
...Murid baru....
PAGI PUN DATANG....
Dikediaman Arkya.....
Sikembar tidak jadi tidur terpisah, mereka satu kamar sebagai ucapan terima kasih Kinara terhadap Kirana. Pagi ini Kinara yang terbangun karena mimpi bertemu dengan Icha, yang memberikan dirinya jam berwarna hitam untuk Kirana juga ada tapi nanti diberikan oleh Arkya.
"Kak bangun udah pagi. " ucap Kinara mengguncang tubuh kembarannya.
"Iya, duluan mandi. " balas Kirana yang masih pejamkan mata, setelah mendengar ucap Kirana ia pun langsung turun dan mandi.
15 menit berlalu....
Kinara sudah selesai melaksanakan ritualnya, Kirana langsung lari kekamar mandi karena kebelet.
"Kinara, Kirana bangun sayang. " teriak Ratih dari luar.
"Ya oma udah bangun ini. " sahut teriak Kinara langsung keluar kamar, sambil menenteng tas jaket serta sepatu roda.
Setelah didapur Kinara langsung duduk dimeja makan, sambil memasang dasinya lalu Taufan datang dengan pakaian santai.
"Pagi Kinar dan oma. " sapa Taufan dan duduk dihadapan Kinara.
"Pagi oppa. " balas keduanya serempak, Ratih menyimpan sup dimeja dan Kirana serta Arkya datang.
"Kinar gue nebeng ya. " sahut Kirana membuat Kinara menghentikan aktivitasnya yang mengikat rambut panjangnya.
"Nebeng, caranya gimana Kiran? " tanya Kinara dan kembali mengikat ujung rambutnya.
"Kan lo pakek mobil kesekolah. " jawab Kirana dan Kinara tertawa.
"Hahahha, kagak juga kak. Bukan ayah gak beliin mobil atau motor, cuma kesekolah jalan kaki kak pakek sepatu roda. " ucap Kinara membuat Kirana menghela nafas.
"Ayo sarapan dulu, ntar oppa antar aja ya biar gak pakai sepatu roda. " sahut Taufan melihat Kirana murung.
"Emm ntar pulang sekolah gue ajarin lo pakek sepatu roda gimana? " tanya Kinara sambil makan yang sudah disiapkan.
"Bener lo mau ajarin gue? " tanya balik Kirana dan semangat, Arkya tersenyum melihat keakraban keduanya.
"Iya, dah makan keburu telat. Emm oppa gak sibuk anterin Kinar dan Kiran? " tanya balik Kinara sambil makan, Ratih dan Arkya sudah selesai makan.
"Gak papa telat dikit, kan bos kan ayah. " sahut Arkya menatap Taufan.
"Tentu saja. " balas Taufan dan mereka pun bersiap kesekolah.
Yusra dan yang lain sudah disekolah, mereka nunggu Kinara yang belum datang. Mereka belum tau kalau Kirana juga ikut sekolah, sikembar jalan santai dikoridor semua mata menatap Kinara yang ada dua.
"Kinara sini. " teriak Arshi dan melambai, si kembar pun mendekat berhenti didepan kelas Kinara.
"Kinar gue ke tempat kepala sekolah dulu. " pamit Kirana dan Kinara mengangguk.
"Hati-hati nyasar lo kak, samping ruang osis tuh ruangannya. " ucap Kinara dan Kirana pun jalan menuju ruang kepala sekolah.
Kinara pun masuk kelas sambil menyimpan tasnya dimeja, Devan juga mengikuti Kinara dan duduk disamping Kinara sambil main game.
"Kinar dia juga sekolah ama kita? " tanya Devan tanpa mengalihkan pandangannya.
"Iya, lo gak suka apa gimana? " tanya balik Kinara yang membenarkan dasinya.
"Bukan gak suka, tapi dia dingin dan datar loh Kinar. " jawab Devan dan menatap Kinara sekilas.
"Gak usah dipikirin, kan baru balik kemaren jadi wajar aja. " ucap Kinara dan Arshi duduk disamping Kinara.
"Temen kita nambah satu orang lagi. " sorak Arshi dan bel pun berdering, semua siswi berhambur masuk kedalam kelas.
2 Jam kemudian.....
Kriiiing.....
Bel istirahat pun berdering, semua murid berhamburan menuju kantin para cewek dan cowok berpisah tempat duduk. Aksa menatap Kinara yang sedang memesan makanan, sebenarnya Aska menaruh hati dengan Kinara tapi takut utarakan.
"Ska dari tadi gue perhatiin liatin Kinara mulu, naksir lo? " tanya Dammy dan memakan baksonya lagi.
"Entahlah, gue juga bingung. " jawab Aska dan minum jusnya.
Kejora juga menatap kearah para cowok, matanya bertemu mata dengan Aldi yang juga melihat kearahnya. Keduanya saling melempar senyum, hal itu membuat jantung Kejora berdebar.
"Jora lo kenapa senyam senyum gak jelas gitu. " sahut Arshi dan menatap Kejora.
Kejora tersentak,"ka-kagak papa kok. " balas Kejora dan makan somaynya lagi.
"Gue kira lo liatin Aldi. " sahut Safira dan mengaduk jusnya.
Yusra dan para cowok pun bangkit untuk membayar makanan, dengan sengaja Devan mengacak-acak rambut Safira.
"Dev rambut gue rusak ini, resek lo ah. " sewot Safira dan menatap Devan yang sudah keluar kantin.
Jangan lupa like dan vote....