
"Dari Byakugan. " jawab Rayen dan menyuapi Bintang, akhirnya para penganten saling suapi satu sama lain.
Setelah selesai makan para tamu pun naik kealtar, untuk bersalaman dengan pengantennya.
"Yah pak Rayen udah nikah aja, baru mau dipepet gak seru kalau udah ada pawangnya. " ucap karyawan Taufan.
"Gak boleh, awas ya kalau mbak deketin suami saya. Saya bakalan ngikutin dia kemana pun. " ucap Bintang memeluk lengan suaminya posesif.
"Bercanda nyonya Rayen. " balas Karyawan Taufan dan menyalami Vino serta istri, lalu menuju Vian.
Para tamu bergilir untuk menyalami pengantin, Icha menggandeng tangan Arkya posesif. Dan menjabat tangan Rayen, sambil senyam senyum gak jelas.
"Bang cepetan kasi keponakan tujuh ya. " goda Icha membuat Bintang menunduk malu.
"Emang istri abang kucing bisa cetak tujuh, satu aja udah susah apa lagi tujuh neng. " ucap Rayen tersenyum.
"Tau dari mana lu bang? " tanya Vian yang diujung.
"Lah kan gue liat Arkya dan Arzya lahir, apa lagi saat ayah dijambak ama bunda ihh merinding. " jawab Rayen dan Icha langsung menyalami Vino dan Keyla.
"Abang kasi keponakan satu aja ya, sebagai pengganti abang nanti. " sahut Arkya membuat Keyla tersipu.
"Cepetan woi pegel ini, ntar lagi saling ledek. " teraik Verel membuat semua menatapnya horor.
Mereka pun turun dari Altar Vita duduk ditempat musik, diikuti oleh Laras, Ghia, Indri dan Icha mereka memainkan alat musik dengan gitar terlebih dahulu.
"Baiklah kami akan mempersembahkan sebuah lagu untuk pengantin baru kita kali ini. " sahut Vita dan para tamu berosak sambil duduk divangku yang tersedia.
...Judul : Jantung hatiku....
...Tak mudah tuk akui......
...Bahwa engkau begitu berarti......
...Tak juga ku punggukiri......
...Ternyata engkau yang selalu dihati.......
Alunan gitar diiringi dengan yang lain, membuat semua orang mengikuti irama dengan tepuk tangan diatas.
...Kurasa ku sampai diujung jalanku......
...Oooh.. Ooo......
...Tempatku berhenti dan.......
...Nyanyi.......
...O jantung hatiku kuletakkan......
...Dijantung hatimu.......
...Kurekatkan erat dinadimu.......
...Mengalir didarahmu......
...Dan terbelengku tak pernah......
...Lengkak oleh waktu......
...Semakin melekat dipelukmu......
...Hingga akhir aku.......
Alunan musik makin menggema ditempat pernikahan, Vita dan Indri bertungkar tempat.
...Kurasa sampai diujung jalanku.......
...Tempatku berhenti dan bernyanyi.....
Musik terus berirama Indri bertukar tempat dengan Laras, membuat para cowok kagum.
...O jantung hatiku kuletakkan......
...Dijantung hatimu.......
...Kurekatkan erat dinadimu......
...Mengalir didarahmu.......
Laras dan Ghia bertukar tempat sambil memukul dram, membuat penonton terkekeh.
...Dan terbelengku tak pernah......
...Lengkak oleh waktu......
...Semakin melekat dipelukmu......
...Hingga akhir aku.......
Ghia bertukar tempat ditempat Icha, karena terakhir Icha menarik tangan Arkya membuat keduanya dipanggung dan musik berhenti.
...Jantung hatiku.......
...Kuletakkan dijantung hatimu......
...Kurekatkan erat dinadimu......
...Mengalir didarahmu.... (Icha dan Arkya)...
Musik kembali menggema membuat para tamu berdiri dan menikmati lagu, para cowok juga ikut memainkan alat musiknya.
...Jantung hatiku......
...Kuletakkan dijantung hatimu.......
...Kurekatkan erat dinadimu......
...Mengalir didarahmu......
...Dan terbelengku tak pernah.... ...
...Lekak oleh waktu......
...Semakin merekat dipelukmu.......
...Hingga akhir akuuuuu......
...Dududududu.......
...Dudu... dudu... dudu.......
Ghia dan Laras memelan alun musik pada piano dan dram, diiringi oleh gitar yang mencari akhirnya.
Para tamu bersorak atas pertunjukannya, mereka pun panit pulang dan mengucapkan terima kasih atas konser dadakan. Kolega bisnis juga bersalaman dengan para ayah dan penganten.
"Kutub kumpulkan anggotamu semuanya, aku juga akan mengumpulkan anggotaku semunaya. " sahut Icha menatap Arkya.
"Baiklah sayang, aku akan menanggil mereka dulu. " balas Arkya dan memcium kening Icha dan berlalu untuk memanggil anggotanya.
Icha mengambil bangku dan ditumpukan dua, Icha mengganti rok dresnya dengan celana jenas biru dan baju lengan panjang biru berlambang macan dipunggung. Icha menjauh dan lari lalu melompat keatas kursi, dan duduk santai disana.
Jangan lupa like dan vote....