Ketosku Loveku

Ketosku Loveku
Episode 55



Arkya dan yang lain pun memelankan permainnannya, Laras juga ikut memainkan piano milik Verel.


"Kini ku menemukanmu, diujung waktuku patah hati. " sahut Derel dan menatap Vita, lalu jalan menuju tempat Vita.


"Lelah hati menunggu, cinta yang selamatkan hidupku. " balas Indri dan Laras serempak.


"Oh, oahhhhh. " ucap para cowok dan makin cepat maainkan gitarnya.


"Kiniku menemukanmu,  diujung waktuku patah hati. " balas Icha dan Ghia juga serempak.


"Lelah hati menunggu, cinta yang selamatkan hidupku. " ucap Vita dan Derel serempak.


"Kini ku t'lah bersamamu, berjanji tuk sehidup semati. Sampai akhir sang waktu, kita bersama tuk selamanya. Sampai akhir sang waktu kita bersama tuk selamanya. " balas Indri dan Arzya serempak dan saling salah tingkah.


Icha langsung lari menuju toilet, karena kebelet dan membuat yang lain terkekeh Verel meraih tangan Laras, lalu menciumnya membuat Laras terkejut.


"Rel lo mau nga-ngapain sih? Jangan bikin malu kenapa? " tanya Laras merasa risih.


"Ada yang ingin ku sampaikan. " jawab Verel dan merogoh sakunya untuk mengambil sesuatu.


"Katakan saja. " ucap Laras dan melihat gelagat Verel.


"Gaes jadi tidak dengan rencana kita, yang udah disusun? " tanya Verel pada laki-laki, membuat orang tua bingung.


"Astaga gue lupa, apa sudah siap barangnya? " tanya Arzya dan menarik tangan Indri untuk berdiri.


"Sudah. " jawab Indra, Verel, dan Derel serempak. Lalu menarik tangan Vita untuk berdiri.


Mereka bertiga menatap para pasangan, karena sudah meminta izin dari orang tua masing-masing.


Indra tersenyum menatap Ghia, Arzya, Derel dan Verel mengeluarkan kotak cincin yaang mereka pilih kemarin.


Arzya, Derel dan Verel berjongkok dan membuka kotak cincinnya, membuat para cewek menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


"Mau kah kau menjadi tunanganku? " tanya Arzya, Derel, Verel serempak.


"Ak-aku mau. " jawab Vita, dan Laras. Indri masih diam dia bingung harus menjawab apa, membuat Arzya berdiri dan menutup kotak cincinnya.


"Hmm ya udah gak usah dijawab sekarang, gue minta maaf dan gue tunggu jawaban diliburan nanti. " ucap Arzya dan tersenyum.


"Maaf belum bisa jawab, tapi beri aku waktu dan aku janji akan menjawabnya. " balas Indri dan memeluk Arzya.


Deg...


Degg...


"Zya beri saja kesempatan, dari pada tidak dijawab. " saran Taufan dan Arzya mengeratkan pelukannya.


"Baiklah, gue bakalan tunggu. " ucap Arzya dan menerima saran dari sang ayah, sambil melepaskan pelukan.


MALAM PUN DATANG....


Dikediaman Taufik....


"Indri kamarnya gimana? Suka gak atau mau dirubah lagi? " tanya Chika menecah keheningan.


"Suka kok tante, hanya catnya aja yang kurang Indri suka. Tapi engak usah dikanti," jawab Indri dan makan lagi.


"Kok Tante sih, kan disuruh panggil mama tadi. " protes Chika dan cemberut.


"Hehe iya maaf Tan- ehh mama maksudnya. " ucap Indri dan tersenyum canggung, lalu menaruh sendok karena sudah selesai makan.


Chika, Derel dan Taufik juga selesai makan, Chika dan Indri membereskan meja makan dan dicuci. Derel memainkan ponsrlnya dan Taufik merasa curiga dengan Indra.


"Rel Indra punya orang tua? " tanya Taufik dan Derel menatap sang papa yang duduk didepannya.


"Hmm ada pa, tapi di australia dan punya adik dua juga rencananya sih habis liburan datang kesini mau minang Ghia kalau gak salah. " jawab Derel.


"Darimana lo tau bang? " tanya Indri yang diam.


"Indra sendiri yang bilang, udah Derel mau kekamar dulu. " jawab Derel dan pamit menuju kamarnya yang ada disamping kamar Indri.


"Bang gue belum selesai nanya ini, resek lo bang. " teriak Indri kesal melihat Derel naik tangga.


"Udah jangan ribut, susul sana cari kekamarnya. " sahut Chika, dan Taufik sudah jalan menujuruang kerjanya setelah mendapat data dari Anji.


"Ih ogah ma, ntar Indri diapa-apain ama dia. " balas Indri dan jalan menuju ruang tamu, lalu menonton tv disusul Chika.


"Gue juga gak doyan ama lo, gue udah punya Vita. " ucap Derel yang ternyata di anak tangga.


"Derel jangan gitu, mama mau masuk dulu ya. Capek soalnya ya jangan bertengkar, kalian bukan teman lagi tapi saudara. Paham? " tanya Chika sambil menatap keduanya gantian.


"Paham ma. " jawab keduanya serempak, dan Chika menaiki tangga menuju kamarnya.


"Dek! " panggil Derel dan jalan menghampirinya.


"Ya bang. " sahut Indri dan menoleh kearah Derel.


"Mau kuliah dimana dek, bareng ama abang dan yang lain kan? " tanya Derel duduk disamping Indri.


"Maaf bang, gue mau kuliah diAustralia bang biar bisa bikin keluarga baru gue bangga. " jawab Indri dan menatap kearah tv.


"Terus Arzya gimana? Kapan berangkat? Dan udah ada biayanya? " tanya bertubi-tubi Derel.


"Satu-satu nanya bang, gue titipin ama kalian dan berangkat setelah liburan bang. Terus biaya minjem ama Icha bang. " jawab Indri dan mematikan tv.


"Kenapa gak bilang ama papa aja, biar dibantu biayanya? " tanya Derel lagi.


"Gue masih malu Bang, baru jadi anak udah minta uang ntar kira cuma mau uangnya doang lagi. Dah gue mau tidur capek, selamat malam abang. " jawab Indri dan pamit, lalu menuju kamarnya.


"Selamat malam juga adek. " balas Derel dan kembali masuk kekamarnya.


Akhirnya selesai juga....


Jangan pernah bosen ya gaes...