
..."Aku akan mengungkapkan perasaanku saat ini, tak peduli dengan kau menolakku. Setidaknya aku mengatakan cintaku padamu, aku sudah menghapus semua masa laluku dan aku akan mencintai Hemsterku saja yang cantik. " ...
...Arkya Raufan Azzura....
Ungkapan perasaan Arkya terhadap Icha.
PAGi PUN DATANG...
1 Minggu kemudian....
Tak terasa sudah satu minggu Icha dirawat, tangan kanannya sudah pulih dan soal belajar Icha melalui Online. Semenjak malam itu Icha sedikit menjauh, tapi Arkya terus mendekati Icha.
Karena hari ini hari minggu, maka semua sahabatnya berkunjung. Dan membantu Icha berberes karena sudah dizinkan pulang.
"Cha woi bocah, ngapain lo bengong pagi-pagi. " teriak Vita dan melihat gelagat Icha yang diam
"Heh, bisa gak lo gak usah teriak sakit telinga gue. " sewot Icha kesal.
"Abis lo sih ngelamun, lo mikirin apa sih ha? " tanya Laras yang duduk disamping Indri.
"Gak mikirin apa-apa kok. " jawab Icha bohong dan tersenyum.
"Lo gak bisa bohong Cha, gue tau lo ada rasa sama si beruang kutub. Tapi lo ngak mau akui itu, gue juga rasain perasan itu dengan Verel. " ucap Indri.
"Bucin lo. " sahut Ghia yang diam saja, sambil memainkan ponselnya. Icha diam dan tidak menyadari kedatangan para cowok, dan
Dooor...
"Verel. " pekik semuanya dikejutkan Verel kecuali Icha yang sibuk melamun, ntah melamunkan apa hanya tuhan yang tau.
Arkya memeluk tubuh Icha, membuat si emput tersentak dan melirik kebelakang. "Kutub lo bikin gue kaget, kalau gue jantungan gimana. " pekik Icha dan mengambil bantal.
Lalu berbalik dan memukuli Arkya dengan batal, Arkya hanya meringis dan mencoba menghindar.
"Aduh, ampun buk dokter. Kau melalukan KDRT, dengan calon pacarmu. " ucap Arkya dan yang lain bukan menolong malah tertawa terbahak-bahak melihat ketosnya dianiyaya Icha.
"Bodo amat. " balas Icha dan melemparkan batal yang ia pakai tidur kearah Arkya.
"Galak amat neng, lagi dapet ya? " tanya Arzya membuat Laras melototinya.
"Singa lo keluar Cha. " jawab Derel dan Verel serempak, dan Icha siap melayangkan boneka yang dibelikan Arkya lima hari lalu.
Diruangan Ratih...
Arkha dan dua suster pendamping masing-masing berada diruangan pribadi Ratih, Arkha dan Ratih menghela nafas dengan berat. Setelah memeriksa data Ghia, yang harus ditindak secepatkan.
"Bu dokter gimana caranya membujuk nona Ghia agar mau kemo, dia terlalu takut untuk ini. " sahut Suster pendamping Ratih.
"Aku juga tidak tau. " balas Ratih dan menatap Arkha.
"Diancam saja, minta Icha untuk membujuknya dan sedikit menakut-nakuti Ghia. " ucap Arkha.
"Tapi pak, ini keterlaluan namanya. Jika kita meminta dokter Icha menakut-nakuti temannya. " sahut suster pendamping Ratih.
"Iya kau benar Sus, tapi mau gimana lagi kankernya masih stadium dua. Kita masih melakukan penyembuhan, jika tidak dengan terpaksa harus mengangkat rahimnya. " balas Ratih.
"Jangan sampai itu terjadi. " doa Arkha dan menghela nafas.
"Apa kita perlu carikan suster pendamping nuntuk dokter Icha? " tanya suster pendamping Ratih.
"Nanti kita carikan setelah dia melakukan operasi besar. " jawab Arkha dan diangguki Ratih.
(Setelah ini, aku akan membelikan Icha tengtop yang baru untuknya. ) batin Ratih.
"Ya udah gue mau liat Icha dulu, sekalian periksa kondisinya. " pamit Ratih dan berdiri diikuti Arkha, mereka pun keluar ruangan lalu berkerja lagi.
Ratih masuk kedalam ruang rawat Icha, dan tidak mendapati Icha diranjang. Hanya ada Sonya, Anji dan kawan-kawan yang panik, Arkya juga tidak ada.
"Mana Icha? " tanya Ratih dan yang lain menoleh.
"Dia diruanh operasi, tadi langsung lari setelah mendengar ada yang mau lahiran sesar. " jawab Sonya dan khawtir.
"Kalian makan dulu dikantin, mungkin habis operasi Icha bakalan makan dikantin. " ucap Ratih dan diangguki yang lain.
Jangan lupa like dan vote okee.....