
"Mas? Kok gak kekantor? " tanya Icha melihat suaminya dengan pakaian santai.
"Mas ngajuin cuti selama kau mengandung, biar bisa menghabiskan waktu bersama dengan si kembar juga. " jawab Arkya dan mencium perut Icha.
"Hah, maaf ya udah buat mas repot terus. " ucap Icha merasa bersalah.
"Apa pun untuk kalian bertiga enggak masalah sayangku. " balas Arkya dan Byakugan menyajikan sarapan.
"Sudah siap, mari sarapan dulu ya bumil. " sahut Byakugan dan ikut mengelus si kembar.
(Apa disaat si kembar lahir dan tumbuh, aku bisa melihatnya secara langsung? ) tanya batin Byakugan.
(Pasti bisa Bya. ) jawab batin Arkya dan tersenyum.
(Semoga saja ketua Arkya. ) batin Byakugan dan menghela nafas.
Mereka pun sarapan dengan tenang, hanya detingan sendok berbunyi. Ponsel Icha berdering singkat ternyata pesan dari kawan-kawan.
Icha yang kebetulan sudah selesai makan, langsung mengambil ponselnya dan membuka pola ponselnya.
"Siapa sayang? " tanya Arkya setelah selesai makan.
"Bunda mas dan kawan-kawan, aku balas pesan bunda dulu. " jawab Icha dan menatap Arkya yang membantu Byakugan membereskan meja.
📩Bundaku.
"Icha sayang apa kabar? "
Send.
^^^📩Bumil Icha.^^^
^^^"Baik bunda, bunda sendiri gimana? "^^^
^^^Send.^^^
📩Bundaku.
"Baik juga sayang, masih lama ya lahirannya ya sayang? "
Send.
^^^📩Bumil Icha.^^^
^^^"Harusnya sih sebulan lagi, tapi sering kontraksi palsu bunda. " ^^^
^^^Send.^^^
📩Bundaku.
"Udah bilang ama Arkya sayang? "
Send.
^^^📩Bumil Icha.^^^
^^^"Belum bunda, Mas Arkya sering kecapean semenjak Icha hamil. "^^^
^^^Send.^^^
📩Bundaku.
"Dia kecapean karena ingin jadi ayah yang selalu ada buat kalian bertiga. "
Send.
^^^📩Bumil Icha.^^^
^^^Send.^^^
📩Bundaku.
"Gak usah mikir yang bukan-bukan sayang, gak baik untuk kalian. "
Send.
^^^📩Bumil Icha.^^^
^^^"Iya bunda, Icha gak akan kayak gitu lagi. " ^^^
^^^Send.^^^
Chat berakhir dengan senyum diwajah Icha, Arkya mengelus kepala Icha membuat si empu mendongak.
"Mas, aku kangen yang lain dan bunda. " ucap Icha memeluk pinggang Arkya.
"Mau pulang sekarang? atau nunggu sikembar lahir? " tanya Arkya mencium kepala Icha.
"Nunggu sikembar lahir aja mas, gak papa kan mas. " jawab Icha dan menatap Arkya.
"Iya gak papa kok, sekarang kau mandi dulu ya mas gendong ya. " ucap Arkya dan mengendong Icha yang hamil.
SIANG PUN DATANG....
Icha memilih untuk tidur siang dan Arkya berasa diruang kerjanya, untuk mengerjakan kerjaaannya yang belum selesai.
Icha bangun dan turun dari ranjang menuju kamar mandi, setelah selesai Icha pun jalan kemeja rias. Ia pun duduk disana dan membuka laci untuk mengambil kertas dan pulpen, lalu menulis wasiat untuk putri kembarnya.
Setelah menumpahkan segalanya didalam surat itu, Icha memasukannya kedalam amplop diujungnya bertulis untuk siapa surat itu ditujukan. Dan memasukannya kedalam laci riasnya kembali, Icha menghela nafas dengan berat.
"Sayang! " panggil Arkya dari arah pintu, Icha menutup laci riasnya.
"Ya mas. " sahut Icha dan bangkit lalu jalan mendekati Arkya.
"Mau makan apa? Biar mas buatkan sekarang. " tanya Arkya dan memeluk pinggang Icha.
"Hmm mie pasta aja, tapi empat porsi ya. " jawab Icha dan mengelus dada Arkya.
"Oke, mau ikut atau diruang tamu? " tanya Arkya mengelus rambut Icha.
"Ikut aja mas. " jawab Icha dan memeluk lengan Arkya dengan manja.
"Ayo sayang, pegangan dan hati-hati. " ucap Arkya dan mereka menuruni tangga dengan hati-hati.
Setelah keduanya sampai didapur Arkya langsung membuatkan Icha pasta, empat porsi sesuai dengan keinginan Icha setelah jadi Arkya menyajikannya dipiring lalu meletakkannya dihadapan Icha.
"Makasi mas. " sahut Icha dan langsung memakannya dengan lahap.
"Sama-sama sayang, pelan-pelan oke. " balas Arkya dan Byakugan memberikan jus yang sudah berisi ramuan untuk menahan nyeri dipinggang.
"Emm mas boleh tanya sesuatu gak mas? " tanya Icha sedikit ragu.
Jangan lupa like dan vote....