
SIANG PUN DATANG....
Dikantin rumah sakit...
Semua pengunjung kantin rumah sakit menatap, dua orang yang saling suapi ya siapa lagi bukan Arkya dan Icha.
"Udah kutub, gue udah kenyang. " ucap Icha dan membalikan sendok kemulut Arkya.
"Kenyang apanya, baru lima suap Hemster. Makan lagi ayo sampai habis, lo baru selesai melakukann operasi. " balas Arkya dan kembali menyuapi makan.
"Kutub lo tuh ya ngeselin. " ketus Icha dan makan lagi.
Setelah selesai makan, Arkya dan Icha masih dikantin. Arkya menatap Icha tanpa kedip, sesekali tersenyum dan tangann Arkya meraih tangan Icha diatas meja.
"Hemster gue mau ngomong sesuatu ama lo. " ucap Arkya dan menggemang tangan Icha.
Icha terkejut melihat tindakan Arkya, apa lagi semua mata menatap keduanya. "Mau ngomong apa kutub? " tanya Icha.
Arkya merogoh kantong jaketnya, dan mengeluarkan kotak cincin. Lalu membukanya menghadap Icha,"Gue sayang sama lo buk dokter, dan gue cinta sama lo sejak gue liat lo pertama kali. Jadi mau gak lo jadi tunangan gue? " tanya Arkya.
"Terima, terima, terima. " sorak Arzya dengan yang lain bersama para pengunjung kantin.
"E-elo serius? Gue cacat Kya dan apa lo gak malu punya pacar kayak gue? " tanya Icha masih ragu.
"Enggak, gue terima semua kekurangan lo dan gue gak akan pernah malu. Jadi gimana lo mau kan jadi tunangan gue? " tanya Arkya.
"Terima, terima, terima. " sorakan kembali terdengar.
"Hiks gu-gue mau ja-jadi tunangan lo. " jawab Icha sambil menangis terharu, dan sorak tepuk tangan menggema dikantin.
Arkya memasakan cincin dijari manis Icha, dan menciumnya lalu menghapus air mata Icha. Icha juga memasangkan cincin satunya dijari Arkya.
"Nyanyi, nyanyi sebagai pajak jadian abang. " teriak Arzya mendapat jitakan dari Derel.
"Setuju, nyanyi Mine ya ketos. " ucap Icha semangat.
"Baiklah, aku duluan ya permisi. " ucap Icha dan bangkit lalu jalan pincang menuju rumah sakit.
(Astaga susah menghadapi pacar sedang mode galak. ) batin Arkya menghela nafas.
"Arzya lihat gara-gara lo, dia pergi awas kau ya. " ketus Arkya dan menatap tajam Arzya.
(Mampus gue, singanya keluar. Bakalan habis gue ntar, kabur ah. ) batin Arzya dan langsung lari sambil menarik tangan Laras.
"Rel bayarin, nanti gue ganti. " teriak Arzya dan terus lari.
Dikediaman Nian....
Laura dan Iren bertamu kerumah Nian musuh bebuyutan Arkya, mereka sedang menunggu sipemilik rumah sedang keluar. Dan anggotanya ada sepuluh orang tang berjaga, ntahlah mereka tau dari mana alat rumah Nian.
Pintu terbuka dan keduanya menoleh, senyuman mereka terbit melihat kedatangan Nian.
"Siapa kalian kenapa bisa masuk kerumahku tanpa seizin gue. " ucap Nian dingin dan duduk dihadapan Laura dan Iren.
"Santai, gue kesini mau ngajak lo kerja sama untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. " balas Laura menyeringai.
"Maksud lo apa? " tanya Nian singkat.
"Lo naksir Icha kan, dan gue suka Arkya. Kenapa kita tidak kerja sama aja, bagaimana? " tanya Laura.
"Emang lo siapanya Arkya? " tanya Nian melipat tangannya didada.
"Gue mantannya Arkya, dan gue ingin memiliki dia lagi. " jawab Laura.
"Jadi apa rencana lo, gue gak mau bertindak kriminal. Meskipun gue macan hitam, tapi tidak bertindak kriminal. " ucap Nian dab duduk disofa yang sendiri.
Jangan lupa like dan vote...