Ketosku Loveku

Ketosku Loveku
Episode 102



..."Maafkan aku yang sudah membuat dirimu berkerja dua kali, setelah aku menggandung buah hati kita mas dan aku rak akan membuatmu kelelahan lagi. Aku tak ingin kau sakit jadi aku akan memenuhi kebutuhan buah hati kita, gang belum lahir sekali lagi aku minta maaf sayangku. " ...


...Icha Novita Wati....


...Merasa bersalah?...


18 Bulan kemudian....


PAGI PUN DATANG....


Tak terasa sudah satu tahun delapan bulan Arkya dan Icha menetap diamerika, dan kini Icha mengandung buah hatinya dengan Arkya dan ia mengandung bayi kembar membuat semuanya gembira.


 Apa lagi Falika yang tak sabar menunggu kelahiran sang keponakannya yang kedua, sebab Vita sudah melahirkan secara sesar karena air ketubannya habis.


Dikediaman Arkya...


Pukul 04: 00...


Icha terbangun karena merasa lapar, padahal baru tadi tengah malam ia makan dalam porsi banyak. Ia menoleh ketempat suaminya yang tidur, berniat membangunkan Arkya tapi tak jadi karena wajah tampan suaminya tercetak jelas kalau kewalahan memenuhi kebutuhan dirinya.


Icha mengelus kepala Arkya hingga kepipi,"maafkan aku yang membuatmu kelelah seperti ini mas, kau tenang saja dari sekarang aku berusaha sendiri. " ucap Icha dan mengecup bibir Arkya singkat.


Ia turun dari ranjang setelah berhasil menurunkan tangan kekar suaminya, tapi tangannya ditahan oleh Arkya membuat Icha menoleh.


"Mau kemana sayang? Ini masih subuh lo? " tanya Arkya masih pejamkan mata.


"Mau kedapur ambil air, mas tidurlah dulu biar aku yang kedapur. " jawab Icha dan Arkya bangkit lalu duduk.


"Emang pinggangmu gak sakit lagi sayang, naik turun tangga? " tanya Arkya dan hendak turun dari tempat tidur.


"Gak kok mas, mas tidur aja lagi aku gak papa. " jawab Icha dan jalan keluar kamar, sebelum disetujui Arkya.


(Kenapa kau tidak bilang, kalau kau ingin makan lagi sayang aku akan melakukan apa pun untukmu dan si kembar. ) batin Arkya mengikuti Icha.


Icha menuruni tangga dengan hati-hati, tangan yang satu memegang pinggang yang satu lagi pegang pegangan tangga. Arkya menatap Icha hanya menghela nafas, baru tau kalau Icha keras kepala.


"Astaga kenapa tidak dipanggil saja, kan pinggangmu sakit lagi nona Icha. " sahut Byakugan dan membantu Icha duduk.


"Gak papa Bya, udah biasa juga kan, ntar juga hilang. Ssst, aduhh mereka menendang. " balas Icha setelah duduk.


Note : Ah ya Byakugan tidak bisa menikah, sebab dia bukan manusia biasa.


"Tuan Kya mana kok tumben gak ikut? " tanya Byagukan memberikan air untuk Icha.


Icha minum air yang diberikan oleh Byakugan hingga tandas, lalu menghela nafas dengan berat dan membenturkan kepala kemeja makan.


"Dia dikamar, kau tau Bya aku merasa sudah membuat dia kelelaham semenjak aku hamil sikembar. Dia jadi kerja lembur gara-gara hampir sering bolos kerja, aku merasa bersalah  Bya. " jawab Icha dan mendongak menatap kedepan.


"Setiap calon ayah pasti akan melakukan apa pun, agar bisa memenuhi keinginan sang buah hati. " ucap Byakugan dan mulai memasak lagi untuk sarapan karena sudah setengah enam.


"Ta-tapi tetap saja Bya, aku merasa bersalah dengannya. " balas Icha dan Arkya datang dengan pakaian santai.


"Mas malah senang direpotin sama kau dan anak-anak. " sahut Arkya membuat keduanya menoleh.


Note : Ah ya Byakugan tidak bisa menikah, sebab dia bukan manusia biasa.


"Tuan Kya mana kok tumben gak ikut? " tanya Byagukan memberikan air untuk Icha.


Icha minum air yang diberikan oleh Byakugan hingga tandas, lalu menghela nafas dengan berat dan membenturkan kepala kemeja makan.


"Dia dikamar, kau tau Bya aku merasa sudah membuat dia kelelaham semenjak aku hamil sikembar. Dia jadi kerja lembur gara-gara hampir sering bolos kerja, aku merasa bersalah  Bya. " jawab Icha dan mendongak menatap kedepan.


"Setiap calon ayah pasti akan melakukan apa pun, agar bisa memenuhi keinginan sang buah hati. " ucap Byakugan dan mulai memasak lagi untuk sarapan karena sudah setengah enam.


"Ta-tapi tetap saja Bya, aku merasa bersalah dengannya. " balas Icha dan Arkya datang dengan pakaian santai.


"Mas malah senang direpotin sama kau dan anak-anak. " sahut Arkya membuat keduanya menoleh.


Jangan lupa like dan vote...