
MALAM PUN DATANG....
Dipantai....
Yusra dan kawan-kawan merias pantai dari tadi pulang restoran, Indri dan Ghia membuat kan kue dirumah dan tinggal dibawa. Laras dan Vita membuat sikembar sibuk disalon, Arkya dan Arzya membuatkan panggung kecil untuk Yusra nyanyi disertai alat musik yang lain.
"Oke finis, Yusra dan Aska pulang dulu mandi ya. Yang lain juga pulang dulu buat mandi, biar om yang jaga disini. " sahut Arkya.
"Ya udah kita tinggal dulu, jangan bunuh diri ya bang. " balas Arzya mendapat pelototan dari Arkya.
"Gue masih waras kampret. " sewot Arkya dan Arzya serta yang lain pun meninggalkan Arkya untuk pulang.
"Ya sapa tau lo mulai gak waras lantaran liat, Ichi kayak Icha. " ledek Verel makin jadi.
"Sono pulang lo. " usir Arkya dan mereka pun pulang meninggalkan Arkya dipantai seorang diri.
Tanpa Arkya sadari Icha berdiri dibelakangnya, dengan jubah serba putih dan menatap punggung suaminya yang menatap pantai. Sekuat tenaga Icha menampilkan dirinya dihadapan sang suami, serta yang lain yang akan datang.
"Icha mas kangen padamu sayang. " teriak Arkya dan Arzya serta yang lain datang.
"Kya lo kenapa teriak segala? " tanya Derel dan Arkya berbalik menatap yang lain.
"Gue kangen Icha Rel. " jawab Arkya dan membuat yang lain sedih.
Kejora terkejut melihat Icha berdiri dialat piano, ia juga mengucek matanya dan kembali melihat Icha yang dipiano.
"Ta-tante Icha! " panggil Kejora membuat Icha menatap Kejora serta yang lain juga terkejut melihat Icha.
"Hey kau Kejorakan? " tanya Icha dan jalan mendekat.
"Iya tante, kok Kejora bisa liat tante sih. Kan Kejora hanya bisa merasakan kehadiran tante aja? " tanya Kejora sambil belum percaya.
"Ya khusus malam ini tante datang. " jawab Icha dan Laras serta para cewek berhambur memeluk Icha.
"Cha lo kenapa pergi dari kita, kita kangen lo tau. " sahut Ghia dan mereka pun melepaskan pelukannya.
"Sama gue juga kangen lo pada apalagi si kutub gue. " balas Icha dan Arzya serta Arkya memeluk Icha dengan erat.
"Kakak ipar gue kangen jailin lo. " sahut Arzya dan melepaskan pelukannya.
"Ye elu mah gitu Zya, gak berubah dari dulu. " balas Icha dan mengelus punggung Arkya.
"Sayang kenapa baru datang sekarang? Kenapa gak dari kemaren aja? " tanya Arkya dan melepaskan pelukannya.
"Pengen aja mas, si kembar mana kok gak ada? " tanya Icha dan sebuah mobil datang.
"Itu mereka, ayo semuanya bersiap. " sahut Ghia dan mereka pun bersiap menunggu sikembar, Arkya dan Icha yang memengang kue ulang tahun.
"Iya. " balas sikembar dan Aska serta Yusra bergabung dengan yang lain.
"Satu, dua, tigaaa buka sekarang. " aba-aba Derel dan perlahan membuka matanya.
"Kejutaaaaan selamat ulang tahun sikembar. " teriak semuamya dan Kirana serta Kinara terkejut melihat kejutannya.
"Kalian semua ingat? " tanya Kinara dan menangis terharu.
Arkya serta Icha mendekat sambil membawa kue,"ingat dong sayang, masak iya dilupa sih kan gak mungkin. " jawab Arkya dan tersenyum.
Laras dan yang lain mendekati ketiganya,"Kalian gak liat bunda kalian ya? " tanya Indri dan menatap Icha yang melihat putri kembarnya.
"Enggak mama Indri, padahal kurang bunda aja disini. " jawab Kinara dan diangguki Kirana.
"Ya udah sekarang berdoa baru tiup lilin ya. " sahut Ghia dan keduanya berdoa, Icha mendekat lalu memberikan kesempatan pada sikembar untuk melihat dirinya.
Sikembar pun meniup lilin disertai dengan sorak tepuk tangan, Yusra dan Aska memberikan hadiah persegi.
"Selamat ya sayang, udah genap umur sembilan belas dan banyakin senyum. " sahut Yusra dan Kirana memeluk Yusra.
"Makasi sayang, gak janji ya. " balas Kirana dan tersenyum.
"Selamat ya Kinar sayang. " sahut Aska dan menyerahkan hadiah, Kinara menerima hadiah dan memeluk Aska.
"Makasi sayang. " balas Kinara dan melepaskan pelukannya, yang lain langsung memeluk keduanya dengan erat dan melepaskannya.
"Anggi! " panggil Icha membuat sikembar menoleh kearah suara, keduanya terkejut bukan main.
"Bu-bunda. " sahut keduanya dan mendekati Icha yang disamping Arkya.
"Apa kabar anak kembar bunda? " tanya Icha dan tersenyum.
Keduanya lari kecil langsung memeluk Icha sambil menangis,"baik bunda, bunda apa kabar? " tanya Kinara sambil melepaskan pelukan.
"Bunda baik kok, kalian kenapa pakek celana jeans? Kenapa gak pakek dres aja kayak yang lain? " tanya Icha dan menarik tangan keduanya untuk menghampiri meja.
"Diketat ayah. " sahut Kirana datar melirik Arkya yang mencoba kue.
"Nah lo ayah yang kena, kan kalian yang minta ikut aturan geng ayah dan bunda. " sewot Arkya mengundang gelak tawa.
"Hehe iya sih. " ucap Kinara dan menyuapi Icha kue ulang tahunnya, lalu Kirana menyuapi Arkya juga mereka pun mengobrol banyak dengan Icha.
Akhirnya selesai jugaa...