
"Ehh gak usah tante Kinan mau tidur aja, sambil nunggu nona ketua. " jawab Kinan dan meletakkan jus, lalu tengkurap seperti harimau dan Kinan pun menjadi harimau membuat Icha terkejut.
SIANG PUN DATANG...
Masih direstoran....
Icha semakin penasaran dengan harimau yang ada dihadapannya ini, ternyata Icha duduk dihadapan Kinan sambil menunggu yang lain.
"Kami pulang. " sahut Yusra dan yang lain serempak.
"Selamat datang. " balas Vita dan Yusra serta yang lain duduk, Kirana membuat beberapa jus lalu membagikan pada yang lain.
"Makasi Kiran. " ucap Safira dan Kirana duduk disamping Yusra.
Kinan terbangun dan merenggabgkan tubuhnya, lalu jalan menuju kearah Kirana masih dengan ujud harimau.
"Haounggg... Haounggg. " Kinan mengaung dua kali dan langsung berubah menjadi manusia semua tak luput dari mata Zaza dan Zizi yang baru datang.
"Kinan kapan kau kembali? " tanya Kirana dan menatap Kinan yang menunduk hormat.
"Udah dua jam yang lalu ketua. " jawab Kinan dan menatap yang lain.
Kirana bangkit lalu menuju kulkas dan melihat daging mentah yang ia simpan, Kirana mengambil piring serta dua pisau dapur. Lalu Kirana melemapar daging keatas dan juga ikut melempar dua pisau hingga memotong daging menjadi kecil-kecil, dengan cepat Kirana mengambil piring daging pun mendarat dipiring tak lupa ditaburi sedikit garam yang lain pun terpana.
"Kinan makan dulu. " ucap Kirana dan membuatkan Kinan jus.
"Waw keren elo kak, ajarin gue donk kak. " sahut Kinara dan bertepatan Arkya juga datang dengan para suami.
"Sip nanti aja. " balas Kirana dan Kinan mengambil makan siangnya lalu
Cupp...
"Terima kasih ketuaku tersayang, Kinan makan dulu habis itu Kinan beri laporan ya. " ucap Kinan dan Kirana pun mengangguk.
"Kayaknya romantisan Kinan dech dari pada abang Yusra. " sahut Dammy dan membawakan Arshi makan siang.
"Ye itu beda kampret, Kinan kan cium Kirana karena sayang sebagai kakak. " sewot Yusra dan minum jusnya.
"Udah, sekarang makan dulu ntar lagi ributnya. " larai Kejora dan Aldi menyuapi Kejora, ia pun menerima suapan dengan senang hati.
Devan merapikan anak rambut Safira yang mengganggu makan sang pujaan, si empu langsung menatap Devan dengan tersenyum. Kinara yang melihat kemesraannya sahabatnya, hanya bisa menghela nafas berat dan memilih makan lagi.
Icha merasa bersalah terhadap Kinara, andai saja ia datang lebih awal mungkin bisa menyelamatkan Aska. Derel juga melihat wajah cantik Kinara yang bersedih, Arshi dan Kirana juga melihat wajah Kinara sedikit bersedih.
"Dooor. " kaget Raka dan Kinara terkejut, langsung melayangkan pukulannya dilengan Raka.
"Ihh kak Raka, bisa gak sih gak bikin orang jantungan. Ntar kalau Kinar serangan jantung gimana? " tanya Kinara dan memukul lengan Raka bertubi-tubi.
"Aduh, aduh ampun. Sakit tau, lagian sapa suruh ngelamun kakak datang gak ditau. " jawab Raka tak terima.
"Siapa yang ngelamun sih, ngak ada tau. " elak Kinara dan cemberut.
"Mendingan lo cemberut gitu dek, dari pada ngelamun ntar kesambet setan loh mau? " tanya Raka dan Kinan datang langsung salin tangan dengan Raka.
"Ih ogah, amit-amit cabang bayi. " jawab Kinara dan Raka mencomot steak milik Kinara lagi.
"Aa kapan pulang? " tanya Zizi yang membawakan Raka makan siang.
"Tadi subuh ma, papa mana? " tanya Raka dan mengaduk jusnya.
"Dirumah mungkin. " jawab Zizi dan duduk disamping Zaza yang diam saja.
"Ehmm jadi gimana tentang misi kalian berdua? Ada perubahan atau makin banyak? " tanya Kirana dingin, Kinara menggeser tempat duduk agar Kinan juga bisa duduk.
Jangan lupa like dan vote....