Ketosku Loveku

Ketosku Loveku
Episode 40



"Itu pilihan kalian bertiga, pilih calon majikan kalian bertiga. Yang datang pertama itu ayahku namanya Taufan Azzura Raindra, yang datang belakangan itu namanya Taufik Alira Raindra ayah Derel Alira Raindra. Mereka sama cuma beda sifat, paham. " jawab Arkya panjang lebar.


"Aku ikut tuan bos Taufan aja. " sahut Kanha dan menatap Arkya.


"Aku juga sama, tapi bolehkan saling bantu tuan bos Taufan? " tanya Vino dan menatap Taufan.


"Boleh, jika kalian tidak terlalu sibuk. " jawab Taufan dan bangkit, untuk kembali kekantor. "Mulai besok kalian bekerja, Ufik ayo kita kekantor lagi. " sambung Taufan, Arkya dan Arzya serta Derel salim tangan.


Lilis dan pasukannya pun pamit, Kanha terus menatap Lilis. Arkya melihat gelagat Kanha hanya tersenyum, dan menyenggol lengannya.


"Apa sih ketuaku sayang? " tanya Kanha dan menatap Arkya.


"Deketin kalau ingin tau. " jawab Arkya dan Icha duduk dengan menompang gadu. Lalu Arkya duduk disampingnya, dan merangkul bahu Icha.


"Kutub kau bawa motor gak? " tanya Icha dan melingkarkan tangannya dipinggang Arkya.


"Bawa hemster, emang mau kemana dulu sebelum pulang? " tanya Arkya dan mengelus pipi Icha.


"Kepantai, aku mau mandi dipantai. " jawab Icha dan menatap jari Arkya yang turun kebibirnya.


"Oke, nanti kita akan kepantai ya sayang. " ucap Arkya dan mencium kening Icha.


(Hmm ini bibir menggoda, ingin ku makan rasanya. Tapi kalau dia marah gimana. ) batin Arkya yang bingung.


Arkya dan yang lain pun berberes, lalu mengepel lantai Indri dan Verel masih saling diam. 


Arkya dan yang lain melihat Indri dan Verel saling jauh, hanya bisa geleng-geleng kepala saja. Diminta percaya juga percuma, Indri tak pernah mau dengarkan.


"Indri, Verel capek liat kalian kayak kucing ama tikus. Mendingan kalian jadian aja, toh saling suka juga kan? " tanya Vita geram.


"Gue males jadi yang kedua, mending gue jomblo seumur hidup. " jawab Indri dan yang lain menganga.


"Eh kucing, yang mau jadiin lo yang kedua sapa? " tanya Verel kesal.


"Elo lah, siapa lagi coba yang gak peka ama gue? Cuma elo doank pea. " jawab Indri kesal.


"Gue peka ama lo Dri, dari Icha koma gue udah ada rasa sama lo. Cuma gue belum yakin sama perasaan gue, makanya gue minta kerja sama sama anak kelas dua buat bikin lo cemburu. Dan itu berhasil, tapi ya gak papa kalau elo gak percaya. Mungkin gue gak layak jadi pemilik hati lo Dri, gaes gue balik ya capek gue. " ucap Verel pasrah, lalu mengambil jaket, lalu salim para ibu dan jalan keluar restoran.


(Mulai sekarang, gue gak akan ngejar-ngejar elo lagi Dri dan semoga elo bahagia sama pilihan lo. ) batin Verel sakit lalu melesat menuju rumah.


MALAM PUN DATANG.....


Diapartemen Verel.....


Verel lebih memilih merendam dikolam berenang, dipinggir kolam ada tiga buah botol akohol. Verel memilih mabuk diapartemen, dari pada dibar bisa gawat nanti.


Glekkk....


Sekali tegak Verel menelan akoholnya, kepalanya sudah terasa pusing. Ia tetap bertahan dikolam, meski itu dinginnya luar biasa ketimbang dengan rasa dihatinya.


"Hahaha, Verel. Verel lo bodoh banget jadi cowok, sekali naksir cewek malah gak dipercaya.  " racaunya tak jelas karena sudah mabuk berat.


"Lo kenapa kayak gini sih Rel? " tanya Derel dan memasuk kedalam kamar.


Indra mengambil satu setel baju, beserta dengan sweater tebal. Lalu menyerahkan keVerel, Arzya mengecek suhu tubuh Verel yang panas.


"Gue cinta dan sayang ama Indri, tapi sakit hati yang gue dapet. " jawab Verel dan memakai bajunya.


"Lo harus kuat dan coba iklas, kalau Indri bukan jodoh lo. Masih banyak cewek diluar sana Rel. " sahut Arzya dan menyelimuti Verel.


"Yah lo bener Zya, lebih baik gue ngubur persanaan gue. Cinta tak harus memiliki bukan, gue bodoh banget hatci. " ucap Verel sambil bersin dan Arkya membaringkannya.


"Tidur aja, kita jagain lo dan gue kompres juga. "  ucap Arkya, tapi sebelum pergi tangannya ditahan Verel membuat Arkya menoleh.


"Tadi sore lo jadikan ajak Icha kepantai? " tanya Verel setengah sadar.


"Enggak, dari mana lo tau? " tanya balik Arkya dan Verel duduk lagi.


"Gue denger tadi, asal lo tau Icha ngak pernah kepantai Kya. Ya harusnya lo kenal Icha lebih jauh dulu, baru lo ajak tunangan. Tapi ya sudahlah. " jawab Verel dan baring lagi.


"Terus Icha bilang apa? Saat lo batalin jalan-jalannya? " tanya Indra.


"Dia bilang gak papa, tapi gue liat matanya dia kayak kesel. " jawab Arkya dan melegang pergi kedapur untuk mengambil baskom.


Setelah itu Arkya kembali, dan mengompres kening Verel. Perasaan bersalah menjalar dihatinya, ia pun mengecek ponselnya dan tertanya ada pesan dari Icha.


Hemsterku💞.


"Kutub mulai besok gak usah jemput gue lagi ya. "


Send.


^^^Kutubku💞. ^^^


^^^"Tapi kenapa sayang, aku minta maaf soal jalan-jalan yang gagal Yang. Besok kita jalan-jalan ya,"^^^


^^^Send.^^^


Hemsterku💞.


"Gak usah, aku gak papa kok Kutub dan selamat malam. Jangan begadang, see you. "


Send.


Arkya membaca pesan terakhir Icha, itu membuat rasa bersalahnya makin besar terhadap Icha. Verel hanya mampu mengelus lengan Arkya, Arzya dan yang lain sudah tidur.


Akhirnya selesai juga....


Jangan lupa vote ya....