
MALAM PUN DATANG.....
Dikediaman Leo....
Aska duduk dimeja belajarnya sambil menatap obatnya yang sudah habis, Aska juga memegang dada sebelah kirinya yang mulai nyeri.
"Huks, huks. " batuk Aska mulai kambuh lagi, dan mengakibatkan batuknya disertai darah.
(Apa ini akhir hidupku? ) batin Aska dan menatap foto Kinara yang ia bingkai.
Setelah batuknya reda Aska mengambil kertas serta pulpen, belum sempat menulis pandangannya mulai kabur dan
Buagg...
Leo yang akan kedapur mendegar suara yang jatuh, Leo langsung melihat ke kamar sang putra karena felingnya tak enak.
"Askaaaa.. " teriak Leo dan memangku kepala Aska.
Zizi yang mendengar teriakan sang suaminya, langsung menghampiri suminya yang dikamar Aska.
"Mas kenapa dengan Aska? " tanya Zizi dan terkejut melihat darah ditangan Aska.
"Mas juga gak tau, tadi udah kayak gini. Telfon Derel sayang. " jawab Leo terus mengguncang tubuh Aska.
"Iya mas. " ucap Zizi dan lari keluar kamar untuk mengambil ponselnya, setelah itu dengan tangan gemetar menelfon Derel.
"Hallo Zi ada apa? " tanya Derel langsung.
"Rel buruan kesini Aska pingsan Rel. " jawab Zizi sambil menangis.
"Apa? Oke gue kesana lo tenang jangan panik. " ucap Derel dan terkejut.
"Oke, cepetan ya Rel. " balas Zizi dan lari kembali kekamar Aska saat telfon dimatikan Derel.
Zizi menangis tersendu-sendu dan langsung bersimpuh disamping ranjang Aska, lalu menggenggam tangan anaknya dan Leo mengelus bahu Zizi agar tenang.
"Sudah telfon Derel sayang? " tanya Leo dan mencoba tenang.
Derel datang dengan Vita dan Safira, mereka langsung masuk dan Derel berlari menaiki tangga menuju kamar Aska.
"Apa Aska sudah sadar? " tanya Derel diambang pintu dan jalan mendekat.
"Belum Rel, gue takut Aska pergi. " jawab Leo dan Zizi bangkit untuk membiarkan Derel memeriksa Aska, Leo juga menyingkir dan merangkul Zizi yang masih menangis.
Derel memeriksa tubuh Aska yang mulai dingin, Derel kembali memeriksa denyut nadi Aska yang dileher ditangan. Tapi semuanya nihil detak jantung Aska juga sudah berhenti, Derel bangkit lalu menekan dada Aska tapi nihil juga hingga membuat Derel menyudahi pemeriksaan.
"Gimana mas Aska gak papa kan? " tanya Vita yang memeluk Zizi.
Derel menatap Vita, Zizi dan Leo sambil menggeleng. "Aska sudah kembali kesang kuasa. " jawab Derel membuat semuanya terkejut.
"Enggak, gak mungkin Aska pergi Rel. " sahut Leo dan menghampiri Derel, langsung menarik kerah Derel.
"Tenang, gue gak bohong dan sakit yang derita Aska sudah parah hingga kejantung. Ichi juga gak dapat pendonor, iklasin aja kepergian Aska. " balas Derel dan melepaskan tangan Leo dan memeluknya.
Setelah itu Zizi dan Vita mengabari yang lain, dan Leo serta Derel menutup jenazah Aska dengan kain putih setelah melipat tangan Aska berada didadanya. Kinara juga pingsan ditempat mendengar sang pujaan sudah tiada, para cewek juga ikut menangis dan datang kerumah Leo jenazah Aska dimakamkan besok pagi.
Akhirnya selesai juga....
Jangan lupa like dan vote ya gaes...
Akan datang juga cerita yang selanjutnya yaitu...
***Akan segera hadir dinovelltoon.
Selamat ditunggu ya gaes....
Atau mungkin akan aku ketik dulu disini ya sampai cerita ini selesai...
Likr yaang banyak yaa gaes, dan terus ikuti ceritaku ya gaes. Boleh komen apa aja***.