
"Oke tuan bos. " balas Arzya dan Arkya jalan menuju kursi kebesarannya, lalu mengutak atik ponselnya mengechat Lian.
Tuanbos Kya.
"Lian kau dimana? Aku ada tugas untukmu? "
Send.
^^^Lian.^^^
^^^"Aku didepan butik nona Indri, mau jemput Zaza tuan bos. Tugas apa? "^^^
^^^Send.^^^
Tunbos Kya.
"Coba cari tau tentang toko yang dijual itu. "
Send.
^^^Lian.^^^
^^^"Oke ketua. " ^^^
^^^Send.^^^
Chat pun berakhir dengan Arkya tak membalas pesan dari Lian, hanya dibaca saja Lian pun melanjutkan langkahnya untuk masuk butik Indri.
Dikampus....
Kirana dan yang lain sudah duduk diteras depan kelas kedokteran, tadi Dammy dan Kinara belum keluar kelas. Safira menatap Arhi yang diam saja dan langsung menyenggol lengan Dammy, membuat si empu menatap Safira yang disampingnya.
"Apa Fir? " tanya Dammy dengan bingung, membuat yang lain menatap keduanya kecuali Arshi yang masih mamun.
"Hmm, itu bini lo kenapa bengong gitu? " tanya Safira balik sambil menatap Arshi yang menatap juniornya main basket.
"Mungkin mikirin soal toko itu mungkin. " jawab Dammy dan meraih tangan Arshi, membuat siempu menoleh dan tersenyum.
"Shi lo kenapa kok murung gitu? " tanya Kejora melihat saudara angkatnya murung.
"Gue pengen beli itu toko, gue suka warna cat alaminya. " jawab Arshi dan menatap Kejora.
"Apa ide lo Ran? " tanya Arshi dan Kejora serempak membuat si empu mendelik kearah keduanya.
"Mendingan lo gak usah beli itu toko dah, kan butik Mama Indri juga panjang kesamping. Jadi mendingan kita sambung aja, buatin tangga buat naik keatas. " sahut Kinara yang tau ide sang kakak.
"Kayak gini maksud Kinara. " ucap Yusra dan menyerahkan disain gambar toko Indri yang disambung.
Arshi meraih kertas yang dipegang Yusra, lalu memerhatikan dengan seksama. "Bagus sih, tapi gue mau itu toko. " balas Arshi membuat yang lain saling pandang.
"Menurutku ini bagus sayang. " sahut Dammy yang melihat disain Yusra.
"Tapi aku maunya toko itu mas, toko itu bagus buat aku buka salon. " balas Arshi dan Dammy mengelus rambut Arshi lalu tersenyum.
"Ya udah nanti kita coba liat-liat toko itu ya, yuk masuk kelas lagi. " ucap Dammy dan bangkit diikuti yang lain.
"Arshi udah tertarik ama itu toko, jadi kita cari cara lain untuk membujuk dia lagi. " sahut Kinara sambil menatap Arshi dan Dammy.
"Tapi apa Kinar? " tanya Safira dan Kejora serempak, membuat Kinara menatap keduanya datar.
"Hmm udah masuk kelas sana, gue juga mau kerumah sakit. " jawab Kinara dan jalan menuju parkiran.
"Nar lo balik jam berapa woi? " tanya Damny mengejar Kinara yang membuka pintu mobil.
"Kayaknya gue bakalan lembur deh, besok juga gue harus cari suster pendamping. " jawab Kinara dan menatap Dammy.
"Oh iya hampir lupa gue, ya udah hati-hati dijalan lo. " ucap Dammy dan naik motornya, tentu Dammy sudah pamit dengan Arshi.
SIANG PUN DATANG....
Direstoran....
Icha dan para ibu direstoran mulai mrlayani pelanggan yang datang untuk makan siang, Arkya dan para suami yang lain juga ikut membantu.
"Kami pulang. " sahut Kirana dan Arshi serempak dan langsung duduk diikuti yang lain.
"Aduh capek banget gue, pengen berhenti aja. " sahut Arshi dan memangku dagunya dengan satu tangnnya.
"Tangung tau, bentar lagi wisuda. " balas Safira dan minum jusnya.
Bersambung....