
..."Aku akan berusaha mencintaimu Ketos ganteng, meski pun butuh waktu tapi gue akan berusaha untuk mencintaimu. Kuharap kau terus menungguku, dan tak membuat aku kecewa. " ...
...Icha Novita Wati....
...Cemburu?...
1 Minggu kemudian....
PAGI PUN DATANG....
Semenjak kejadian direstoran, Arkya semakin hari semakin dekat. Bahkan disaat persiapan perpisahan kelas tiga, Arkya sempat mengantar jemput Icha.
Laura dan Iren sudah tau kedekatan si kembar dengan pasangan masing-masing, dan Nian juga sudah sekolah ditempat Arkya. Nian jatuh hati dengan Icha, ketiganya berniat kerjasama untuk menjauhkan Arkya. Dan juga Icha tapi selalu gagal, mereka tak mudah menyerah untuk mendapatkan Arkya, Arzya dan Icha.
Kediaman Anji....
Icha turun dengan wajah pucat, tapi tetap memaksa untuk kesekolah. Ia duduk didepan meja makan, Anji turun dengan setelah jas dan mengelus kepala Icha.
"Pagi anak papa. " sapa Anji dan mencium pipi kiri Icha.
"Pagi pa. " balas Icha dan tersenyum, lalu Sonya duduk disamping Anji dan melihat wajah pucat Icha.
"Icha apa kau sakit? Kenapa wajahmu pucat gitu? " tanya Sonya menatap Icha dan mengoles selai roti.
"Enggak papa kok ma, Icha berangkat ya Pa ma. " jawab Icha dan salim.
"Hati-hati dijalan, apa Papa antar aja? " tanya Anji yang khawatir.
"Enggak usah pa, Icha naik taksi aja ya. " jawab Icha.
"Ya udah, kalau ada apa-apa telfon kami ya. Sana berangkat. " ucap Sonya dan menatap Icha yang mengangguk, lalu kesekolah dengan taksi.
Disekolah...
Icha sudah tiba disekolah, Laras dan yang lain sudah berada dikelas. Icha masuk kedalam kelas dengan lesu, membuat yang lain bingung.
"Cha lo kenapa? Kok pucet gitu? " tanya Laras dan duduk disamping Icha.
"Gue gak papa kok. " jawab Icha dan Vita menyentuh kening Icha yang sedikit panas.
"Apanya yang gak papa, badan lo panas Cha lo keUks aja ya. " sahut Vita dan Arkya masuk, lalu mendekati Icha.
"Gak usah, gue gak papa kok. " balas Icha dan Arkya menyentuh kening Icha, emamang sedikit panas.
Icha menggeleng,"Kutub gue gak papa kok, ntar juga hilang. " ucap Icha kekeh.
"Hah, ya udah. Tapi naanti kalau pusing ke uks gue yang anterin lo. " balas Arkya dan bel masuk pun berdering.
2 Jam kemudian.....
Kriiiinggg.....
Bel istirahat berbunyi semua murid berhamburan menuju kantin, termasuk Arkya dan yang lain kecuali Icha yang ngak ***** makan.
"Cha lo ngak makan? " tanya Indri dan menatap Icha.
"Enggak, lo aja ama yang lain. " jawab Icha dan tersenyum meski pun pucat.
"Lo yakin, kalau lo laper susul kita aja ya. " sahut Vita dan masih terlihat khawatir.
"Iya. " balas Icha singkat dan melipat tangan dimeja, lalu menjatuhkan kepalanya diatas lengannya.
10 menit berlalu istirahat tinggal sepuluh menit lagi, teman-temannya masih dikantin dan perutnya berbunyi. Dengan terpaksa Icha jalan memuju kantin hampir jatuh, sebab kepalanya terasa pusing.
Sesampainya dikantin sudah riuh, dan kagetnya Icha melihat pipi Arkya dicium Laura. Rasa cemburu membakar hati Icha, Laras dan yang lain terkejut melihat Icha diambang pintu.
"Cha! " panggil Laras dan mendekat, Arkya terkejut melihat Icha yang menatapnya dengan tatapan kecewa.
"Lo mau makan apa? Gue pesenin. " tawar Ghia dan tersenyum.
"Somay aja Vit. " balas Icha dan Arkya duduk disamping Icha.
Arkya meraih tangan Icha, tapi ditepis halus oleh Icha. Tapi Arkya kembali meraih tangan Icha, dan menggengamnya erat. Lalu Laura melihat itu jadi geram dan memiliki ide berlian.
"Cha dengerin gue, gue dan Laura udah mantan. Gak ada hubungan apa pun lagi, yang lo liat itu dia sendiri yang cium pipi gue. " sahut Arkya panjang lebar.
"Apa hubungannya ama gue beruang kutub? " tanya Icha dan Vita datang dengan membawa somay sepiring.
Arkya mendekatkan wajahnya ketelinga Icha,"karena lo yang gue sayang dan cinta. " bisik Arkya, membuat Icha tersipu.
"Ehmm dunia terasa milik berdua, sisanya ngontrak. " sahut Indra, dan Icha mulai makan dengan canda tawa lalu bel masuk pun berdering.
Jangan lupa dan vote ya gaes...