Ketosku Loveku

Ketosku Loveku
Episode 77



..."Sebenarnya aku berat membiarkanmu jauh dariku, tapi aku tak ingin dikatakan egois bukan aku tak ingin kau mencapai impianmu. Aku takut kau berpaling pada gadis lain yang disana, aku percaya padamu ketakutanku masuk kerelung hatiku. Hal itu yang membuat aku takut kehilanganmu sayangku," ...


...Icha dan Vita....


...Keberangkatan Derel dan Arkya....


PAGI PUN DATANG....


Dikediaman Taufan....


Arkya sudah bersiap-siap dibantu Arzya, Icha sedang membantu Ratih membuat sarapan. Karena terlalu pagi makanya mereka sarapan lebih dulu, Ratih kekamar untuk membangunkan Taufan dan Arkya turun menuju dapur setelah bersiap dan mendorong koper.


Arkya meletakkan koper dan jalan mendekati Icha yang menata piring, Arkya memeluk Icha dari belakang. Icha merasakan bahunya basah, dan langsung menoleh kebelakang.


"Kenapa pagi-pagi udah nangis sih hmm? " tanya Icha.


"A-aku ngak mau jauh yang. " jawab Arkya dan Icha melepaskan pelukannya, lalu menangkup wajah Arkya dengan kedua tangannya.


"Aku juga sama sayang, tapi kau jauh kan buat belajar bukan jalan-jalan. " ucap Icha, Taufan, Arzya dan Ratih serta Rayen mengintip dari pintu dapur.


"Ta-tapi... " ucapan Arkya menggantung karena jari telunjuk Icha dibibirnya.


"Sstt, aku bakalan nungguin kau pulang. Meskipun Arzya dan yang nikah duluan gak papaa, aku tungguin kalau perlu aku kuliah lama juga gimana? " tanya Icha dan menatap Arkya.


"Emang lo bisa nungguin kembaran gue? " tanya Arzya dan duduk dimeja makan.


"Wahh lo ngeremehin gue, kita buktikan aja dulu. " jawab Icha dan menuntun Arky duduk.


"Gimana kalau kita taruhan. " ajak Arzya dan


Pletak...


"Auhhh sakit kampret, makanlah gue ngampus jam 8. " sahut Arzya membuat yang lain geleng-geleng, lalu mereka pun makan.


Setelah makan mereka bersiap untuk kebandara, Icha satu mobil dengan Arkya dan Arzya. Dan Icha yang menyetir, lalu melihat mobil Derel ia pun menyalip  mobil Derel membuat Arzya meleletkan lidah kemobil Derel.


Dibandara....


Mobil Derel dan Icha sampai diparkiran, diikuti yang lain mereka pun turun lalu mengeluarkan koper Derel dan Arkya. Setelah itu mereka membeli tiket untuk kejerman, setelah dapat mereka menuju pesawat.


"Mama, papa Derel pamit ya mau sekolah lagi. " pamit Derel ke Taufik dan Chika.


"Jaga diri ya, jangan lupa makan dan yang lain oke. terus jaga hati ya, kalau udah sampai kabarin ya. " ucap Taufik menepuk bahu Derel.


"Pasti pa, mama jagain Indri ya dan juga Vita yang Derel sayang. " balas Derel lalu meneluk Chika yang menangis.


Arkya sudah berpamitan dan menunggu Derel yang memeluk Vita agar tidak menangis lagi, setelah pelukan Vita memberikan kado besar untuk Derel.


Derel menarik koper dan jalan mendekati Arkya yang sudah menunggunya, keduanya melambai dan jalan menuju pesawat. Icha mengelus punggung Vita yang senggukan, Icha menarik tangan Vita untuk lari mengejar keduanya dan berhambur memeluk keduanya dari belakang.


"Cepetan pulang sayang. " sahut Vita dan Derel berbalik lalu memeluk Vita dengan erat.


"Belajar yang bener, jaga diri dan aku janji bakalan pulang cepat. " balas Derel dan Vita melepaskan pelukannya.


"Hmm baiklah, aku bakalan tungguin kau yang. " ucap Vita dan Derel menghapus air mata Vita, lalu mencium bibir Vita dengan lembut.


"Aku berangkat ya sayang. " pamit Derel dan Vita mengangguk, Derel menarik kopernya untuk menaiki tangga pesawat yang diujung ditunggu Arkya.


Pesawat pun lepas landas Arkya dan Derel duduk sesuai dengan nomor tiket, Vita dan Icha menatap pesawat yang terbang menjauh. Mereka pun kembali tempat yang lain, dan masuk mobil untuk kuliah kecuali Icha.


Jangan lupa like dan vote...