
Setelah sampai guru tersebut masuk lebih dulu, dan Arkya menungu diluar. Icha keluar kelas menuju toilet dan
Bugh..
"Aduhh, siapa sih yang berdiri disini? Sakit kan kening gue? " tanya Icha dan mendongak melihat siapa didepnnya.
Arkya menatap Icha dengan dingin,"kalau jalan pakek mata, biar gak nabrang orang. " sahut Arkya dingin dan masuk kedalam kelas karena sudah dipanggil.
"Perkenalkan dirimu. " ucap Guru Rita dan Arkya mengangguk.
"Gue Arkya, kembaran Arzya. " balas Arkya dingin.
"Silakan duduk disamping Haical. " ucap Guru Rita dan Arkya membungkuk hormat, lalu jalan menuju bangku Haical dan pelajaran pun mulai.
2 jam kemudian.....
Kriiiing...
Bel istirahat pun berdering, semua siswa dan siswi berhambur menuju kantin setelah guru mereka keluar kelas.
Haical menepuk bahu Arkya, membuat si empu menoleh kesamping. "Kenalin gue Haical, sahabat Arzya. " sahut Haical dan tersenyum.
"Arkya. " balas Arkya singkat dan Derel serta Verel ikut kenalan.
"Gue Derel dan ini Verel, dan satu lagi Indra dikelas sebelah. " sahut Verel.
"Arkya. " balas Arkya dingin dan tersenyum tipis.
"Woi kantin yuk, laper gue. " ajak Indra dan Arzya, Derel, Haical, Verel bangkit dari duduk. Lalu menuju kantin.
Laras, Icha, Ghia, Vita dan Indri pun keluar kelas menuju kantin, sepanjang koridor para murid lain mengrubungi papan madding.
"Woi ada apaan sih kok rame? " tanya Laras dan ikut menerobos untuk melihat.
"Ras, apa isi pengumumannya? " tanya Icha yang dibelakang grubunan.
"Ini besok ada pemilihan ketua osis dan wakilnya. " jawab Laras dan keluar, lalu jalan menuju kantin.
"Lo ngak niat ikut Ras? " tanya Derel dibelakang para cewek.
"Kagak, lo aja yang ikut. Gue males dan bikin pusing. " jawab Laras.
"Zya lo gak mau daftar tuh, katanya mau ikut? " tanya Ghia berbalik dan jalan mundur.
"Udah gak niat lagi ikut gituan, mending gue bobok aja. " jawab Arzya dan memesan makanan dan diikuti yang kain.
Mereka duduk secara terpisah, para cowok duduk dibelakang dekat jendela. Para cewek didepan para cowok.
"Ehh kampret, lo kira gue Naruto Uzumaki apa yang bisa jadi seribu. " balas Arzya dan Arkya terkekeh.
"Hhahha, kenalin gue Arkya kembaran Arzya. Bukan Arzya yang jadi dua, ada-ada aja lo. " sahut Arkya.
"Hehe ya kirain, ayo makan. Kayaknya lo cocok deh jadi osis, kenapa gak daftar aja. " balas Indra.
"Bener juga tuh, secara lo kan bisa ganti ekspresi jadi dingin biar tegas gitu. " sahut Derel diangguki Arzya dan Verel.
"Ngak ah males. " balas Arkya dan minum jus.
"Udah cabut yuk, Kya lo gak kenalan ama para cewek? " tanya Verel dan minum jusnya.
"Ntar aja lah. " jawab Arkya dan bangkit dari duduk lalu membayar makanannya, dibelakang Icha dan yang lain menunggu giliran.
Icha yang mulai bosan, ia langsung menerobos disamping dengan cepat. tubuh Icha terhuyung kebelakang, dengan sigap Arkya menarik pinggang Icha kedalam dekapannya.
Deg...
Degg...
(Gantengnya, mirip Arzya ya. ) batin Icha.
Jantung keduanya berdetak lebih cepat dari biasanya, Icha melepaskan pelukan Arkya dan tersenyum.
"Ma-makasi. " sahut Icha dan berusaha untuk tidak gugup.
"Sama-sama, lain kali hati-hati. " balas Arkya dan melegang pergi.
"Cha ayo bayar, kita kekelas aja buat kenalan ama dia. " sahut Ghia dan mereka pun membayarnya.
Mereka pun keluar kantin, Arkya berjalan paling belakang dan tangan masuk kedalam kantong celana.
"Woi yang paling belakang sapa nama lo? " tanya Laras dengan teriak.
"Cari tau sendiri, kalau mau tau nama gue. " jawab Arkya dan Laras menjadi kesal.
"Ketus amat jadi cowok, ntar gak laku tau rasa. " sahut Vita dan duduk diteras depan kelas, diikuti para cowok tapi agak jauh dan menatap murid lain main basket.
"Gaes bikin geng bela diri yuk. " ajak Arzya dan menstap yang lain, Derel terus memperhatikan Indri.
"Lo kalau naksir bilang aja Der. " sahut Arkya melihat gelagat Derel.
"Gue takut ditolak Kya, kan sakit apa lagi cinta gue bertepuk sebelah tangan. " balas Derel dan manik matanya bertemu dengan Indri.
Bersambung....