Ketosku Loveku

Ketosku Loveku
Episode 3



Kriiiiiing.....


Bel masuk kembali berdering, mereka masuk kedalam kelas masing-masing. Derel menghela nafas untuk mengatakan perasaannya nanti, kelas pun mulai belajar.


"Woi siapa yang mau daftar jadi ketua osis, dan wakilnya nih. " ucap ketua kelas pada yang lain.


"Lo aja yang daftar murid baru. " sahut bendahara.


"Ehh kok gue, gue baru masuk udah kalian suruh jadi osis. " balas Arkya tak terima.


"Ya gak papa, asal memenuhi syarat untuk jadi osis. " ucap Verel juga mendukung.


"Emang yang lama kemana? " tanya Arkya dan Arzya menepuk bahu kembarannya.


"Dia diDO, makanya Osis kosong. " jawab Arzya dan menatap kembarannya.


"Hmm, apa ada ruangannya? " tanya Arkya dan menatap yang lain.


"Ada, mumpung jam kosong. Sekarang aja liatnya," Sahut sekertaris dan menatap Arkya.


"Biar gue sendiri aja, lo pada dikelas aja dan tunjukin ruangannya. " balas Arkya dan yang lain mengangguk.


"Disamping ruang kepala sekolah, agak ujung dipintu tulisannya Ruang Osis. Hati-hati ada hantunya, " sahut Haical dan mendapat jitakan dari Verel.


"Lo nakut-nakutin anak orang aja. " balas Verel dan Haical nyengir.


"Gue gak takut ama gituan, tapi kalau elo nakutin Arzya mungkin. " ucap Arkya dan lari keluar kelas.


"Abang lo buka aib gue. " teriak Arzya dan gelak tawa dari yang lain.


Ditempat Arkya...


Arkya masuk kedalam ruangan osis yang mulai usang, Arkya menatap sekeliling. Dan mendekati kursi ketua osis yang kotor akibat debu, Arkya melihat foto seluruh guru dan menanggap foto Laras yang diantara osis.


Laras berdiri dipintu hendak masuk, tapi diurungkan karena melihat Arkya ditempat osia.


"Ngapain lo disini? " tanya Laras ketus dan Icha disampingnya.


Arkya terkejut dan menoleh keasal suara, mendapati gadis yang ia tolong dikantin tadi. "Gue pengen liat-liat aja, elo sendiri ngapain disini? " tanya Arkya dan menatap keduanya.


"Bukan urusan lo. " jawab Laras dan jalan masuk lalu menuju mejanya sendiri.


"Elo Arzya kan? " tanya Icha dan mendekat, lalu berdiri didepan meja osis.


Arkya mengulurkan tangannya kearah Icha, Icha pun menjabatnya dan tersenyum. "Kenalin gue Arkya, bukan Arzya kita kembar 10 menit. Nama lo siapa kalau boleh tau? " tanya Arkya dan tersenyum.


"Gue Icha Novita Wati, salam kenal Arkya. Gimana caranya bedain kalian? " tanya Icha dan melepaskan uluran tangan.


"Cha balik yuk, urusan gue udah selesai. " sahut Laras dan menarik tangan Icha keluar ruang osis.


(Manis. ) batin Arkya dan keluar ruangan.


SIANG PUN DATANG....


Direstoran....


Setelah pulang sekolah Laras, Icha, Ghia, vita dan Indri langsung kerestoran. Indri berkerja direstoran memilik Arkya, Para cowok pun datang dan duduk dipojokan.


Icha dan Ghia menghampiri meja mereka, dan menyerahkan menu. Mereka mendongak dan terkejut melihat Icha direstoran.


"Loh Cha, lo kerja disini juga?" tanya Verel dan melihat menu.


"Iya, buat biaya sekolah. " jawab Icha dan mencatat pesanan.


"Ghia gue yang biasa ya. " sahut Indra dan tersenyum kearah Ghia.


"I-iya Dra, lo tunggu ya. " balas Ghia dengan gagap, pasalnya mereka saling suka tapi takut untuk mengutarakan.


"Udah semua, gak ada lagi? " tanya Icha dan menatap Arkya yang sibuk main game.


"Gak ada, itu aja. " jawab Derel dan keduanya mengangguk, lalu pergi untuk menyiapkan pesanan.


"Kya lo kenapa cuek banget ama cewek sih? " tanya Indra dan Arkya menatapnya dengan bingung.


"Loh Arkya kapan pulang kejakarta? " tanya Sofia dan menata makanan.


"Kemaren tante, emang bunda gak ngabarin tante? " tanya Arkya dan membantunya.


"Bunda mu itu kalau udah sibuk mana ingat ama kita. " jawab Sofia dan sikembar terkekeh melihat wajah Sofia cemberut.


Para pelanggan pun berkurang, membuat cucian piring makin banyak. Icha, dan kawan-kawan langsung mempereskan meja.


"Maafin bunda ya tante. " sahut Arzya dan minum jus.


"Gak papa, makan dulu kami tinggal ya. Mau berberes juga. " sahut Sasa diangguki yang lain.


Selesai makan, para cewek belum selesai berberes. Para cowok pun berniat membantu, mereka pun bagi tugas. Arkya dan Arzya memperebutkan alat pel membuat yang lain terkejut.


"Gue yang pel, lo ngelap meja sana. " sahut Arkya merampas alat pel.


"Ck curang lo bang. " balas Arzya dan kesal, tapi menurut mengelap meja.


"Lo tuh yang curang, ngajakin balapan tapi lo duluan yang jalan. " sahut Derel dan Arzya melempar kain lap.


"Berisik lo. " balas Arzya dan Verel merangkul bahu keduanya.


"Dari pada kalian ribut ngak jelas, mendingan balapan gimana biar cepat selai. Yang lain liatin lo berdua kerja aja, yang kalah harus mau jadi osis. " sahut Verel.


"Terus yang menang ngapain? " tanya Indra ikut ninbrung.


"Yang menang jadi ojek untuk kita semua selama lima hari, gimana? " tanya Verel dan sikembar melepaskan rangkulan, mereka saling tatap bicara lewat telempati.


"Oke kita mau. " jawab sikembar serempak, membuat yang lain menganga, Sasa mengirim pesan ke Ratih.


Sasa.


"Ratih buruan kesini. "


Send.


^^^Ratih.^^^


^^^"Ada apa sih? "^^^


^^^Send.^^^


Sasa.


"Cepetan kesini, lo bakalan liat pertunjukan dari anak kembar lo nich. "


Send.


^^^Ratih.^^^


^^^"Oke. "^^^


^^^Send.^^^


Chat pun berakhir, yang lain mulai meninggalkan pekerjaannya. Sikembar mulai mengambil lap dan pel lan lantai, yang lain berdiri sibelakang kasir. Mobil Ratih sudah didepan, si empu langsung lari masuk kedalam. Tapi sampai pintu masuk dan melihat putra kembarnya saling tatap.


"Mulai. " teriak Verel dan keduanya pun dengan cekatan mengepel, dan mengelap meja  Arkya menggunakan silatnya untuk menendang kursi agar telihat rapi ditempatnya.


Laras dan kawan-kawan menganga melihat kecepatan si kembar, Arzya juga berlari dari ujung ke ujung untuk mengepel. Saat selesai keduanya tos, dan keringat berjujuran Arkya melepaskan jaketnya.


Arzya juga melepaskan kaosnya membuat para cewek berteriak,"Ayo kita kedapur. " ucap keduanya serempak, dan lalu lari kedapur.


Para penonton mengikuti keduanya, termasuk Ratih yang ikut kepo. Mereka mengintip dari pintu dan memunculkan kepalanya, wajah para  cewek menganga menatap si kembar yang cekatan.


"Finis, gue yang menang. " teriak Arzya dan langsung keluar dapur, diikuti Arkya yang sudah selesai dan duduk dimeja.


"Ck, itu keberuntungan lo aja kali. " sahut Arkya dan kesal, dirinya harus menjadi ketua osis.


Bersambung.....