Ketosku Loveku

Ketosku Loveku
Episode 18



2 Jam kemudian....


Kiriiing....


Bel istirahat pun berdering, semua siswi berhambur keluar kelas. Termasuk Laras dan kawan-kawan, panas Icha sudah mendingan dan Arkya bersama Derel, Verel, Indra, Arzya datang menghampuri pujaannya. Tapi belum ada yang mengatakan cinta.


Derel juga memberikan surat kepada Vita, Vita menatap Derel yang tersenyum. Membuat si empu pusing tujuh keliling, tapi diterima oleh Vita.


"Cie yang masih jaman pakek surat, tinggal ngomong aja susah amat bang. " sahut Indri sambil bersorak.


"Heh, lu pikir gampang bilang cinta? " tanya Verel yang diam dari tadi.


"Ya gampanglah, tinggal pegang tangan terus bilang gue suka sama lo. Gitu amat kok repot. " jawab Indri santai.


"Sapa yang lo suka? " tanya Vita mengompori Indri.


"Ngak tau. " jawab Indri dan memainkan gamenya.


"Lu mah gitu ditanya, oh ya Cha lo beneran mau kuliah kedokteran dilondon kalau gak salah? " tanya Laras dan menatap Icha.


"Masih bingung gue Ras, lagian masih lama juga kan. " jawab Icha dan Ghia merasa kepalanya berdenyut.


"Ghia lo kenapa? " tanya Arkya melihat Ghia memijit kepalanya.


"Kepala gue pusing banget, ini udah mendingan kok. " jawab Ghia dan sedikit senyum, dan Indra memijit kepala Ghia dengan lembut.


"De udah tembak aja kenapa sih. " sahut Arzya juga tau perasaan abangnya untuk Vita.


"Besok gue tembak, perlu bantuan lo pada juga tapi. " balas Derel semangat, dan rasa cemburu memuncak dihatinya vita. Serta bingung juga dengan perasaannya dengan Derel dan bel masuk pun berdering.


SIANG PUN DATANG....


Dirumah sakit Haratih Ayu....


Ratih duduk dikursi empuknya ditangan sambil memegang sebuah berkas, ditangannya dan memainkan belpoin dijarinya. Ratih menghela nafas dan menatap kearah luar jendela menerawang jauh, ia kembali menatap berkas yang menyatakan penyakit seseorang sudah parah.


Tok..


Tokk..


"Masuk. " sahut Ratih dan Icha masuk kedalam, lalu menutup pintu yang masih menggunakan pakaian sekolah. "Gak pulang dulu Cha? Ntar dicari loh. " tanya Ratih lagi.


"Gak Dokter, tuh anak dokter si kutub ngintilin Icha mulu. Icha udah kirim pesan ama mama mau kesini. " jawab Icha.


"Kau sakit Icha? " tanya Ratih dan Icha menggeleng.


"Enggak kok, jadi gimana perkembangan sakit Ghia? " tanya Icha dan Ratih menyerahkan berkas, Icha juga duduk didepan Ratih.


"Sudah parah, ini harus minta dia untuk berobat dan kemo Cha. " jawab Ratih dan Icha membaca berkas data diri Gia.


"Hah, tadi Ghia juga merasa pusing dok. Mungkin masih bisa dimati rasa dulu kankernya, gak mungkin juga langsung bilang kan. " ucap Icha memijit keningnya.


"Jadi gimana dong Cha?" tanya Ratih juga bingung.


"Hmm nanti malam Icha kerumah Ghia sekaligus kerjain pr. " jawab Icha dan Ratih mengangguk.


"Kau ngak naksir Arkya sedikit pun Cha? " tanya Ratih penasaran.


Icha terkejut dan menunduk, lalu mendogak menatap Ratih. Icha menghela nafas, dan berjalan menuju jendela lalu menatap keluar jendela.


"jujur Icha naksir Arkya dari awal kenalan, tapi takut ngak cocok ama dia yang terlalu sempurna. Masih banyak gadis lain yang cantik, diluar sana. " jawab Icha dan menoleh melihat Ratih.


"Kenapa bilang gitu? " tanya Ratih dan menatap Icha.


"Icha ngak cantik dan biarin aja dulu Arkya berjuang. Jangan bilang ya tante," jawab Icha.


"Iya, pulanglah. kau bawa mobil? " tanya Ratih dan ikut berdiri.


"Enggak, ya udah. Icha pamit ya tante," jawab Icha dan salim, lalu keluar dari ruangan Ratih.


Jangan lupa like dan vote ya gaes.....