Ketosku Loveku

Ketosku Loveku
Episode 117 season 2



Kirana dengan cepat membuka pola ponselnya, lalu raut wajah Kirana langsung berubah dingin setelah tau siapa yang mengechatnya.


Kak Damar.


"Ketua aku sudah membawa bukti yang kau minta, dan apakah restoran ramai? "


Send.


^^^Ketua BlakCard.^^^


^^^"Hmm tidak, hanya teman-temanku saja. " ^^^


^^^Send.^^^


Kak Damar.


"Apa tidak apa-apa aku masuk? "


Send.


^^^Ketua BlackCard.^^^


^^^"Tak, dan masuk. " ^^^


^^^Send.^^^


Kak Damar.


"Oke. "


Send.


Chat pun berakhir, Kirana bangkit lalu menuju dapur untuk memasak makanan kesukaan yang mengechat tadi. Yusra menatap kearah Kirana yang kedapur, lalu menatap piring Kirana yang masih setengah.


Seorang cowok masuk restoran, lumayan tampan membuat hampir semua pengunjung histeris melihatnya datang.


"Hmm tante. " panggil Damar dan berdiri didepan kasir.


"Eh ya, anda ingin pesan apa? " tanya Laras dan tersenyum.


"Hmm gak kok tante, cuma cari Kirana aja. Apa dia ada? " tanya balik Damar dan tersenyum.


"Ada, sepertinya dia kedapur. " jawab Laras dan Kirana datang dengan makanan ditangan.


"Kak Damar? " panggil Kirana dingin membuat semua orang menoleh.


Arkya berdiri dipintu untuk melihat interaksi keduanya, yang lain sudah duduk dan Yusra terus menatap Kirana dan Damar.


"Ya. " sahut Damar dan mendekati Kirana yang membawa nampan berisi makanan.


"Aa gak puasakan? " tanya Kirana dingin, dan salim tangan dengan Damar.


"Gak kok dek, tau aja kalau aa suka makan kepiting. " jawab Damar setelah mencium kening Kirana membuat hati Yusra panas.


"Ehh mau ngapain asal cium kening, elo siapanya Kirana hah? " sentak Kinara garang membuat semua terkejut.


"Gue pacarnya. " jawab Damar membuat rahang Yusra mengeras.


"Kirana dia siapa? " tanya Arkya menatap putrinya.


"Abang Kirana yah yang nolong Kirana waktu diamerika. " jawab Kirana dingin.


"Elo gak naruh hatikan ama Kak Damar? " tanya Aska yang menatap Kirana.


"Kagak lah. " jawab Kirana dingin dan menyeringai.


(Ya kali gue naksir  bodygard Kinara. ) batin Kirana membuat Arkya tersentak.


(Kiran jelas semuanya sama ayah, setelah urusan kalian selesai. ) balas batin Arkya.


(Hmm oke. ) ucap Kirana sambil menatap Arkya.


"Oke aa kenyang, masakanmu selalu enak dilidah aa. " sahut Damar dan mencolek dagu Kirana.


"Ihh aa, mana bukti yang aku minta? " tanya Kirana mengandahkan tangannya.


"Hilang dek. " jawab Damar membuat Kirana berdiri.


"Aa pusp up lima ratus kali sekarang. " ucap Kirana membuat Yusra dan yang lain menelan ludahnya susah payah.


"Bang anak lo sadis juga ya. " sahut Arzya melihat Kirana murka.


 


"Siapa dulu ayahnya. " balas Arkya dan tersenyum tipis.


"Gak mau pusp up aa. " tolak Damar dan Kirana berjalan kearah kasir mengambil pisau dan gunting.


"Kasi bukti atau aku sunat aa sekarang. " ancam Kirana dengan datar dan dingin.


Damar angkat tangan tanda menyerah, dan mengeluarkan bukti dan menyerahkan untuk Kirana. Kirana menerima dengan mengacungkan gunting, lalu melihat isinya Kirana menyeringai.


"Bukti apa Kiran? " tanya Yusra dan jalan mendekati Kirana yang meliriknya dari ujung mata.


"Bukti perselingkuhan. " jawab Kirana dan menyodorkannya ke Yusra.


Yusra menerimanya dengan ragu, lalu perlahan membuka amplop yang diberikan Kirana dengan jantung berdebar. Lalu melihat foto itu satu-satu.


"In-ini gak mungkin, lo ama kak Damar pasti kerja samakan buat fitnah Chia. " sarkas Yusra menatap tajam kearah Kirana.


"Kagak ada guna gue rekayasa foto itu. " ucap Kirana datar.


"You don't believe that photo? " tanya Aska yang melihat foto Damar.


"No, how could he be like that. " jawab Yusra masih tak percaya membuat yang lain menghela nafas.


"Boleh Ayah bantu untuk menyakin Yusra? " tanya Arkya membuat semuanya menoleh, dan untung restoran agak sepi.


"Boleh, tapi caranya gimana kalau yang ini udah gak mempan sama kak Yusra. " sahut Kinara karena Kirana sedang ketoilet.


"Bukan dengan foto lagikan? " tanya Devan yang masih ragu.


Jangan lupa like dan vote....