Ketosku Loveku

Ketosku Loveku
Episode 47



"Wah sadis lo Kya. " sahut Derel merinding sendiri melihat hukuman dari Arkya.


"Ini belum seberapa Derel, ntar lo tau seberapa galaknya ketua. " sahut Lian yang tadi asik makan spageti.


"Sudah ketua. " sorak ketiganya membuat Arkya menoleh, lalu berdiri menggeser setiap meja menjadi agak luas.


"Abang Vian sini dan berdiri ditengah. " pangil Arkya dingin dan mengambil tasnya, lalu mengeluarkan isinya membuat semua menganga.


"Su-sudah ketua. " sahut Vian merinding melihat tali cambuk menjuntai kebawah.


"Leo dan Lian, pegang abang Vian dan buka bajunya sampai telanjang dada. " perintah Arkya.


Leo dan Lian pun melepaskan pakaian Vian, lalu merentangkan tangan Vian.  "Sudah ketua. " sahut keduanya.


"Ini beneran atau cuma prank dan nakut-nakutin doang? " tanya Indra melihat Arkya memegang cambuk.


"Ini beneran. " sahut Verel dan Arzya serempak.


"Berapa aturan yang abang langgar selama dua bulan ini? " tanya Arkya dan mendekat.


Cetas.....


Satu cambukan melayang kedada Vian yang diam, membuat Arkya marah.


"Vian jawab aja, kalau kau jujur ketua tidak akan marah lagi. " sahut Kanha merinding.


Para cewek bersembunyi dipunggung sang mama, para cowok juga gemetar melihat amarah Arkya.


"Beneran gak marah kalau aku jujur kan? " tanya Vian memastikan dan menahan sakit. didadanya.


"Iya. " jawab singkat dan dingin.


"Aku langgar aturan empat belas, kalau yang lima belas aku bersumpah gak langgar itu ketua. " ucap Vian jujur.


"Yakin gak langgar yang kelima belas bang? " tanya Leo juga bertanya.


"Yakin seribu persen ketua, Abang berani dilindas truk sekarang juga. " jawab Vian membuat Kanha dan Vino lega.


(Hmm, syukurlah. Tapi tiga butir obat tadi apa kalau abang Vian gak langgar. ) batin Arkya


Hawa panas merambat ketubuh Vian, membuatnya kepanasan Icha yang melihatnya terkejut.


"Lian dan Leo bawa abang Vian, kekamar mandi yang dikasir. Rendam dengan air dingin, kalau tidak bisa fatal. " sahut Icha dan menatap Leo.


Leo dan Lian langsung membawa Vian kekamar mandi, Icha mendekati Arkha dan memberikan tiga obat yang dikantung Vian tadi.


"I-ini obat perangsang dengan dosis tinggi. " ucap Arkha setelah mengamatinya.


"What obat perangsang? " teriak Vian setelah direndam.


"Iya, makanya tubuh abang Vian kepanasan. Tapi kapan akan hilangnya om? " tanya Icha dan jalan mendekati Arkya yang diam saja, lalu memeluk leher Arkya.


"Hah, lima bulan. " jawab Arkha bercanda, lalu menatap Vian yang hampir pingsan.


"Om, Papa. " teriak semua anak kesal dengan candaan Arkha.


"Hahhaha, liat muka Vian mau pingsan hahaha. " tawa Arkha pecah.


Setelah itu Arkha menjelaskan semuanya, dan sekalian beberes untuk pulang karena sudah sore.


MALAM PUN DATANG....


Dikediaman Icha....


Icha yang selesai mandi dan memakai piyama, dan sudah maskeran juga tentunya. Lalu ia melirik jam tangan dari mantannya dulu, dan mengambilnya lalu bervidio call dengan delapan Orang.


"We ini gue, lo pikir gue hantu apa. " kesal Icha.


"Lagian itu wajah lo pakein apa sih, sampai kinclong gitu? " tanya Laras dan melihat jam tangan yang dipegang Icha.


"Masker lah, gue mau minta saran donk. " jawab Icha dan melihat kesisi kamar Arzya,"Zya kembaran lo mana? " tanya Icha.


"Dibalkon. " jawab Arzya setelah mendapat isyarat dari Arkya yang dikasurnya sambil belajar.


"Minta saran apa lo? Sampai ngak ngisinin Arkya tau? " tanya Vita dan duduk.


"Ini jam tangan gue apainnya dari mantan gue, gue buang apa disimpen? " tanya Icha melihat kearah jam.


"Astaga Cha, kenapa lo masih pakek sih? " tanya balik Indri sambil menepuk keningnya.


"Ya gue belum mau buang ini jam, masih ada kenangannya. " jawab Icha dan Arkya yang mendengarnya hanya tersenyum kecut.


"Cha inget lo sekarang udah punya kembaran gue, atau kembaran gue cuma lo jadiin pelarian aja gitu ya Cha? " tanya Arzya kesal dan mematikan video call.


"Ehh ini anak kenapa sih? Gaes gue gak bermaksud jadiin Kutub pelarian. " jawab Icha merasa aneh dengan sifat Arzya.


"Udah tidur gih udah malem, kalau Arkya kasih lo sesuatu langsung pakek oke. " ucap Derel dan mematikan telfon diikuti yang lain.


Setelah itu, Icha mencuci wajahnya dan berniat untuk menelfon Arkya tapi gak diangkat juga.


Disisi lain....


Arkya berjalan keluar kamar menuju ruang tamu, disana ada Taufan dan Ratih yang sesang nonton tv. Arkya pun jalan mendekat dan langsung tiduran dipaha Ratih, si empu mengelus kepala anak sulungnya.


"Bun boleh tanya gak? " tanya Arkya sambil menatap kearah tv.


"Boleh dong. " jawab Ratih dan mengelus kepala Arkya.


"Dulu waktu bunda dan ayah bertemu punya mantan gak? " tanya Arkya menatap wajah Ratih.


"Hahaha bunda punya, Ayah sih enggak. " sahut Taufan dengan tawanya, Arzya juga keluar kamar lalu rebahan dipaha Taufan.


"Terus kalau ciuman pernah gak? " tanya Arzya dapat jitakan dari Arkya,"sakit bang. " sambung Arzya sambil mengelus kepalanya.


"Cium pipi, kening dan bibir pernah. Kenapa kau dan Laras pernah ciuman? " tanya Taufann.


"Semuanya gak pernah, semenjak rundingan waktu itu. " jawab Arzya.


"Cari yang lain, mungkin belum jodoh. Kau abang udah pernah cium Icha? " tanya Ratih.


"Cium kening, sama pipi aja bun. Bibir gak berani ntar dia marah. " jawab Arkya.


"Justru kau ngak pernah minta ciuman bibir yang membuat Icha minder, dan nganggap pelarian. Icha nyimpen barang dari mantannya berarti dia masih sayang sama barangnya, bukan ama mantannya. " ucap Ratih.


"Berati Abang harus kasih Icha sesuatu yang berkesan donk bun? " tanya Arkya mengelus perus Ratih.


"Iya, seperti ikat rambut. Kan rambut Icha panjang, otomatis Icha bakalan pakai terus donk. Icha itu sederhana, coba abang ajak shoping  nanti saat eneversery kalian yang ke lima bulan bukan? " tanya Ratih.


"Yang ke tujuh bulan bunda. " jawab Arkya dan memeluk pinggang Ratih.


"Sudah tidur besok ulangan kan, kau Arzya ikut sama ayah kita belajar sampai kau bisa. " sahut Taufan.


Mereka pun masuk kamar, Taufan sama ikut masuk kekamar sikembar untuk belajar hanya Arzya saja sih.


Akhirnya kelar juga...


Maaf lama Up ya gaesm..


Jangan lupa like dan vote