Ketosku Loveku

Ketosku Loveku
Episode 200 season 2



"Ini ramuan apa tante? " tanya Dammy mendahului Kinara dan Arshi memasak masakan kesukaan Dammy, lalu menaruh dihadapan Dammy. " Makasi calon istriku. " sambung Dammy dan tersenyum.


"Sama-sama calon suami. " ucap Arshi dan tersenyum.


"Itu ramuan penghilang pegal Dammy. " jawab Icha dan Kinara langsung meminumnya sambil tahan nafas.


"Wekk, pahit bunda. " protes Kinara mendapat  tatapan horor dari Arshi.


"Namanya juga ramuan ya pahit, kalau permen baru manis. " balas Arshi dan mulai makan lagi.


Mereka pun makan dengan diam Minato dan Khusina datang sambil bergandengan tangan, membuat semua mata menatap keduanya heran termasuk Yusra dan Kirana selaku sebagai ketua.


"Lo bedua ada hubungan apa kok gandengan tangan? " tanya Arshi dan menelan mienya.


"Yang spesial dong. " jawab Khusina dan merangkul lengan Minato.


"Ketua Yusra dan Ketua Kirana, aku dan khusina ingin minta restu untuk menjalin hubungan ke yang lebih serius lagi. " ucap Minato membuat semua saling pandang.


"Maksudmu menikah atau tunangan? " tanya Icha serius membuat keduanya menunduk.


"Hmm kalau boleh kami ingin menikah nona Icha. " jawab Khusina membuat yang lain terkejut.


"Tapikan kalian baru kenal beberapa minggu, masa langsung nikah kalau gitu gue juga mau. " sewot Aldi ikut nimbrung.


"Gini aku gak ngelarang hubungan kalian, tapi apa gak sebaiknya kalian pacaran atau tunangan dulu sampai beberapa tahun. Nikah itu bukan hal yang untuk dimainin, aku saja masih nunggu waktu dua tahun lagi untuk menikahi pacarku. " sahut Yusra membuat Arkya tersenyum.


"Kalian boleh nikah, tapi aku akan berikan kalian tantangan untuk menguji kalian. " ucap Icha dan berdiri lalu jalan menuju dapur.


Para cewek juga berdiri membawa piring serta gelas yang kotor untuk dicuci, Raka, Viona, Hyuga serta Faya datang dan duduk dikursi sambil melihat menu.


"Loh Minato lo kok disini? " tanya Hyuga dan menatap Minato dan Khusina.


"Gue kesini mau minta restu ama ketua, tapi ngak secara langsung ketua melarangku menikah. " jawab Minato dan mendekati keempatnya lalu duduk dihadapan Hyuga.


"Ya iyalah gak dikasi, lo kan baru kenal beberapa minggu ama Khusina Minato. " ucap Hyuga kesal.


"Kan gue pengen kenal lebih jauh, dengan hubungan halal kan gak dosa kalau satu rumah. " balas Minato sedikit kesal.


"Iya maaf ketua, a-aku pa-paham. Ampun," balas Minato tergagap dan mencakupkan tangan.


"Yuk pulang udah sore. " ajak Icha dan diangguki yang lain.


Mereka pun pulang kerumah masing-masing, Yusra mengantar Kirana begitu pun yang lain Kinara memeluk pinggang Damar. Si empu juga mengelus tangan Kinara yang dipinggangnya, Kinara tersenyum dan bersandar dipunggung Damar.


MALAM PUN DATANG...


Dikediaman Verel...


Keluarga kecil verel baru saja selesai makan Aldi juga ada, Devan menatap Aldi yang minum air putihnya lalu menyimpan gelas kosong.


"Lo kenapa liatin gue kayak gitu amat? " tanya Aldi dan menyimpan piring diwastafel.


"Kagak papa, elo sampai kapan kagak mau jujur ama Kejora kalau elo itu kagak ada keluarga diswis? " tanya Devan membuat Verel menganguk.


"Gue pengen jujur, tapi gue juga takut kalau Kejora gak nerima gue Dev. " jawab Aldi dan bersandar di kursi.


"Menurut papa sih, kalau Kejora beneran sayang dan sangat  mencintaimu dia akan menerimamu apa adanya. " sahut Verel dan menatap Aldi.


"Bener tuh, jodoh, rejeki dan maut gak ada yang tau. Kita diciptakan untuk saling melengkapi, kalau enggak jodoh ya mau gimana lagi. " sahut Laras ikut nimbrung mengelap meja.


"Ya udah nanti Aldi bakalan bicara ama Kejora, dan terima keputusannya apa pun itu. " balas Aldi dan menghela nafas.


"Gue yakin kalau Kejora bakalan nerima lo, lagian lo juga udah kerja dan gue udah anggep lo sodara sendiri. " ucap Devan dan  menatap Aldi sesekali memainkan ponselnya.


"Dev cinta pertama lo siapa? " tanya Aldi dan bangkit lalu menuju kamarnya.


"Woi tungguin, hmm dulu gue naksir Arshi. Tapi gue tau dia naksir Dammy diem-diem, ya gue mundur aja hingga gue naksir Safira. " jawab Devan dan berbaring dikasurnya.


Keduanya berbaring sambil memeluk bantal guling masing-masing, tak lupa memainkan ponselnya Devan melakukan video call terhadap Safira hingga mereka tertidur.


Akhirnya selesai juga......