
"Tapi ntar lo susul ya Cha. " ucap Derel lagi dan Icha hanya diam, Derel pun keluar kelas untuk makan.
"Hmm. " balas Icha dan Derel keluar kelas yang sudah ditunggu Vita.
"Icha gak ikut Rel? " tanya Ghia melihat Icha melamun.
"Dia gak ***** makan, dan lebih tepatnya gak mau ketemu Arkya. " jawab Derel dan jalan menuju kantin.
Ting...
Ponsel Icha berdeting singkat pertanda chat masuk, dengan cepat Icha membuka pesan itu dan membacanya.
✉ : Keylamacan.
"Ketua jangan biarkan Arzya melihat berita seorang mahasiswi dari amerika, terkena siraman air panas. Nanti dia cemas dan khawatir. "
Send.
Tanpa membalas pesan Keyla, Icha keluar kelas dan lari menuju kantin dan menabrak beberapa murid. Sesampainya disana semua terlambat Arzya sudah pucat, sambil memegang ponselnya.
"Zya! " panggil Icha membuat yang lain menoleh, Arzya lekas berdiri dan berhambur kepelukan Icha.
"Cha gue takut dan khawatir dengan Indri, gu-gue mau nyusul Indri. " sahut Arzya dan mereka ditontonan kantin.
"Jangan gila, gak ada penerbangan mendadak Zya. Tenang dulu gue tanya sama Keyla, sudah tenanglah semuanya baik-baik aja. " balas Icha dan melepaskan pelukannya.
Icha mendudukan Arzya, Icha duduk disamping Ghia, dan Arkya. Derel menepuk bahu Arzya supaya tenang, Indra juga merangkul Arzya.
"Jangan berpikir negatif, Indri gak papa oke sekarang lo makan dulu. Cacing lo udah demo minta makan," sahut Derel menyodorkan bakso Arzya.
"***** makan gue ilang Rel. " balas Arzya dan menatap bakso dengan hambar, Icha mengambil mangkuk lalu menyuapi Arzya.
"Makan atau gue putusin kembaran lo. " ancam Icha membuat Arkya tersedak.
"Huks, huks. " batuk Arkya dan mengambil jus, lalu meminumnya hingga setengah. Arzya tak menolak dan menerimanya, Icha menyuapi Arzya dengan telaten setelah habis ia mengirim pesan keKeyla.
^^^✉: Ketua.^^^
^^^"Kalian dimana? Gimana keadaan Indri saat ini? Urus semua kuliah dan mengakulah jika dirimu adalah dosen privatnya. " ^^^
^^^Send^^^
✉ : Keylamacan.
^^^Send.^^^
^^^✉ : Ketuamacan.^^^
^^^"Aku tunggu kalian direstoran, ada yang ingin kutanyakan pada kau Key. "^^^
^^^Send.^^^
✉ : Keylamacan.
"Oke ketua. "
Send.
Chat pun berakhir Arkya meraih tangan Icha yang disamping Ghia, Ghia yang melihat itu langsung menarik tangan Icha untuk diraih Arkya. Icha menarik tangannya dan langsung berdiri, lalu menuju kelas dengan cepat Arkya memgejarnya.
"Hemster aku minta maaf. " sahut Arkya dan menarik tangan Icha, hingga kedalam pelukannya.
"Jelaskan diresto saja., aku males liat kau Kutub. " balas Icha dan melepaskan pelukannya, lalu lari menuju kelas.
SIANG PUN DATANG....
Indri, Keyla serta lima orang sudah direstoran, Chika yang melihat wajah putrinya diperban pun sedih melihat kondisi anaknya. Indri nangis histeris dipelukan Chika, Arkya dan yang lain dalam perjalanan kerestoran.
"Ma Indri malu ketemu Arzya ma. " ucap Indri sesekali senggukan.
"Kenapa malu sayang? " tanya Chika dan menatap yang lainnya.
"Karena luka bakar diwajah Indri ma. " jawab Indri dan memeluk Chika.
Arzya memeluk Indri dari belakangn, si empu terkejut dan dapat mencium bau farfum milik Arzya.
"Jangan pernah malu bertemu denganku, karena aku menerima apa adanya sayang. " sahut Arzya dan yang lain pun duduk sambil makan.
Jangan lupa like dan vote...