu Kinar borong nanti. " jawab Kinara membuat Icha terkekeh.
Arkya dan para suami datang lagi, mereka tak jadi kekantor mengingat sudah sore. Lian dan Leo juga ada dan termasuk Derel juga ada,"ayo pulang udah sore ini. " sahut Derel membuat Safira berhambur kepelukan Derel.
"Hore papah gak lembur, bisa ajari Fira ngerjain pr. " sorak Safira membuat Vita geleng-geleng.
"Kinara kenapa kok sedikit bingung gitu? " tanya Arkya menatap Kinara yang menatap dirinya.
"Gimana caranya mengembalikan senyum ayah lagi? Sama seperti waktu bunda masih hidup, Kinar tau ayah sering sedih dan menangis diruang kerja ayah. Katakan sama Kinara Yah. " tanya Kinara balik dan membuat yang lain terkejut.
"Dek jangan bilang gitu sama Ayah, lo kan tau kita berdua kembar cuma beda sifat. Sifat lo yang periang murah senyum dan bisa memyembunyikan kesedihan, lo itu mirip ama bunda dan Om Arzya. Sedangkan gue lebih dominan kesifat keras kepala ketus dingin, dan melabrak orang yang bikin masalah. Sifat gue mirip sama ayah dan Oppa Taufan, dan gue benci bicara panjang lebar. " sahut Kirana panjang kali lebar kali tinggi.
"Ta-tapi kenapa cuma elo yang mewarisi ilmu bela diri ayah, kan anak ayah dua bukan satu. " protes Kinara membuat Arkya menepuk keningnya.
"Yakin mau ikut bela diri ayah sama bunda Kinara? " tanya Arkya tegas menatap putri bungsunya.
"Yakin, Kinara janji akan ikuti semuanya yang ayah katakan. " jawab Kinara mutlak.
"Baiklah, sekarang pulang dulu udah malem. Ayah capek mau mandi dan tidur sambil berdiskusi sama bunda kalian. " ucap Arkya dan merangkul kedua putrinya untuk pulang diikuti yang lain.
MALAM PUN DATANG....
Dikediaman Derel....
Keluarga kecil Derel baru saja selesai makan malam, Vita dan Safira membereskan meja makan ponsel Safira yang dimeja berdering panjang.
"Fira ponselmu bunyi terus itu dari kucing. " ucap Derel dan menatap putrinya yang selesai cuci piring.
"Bentar pah, Fira masih lap piring papah angkat dulu aja. " balas Safira tanpa menoleh ke arah sang papah.
"Hallo tikus. " sapa Devan dan jalan menuju ruang tamu.
"Hallo Devan ini om. " sapa balik Derel dan tersenyum
"Ehh Safira mana om? " tanya Devan dan duduk diruang tamu.
"Ada kok itu, lagi simpan piring. Ada apa Devan nanti om sampaikan? " tanya Derel dan tersenyum.
"Emm besok kan hari minggu, Devan dan yang lain mau joging om jadi Devan nelfon Safira gitu. " jawab Devan dan tak jadi menggombali Safira.
"Owchh itu, ya udah ntar om sampaikan ya Devan. " ucap Derel dan tersenyum.
"Iya om titip salam, kalau gitu sudah dulu ya malam om. " balas Devan dan mematikan telfon.
Telfon pun berakhir Derel menyerahkan ponsel Safira, lalu menatap putrinya dengan senyum jahil.
"Devan ngajakin kau joging besok pagi, dan titip salam katanya. " sahut Derel dan Safira mengangguk.
"Dari tatapan Devan ke anak mama, ada rasa suka gitu yang mama liat. " ucap Vita ikut nimbrung membuat Safira terkejut.
"Tapi kok Fira rasa biasa aja ya mah? " tanya Safira dan menatap sang mamah.
"Coba kau peka dulu ama yang disekitar, yuk tidur. " jawab Vita dan Safira jalan duluan menaiki tangga disusul Derel dan Vita.
Akhirnya selesai juga.....
Jangan lupa like