
Icha pun keluar kamar, lalu membuat jus dan matanya mencari Arkya. Setelah ketemu Icha terkejut melihat tungannya dipeluk musuhnya, semua yang disana juga terkejut melihat Icha.
Arkya mendorong gadis itu, dan berlindung dibalik punggung Icha. Gadis itu tersenyum licik, dan menatap yang lain dengan tatapan remeh.
"Ternyata disini persembunyian ketua macan biru, yang bisu bahkan tak pernah ngalah sama gue. " sahutnya bernama Lilis.
Icha mengangkat gelas yang ia pegang, lalu meremasnya dengan kuat hingga
Praaaang....
Gelas pun pecah, membuat yang lain menganga tak percaya. Arkya juga terkejut melihat Icha, Lilis malah mendekati Icha lalu menyerangnya dengan brutal. Icha mendorong tubuh Arkya agar menjauh, dan menghajar wajah Lilis hingga berdarah.
"Sial, lo tinggalin tunangan lo. Atau gue rebut dengan paksa, lebih baik lo serahin baik-baik ke gue. " ucap Lilis membuat yang lain kembali terkejut.
"Lebih baik gue gak pacaran, dari pada gue ama lo cih. " sahut Arkya dengan dingin.
"Lo lebih memilih gadis bisu ini, dari pada ama gue hah. " balas Lilis membuat Laras geram.
"Siapa sih lo? Dateng-dateng lo bikin onar kayak gini, diresto orang lagi dasar gak tau malu. " geram Laras dan Lilis berbalik melihat wajah Laras.
"Gue itu ketua geng macan tutul yang sadis, bahkan gue bisa rebut pacar lo itu. " ucap Lilis dan tersenyum sinis.
Deg....
(Astaga, dia ini gak ada kapoknya apa. Lama-lama gue suntik bisu baru tau rasa. ) batin Icha kesal.
Icha jalan dan bediri dihadapan Laras, dan menatap tajam Lilis. Tangan sambil menunjuk kearah pintu, bermaksud mengusir Lilis.
"Gue gak akan pergi, sebelum bertarung sama lo. " ucap Lilis dan Icha mengeluarkan suntikan berisi obat kearah leher Lilis. Membuat si empu merinding.
Lilis mundur perlahan, dan Icha terus mendekatinya dengan senyuman menakutkan. Lilis terus mundur, Zizi dan Zaza datang langsung menyeret Lilis keluar restoran.
Suasana kembali hangat, Arkya menepuk bahu Icha membuat siempu menoleh. Dan menggaruk tekuknya yang tidak gatal, lalu melirik kearah yang lain yang menatapnya penasaran.
"Ke-kenapa natap gue kayak liat setan? " tanya Icha gagap.
"Lo hutang cerita kekita semua, kita temenan udah lama kenapa lo sembunyiin ini dari kita. " jawab Derel.
"Panjang ceritanya, kalau gue ceritain mungkin selesainya bakalan lama. " ucap Icha dan jalan melewati Arkya.
Arkya memeluknya dari belakang, membuat Icha menoleh dan terkejut melihat Arkya nangis.
(Aku sayang kau hemter, jangan bikin gue serangan jantung napa sih. ) balas batin Arkya.
"Ehmmm, dunia milik berdua. " sahut Zizi dan Zaza dengan serempak, membuat yang lain menatap keduanya.
"Lepasin kutub, aku mau makan. " ucap Icha dan melepaskan pelukannya.
"Aku masakin ya. " pinta Arkya membuat Icha menatapnya.
"Emang bisa? " tanya Icha penasaran, Arkya mengangguk lalu menuju dapur untuk memasakan Icha.
"Nona Icha tanganmu berdarah, apa dia melakukan sesuatu padamu? " tanya Zizi dan menarik Icha untuk duduk, lalu mencabut pecahan kaca.
"Tidak ada, tapi dia meluk tunanganku dan aku langsung meremas gelas yang aku pegang. " jawab Icha.
Zaza membersihkan pecahan gelas, lalu membuangnya ketempat sampah. Dan Indri mengambil gitar untuk memainkannya, Icha menatap Indri dengan perasaaan iba.
"Verel sampai kapan lo gantungin Indri hah? " teriak Icha kesal.
Jreng....
"Percuma Cha, lo tanya dia. Dia udah punya pacar, lebih baik gue jomblo aja selamanya. " sahut Indri membuat Verel terkejut.
"Kagak, lo salah lihat Dri. Gue gak ada punya pacar," bantah Verel membuat yang lain bingung untuk membela yang mana.
"Udahlah, lo gak usah ngelak lagi Rel. Bahkan gue liat lo cium kening, saat udah sampai rumah. " ucap Indri tersenyum kecut.
Zaza menepuk bahu Indri, membuat siempu menoleh."Cowok masih banyak yang baik diluaran sana, gak usah sedih gitu. " sahutnya.
"Lo siapa? " tanya Indri dan menghadap kearah yang lain.
"Gue pita suara nona Icha, atau lebih tepatnya tangan kanan macan biru. " jawab Zaza dan Arkya menberikan masakannya ke Icha.
Setelah itu para pelanggan datang, membuat Zizi dan Zaza juga ikut membantu. Indri juga menghindari Verel, membuat Verel murung mereka segera Alihkan kepekerjaan.
Akhirnya selesai juga.....
Jangan lupa komen ya.....