
Duagg....
"Zizi. " teriak para cewek melihat Zizi membentur dinding, dan jatuh lalu batuh darah.
"Sudah cukup Lilis, lo buat orang disekitar gue terluka. Apa mau lo sebenarnya? " tanya Icha dan Lilis terkejut Icha bicara.
"Yang gue mau sama lo itu ada tiga. " jawab Lilis, Icha mendekati Lilis melipat tangan didada.
"Apa? " tanya Icha dan Arkya menarik kursi untuk Icha, dengan senang hati Icha duduk lalu mencium pipi Arkya.
"Lo iklasin Arkya buat gue, dua kita duel dan yang kalah bubarin gengnya. Dan gue harap ini lo mau maafin gue Cha, setelah apa yang gue lakuin keelo. " jawab Lilis membuat yang lain terkejut.
Arkya menepuk bahu Icha dan tersenyum sedikit dingin, Icha menoleh menatap Arkya yang tersenyum. Lalu beralih menatap Lilis, yang melepaskan jaket macannya.
Lilis menarik tangan Icha dan memeluk Icha dengan erat, Icha dan yang lain terkejut sambil menangis. Icha membalas pelukan Lilis, dengan erat lalu lilis melepaskan pelukannya.
"Iya gue udah maafin lo kok, santai aja kali. Tapi ada syaratnya. " ucap Icha.
"Cha lo gimana sih maafin anak orang, pakek syarat dasar lo. " sahut Derel dan merapikan bangku.
"Apa syaratnya? " tanya Lilis dan antusias, tanpa disadari ada cowok dari macan putih. Tertarik dengan Lilis, dan membuat ia tersenyum.
"Elo beresin resto, jangan pakai beladiri lo ama temen-temen lo. " jawab Icha dan tersenyum.
"Oke. " ucap Lilis dan menoleh kearah cowok yang sedari tadi menatapnya, mata keduanya bertemu untuk beberapa saat. Dengan cepat Lilis menggeleng, dan melakukan apa yang diminta Icha.
Icha dan yang lain menyingkir, Verel berdiri disamping Indri dan menggenggam jemari Indri. Si empu terkejut sambil menatap tangannya, lalu menatap wajah Verel yang juga menatap Indri.
(Astaga ni anak ganteng banget sih, sadar Dri dia udah punya cewek. ) batin Indri.
"Ayah mereka yang akan menjadi asisten, dan sekertaris tinggal ayah pilih saja. " sahut Arkya dan keduanya membukuk hormat.
"Apa kalian ada yang kuliah bisnis? " tanya Taufan serius.
"Aku Kanha, umur 27 tahun dan S3 bisnis manajemen. " jawab Kanha yang menatap Lilis, semua orang bersorak dan kagum.
"Satu lagi sudah kuliah atau gimana? " tanya Taufan lagi.
"A-aku Vino, umur 28 tahun dan S2 bisnis keuangan dan pelacak. " jawab Vino dan suara sorakan kembali terdengar.
"Lalu satu lagi? " tanya Taufan dan Taufik duduk disamping kembarannya.
"Ufan tega lo kasi berkas sebanyak itu, pecah kepala gue. Derel buatin ayah minum. " perintah Taufik.
"Oke ayah. " balas Derel dan membuatkan minuman mangga, dan membuatnya menjadi dua setelah jadi Derel mengantar kearah Taufan dan Taufik.
"Aku Vian umur 26 tahun dan S1 sama dengan abang Kanha. " jawab Vian dan membungkuk hormat.
Arkya bangkit dan lari ketoilet, Taufik menatap Vian dengan tatapan menilai. "Vian mau ikut dengan om gak, sebagai supir pribadi dan ikut bantu kerjain berkas kantor. " ajak Taufik membuat Vian menatap Taufik.
"Kalian kembar ya? " tanya polos dari Vian mengundang tawa.
"Iya, sama seperti Arkya dan Arzya. Gimana maukan? " tanya Taufik dan minum jus.
Vian menatap Arkya yang membuat minum,"Ketua apa gak papa ikut tuan bos yang didepanku? " tanya Vian.
Jangan lupa like dan vote....