
(Apa kak Vio yang dimaksud Kinar? ) tanya batin Kirana dan menatap Kinara masuk kamar.
"Apa yang dimaksud Kinar itu kak Vio aa? " tanya Kirana menatap Raka dan yang lain.
"Mungkin, karna aa juga merasa kalau Vio natap aa seperti berbeda. Tapi aa hanya mencintai Kinar saja," jawab Raka menunduk, Yusra menepuk punggung Raka agar sabar.
"Cinta itu butuh pengorbanan a. " sahut Yusra dan tersenyum ngeledek.
"Ketua kau itu memberi semangat apa ngeledekku sih? " tanya Raka membuat yang lain terkikik geli.
"Dua-duanya a, emang kak Vio cantik ya a? " tanya Yusra dan menatap Raka.
"Ya lumayan sih, tapi cantikan si biang onar
" jawab Raka dan jalan menuju sofa lalu duduk seraya berbaring.
"A lo mau tidur? " tanya Kejora dan ikut duduk disofa.
"Hmm, bangun gue jam dua ya. " jawab Raka dan memejamkan mata.
Kinara keluar dari kamarnya lalu duduk dipegangan anak tangga, Kirana sudah disamping Kinara dengan sigap menyerang Kinara.
Kinara dengan sigap menghindar membuat keduanya saling tonjok, Yusra serta yang lain terkejut melihat keduanya.
"Kak lo napa nyerang gue tiba-tiba sih? " tanya Kinara dan membalas serangan Kirana.
"Gue benci ama elo Nar, jangan ngindar dari serangan gue lagi. " jawab Kirana ketus dan
Duag....
Kinara mundur beberapa langkah setelah terkena serangan Kirana, pada bagian perutnya Kinara lari kecil dan menyerang Kirana dengan serius.
Buag...
Dan...
Duagg.....
Kirana dan Kinara saling hajar serta diwajahnya sudah ada beberapa luka, Yusra berusaha melarai keduanya tapi malah terkena pukulan Kinara.
Buag...
Kirana terus menyerang Kinara tak lupa membalas serangan kembarannya, Safira dan Kejora berusaha membangunkan Raka yang tidurnya seperti kebo.
"Hentikan pertarungan kalian berdua. " sahut Arkya yang baru dari ruang kerjanya.
"Engak mau Yah. " balas Kirana ketus.
Raka sudah bangun dan melihat Kinara kualahan menandingi Kirana, dengan sigap Raka menotok punggung Kirana membuat Kirana gak bisa bergerak.
"Hah, hah gila lo kak nyerang gue mendadak. " ucap Kinara tersengal-sengal.
"Hm itu srategi buat elo gak lengah disetiap situasi. " balas Kirana dan Raka membuka totokannya.
"Mendingan kita berangkat sekarang aja, disana susah sinyal dan para cewek pulang aja kemungkinan gue ama yang lain pulang besok pagi. " sahut Yusra melihat jam.
"Oke ayo aku setuju, Ayah dan bunda kami pamit ya. " balas Kirana dan pamit serta salim, diikuti para cowok serta Kinara.
"Hati-hati kalian dan selesaikan misi. " sahut Arkya dan mereka pun mengangguk lalu keluar rumah.
MALAM PUN DATANG....
Rombongan Kirana dan Yusra sudah sampai dipasar perdagangan organ tubuh dan juga manusia, mereka memakirkan motor sedikit jauh dan turun dari motor serta membuka helm.
"Oke kita semua berpencar untuk mencari sikembar, menjadi lima orang tiga laki-laki dua perempuan yang nemuin sikembar hubungi aku secepatnya. " sahut Kirana dingin.
"Siap ketua. " balas semuanya dan mereka berpencah hanya sisa Kirana, Yusra, Kinara, Dammy, Devan.
Kirana jalan lebih dulu disusul sama Yusra serta Kinara, Dammy dan Devan. "Harusnya sih gitu, ayo jalan. " balas Kirana dan mereka mulai berkeliling untuk mencari Nakula dan Nakila.
Mereka berkeliling sambil melihat-lihat hingga didepan pedagang gelang pasangan, mereka pun berhenti sejenak karena lelah mencari tak berselang lama ponsel Kirana berdeting singkat. Dengan cepat Kirana merogoh saku jaketnya dan melihat siapa yang mengechatnya, setelah tau Kirana pun membalas pesan itu.
KakFaya.
"Ketua kita semua udah mencari keliling tapi ngak ada, kita harus gimana ketua? "
Send.
^^^Ketua.^^^
^^^"Kita kumpul ditempat gelang pasangan sambil memikirkan cara lain, sambil mencari sikembar juga. "^^^
^^^Send.^^^
KakFaya.
"Baik ketua, kami juga akan melihat-lihat sekeliling sekali lagi. "
Send.
^^^Ketua.^^^
^^^"Oke, hati-hati jangan sampai lengah sedikit pun. "^^^
^^^Send.^^^
Chat berakhir Kirana menghela nafas, Yusra merangkul bahu Kirana agar lebih sabar lagi mencari sikembar.
"Siapa Ran? " tanya Devan dan menatap Kirana.
"Kak Faya Dev, mereka belum berhasil. " jawab Kirana dingin.
"Ayo keliling lagi sambil cari tempat makan juga, tadi kan belum sempat ngemil. " ajak Dammy dan Kirana menggeleng.
"Gue gak nafsu makan, kalau belum nemuin keduanya. " balas Kirana datar dan Yusra mengelus kepala sang pujaan.
"Ketua aku ada info penting. " sahut Vio yang datang sambil digendong dipunggung Raka, Yusra dan yang lain menatap Vio dan Raka.
"Apa infonya? " tanya Yusra dan Kinara memilih untuk memilih geleng pasangan.
"Itu penjual organ tubuh masih tutup dan buka nanti tengah malam ketua. " jawab Vio dan turun dari punggung Raka.
Kinara menatap Raka dengan tatapan datar dan kesal, Dammy menghampuri Kinara yang menatap Raka.
"Emm pak ini berapa harganya? " tanya Dammy sambil menegang sepasang gelang cantik.
"Sepuluh ribu aja mas, mas ini baru datang kesini ya? " tanya sipenjual sambil melihat kearah yang lain.
"Iya pak, kami cari adik kembar kami. Apa bapak pernah tau atau dengar gitu? " tanya Dammy menyerahkan uang pas.
"Kayaknya sih pernah dengar, tapi kurang jelas. Ah gini aja ntar tengah malam datang aja kesini, mungkin saudari mas ada disana. " jawab mas penjual.
"Baiklah makasi ya pak, kalau gitu saya permisi. " ucap Dammy dan tersenyum.
"Sama-sama mas. " balas si penjual dan tersenyum, Kinara juga membayar lebih karena membeli tiga gelang.
"Mendingan kita cari tempat untuk makan karena sudah jam delapan. " sahut Damar dan merangkul Kinara.
Kirana dan Yusra pun mengangguk setuju lalu jalan lagi, untuk mencari sikembar sambil makan Damar juga menggendong Kinara karena kakinya keram.
Akhirnya selesai juga....
Bersambung...