
"Cie yang dapet surat cinta, cit cuit makan yuk laper gue. " ledek Icha dan menarik tangan Vita untuk menuju kantin diikuti yang lain.
Icha teringat sesuatu, dengan cepat menuju kelas dua. Membuat yang lain menatap Icha, padahal udah didepan kantin. Mereka masuk dan mulai makan tanpa Icha, para cowok pun tidak melihat Icha.
"Ras tumben sicunguk ngak ikut, kemana dia? " tanya Arkya.
"Tadi sih ikut, tapi dia jalan kekelas dua. " jawab Laras dan menatap Arkya yang tiba-tiba dingin.
"Ngapain dia kesana? Bukannya makan malah kencan ? " tanya Arkya dan dingin.
"Ketos resek lo bilang apa barusan? Kencan? elo aja sana yang kencan. " sahut Icha dan jalan masuk lalu memesan makanan, lalu duduk disamping Ghia.
"Ngapain lo kekelas dua? " tanya Ghia dan menatap Icha.
"Nyari pacar. " jawab Icha sambil makan dengan lahap dan
"Huks, huks. " batuk Arkya setelah mendengar jawaban Icha.
"Ehh kenapa lo? " tanya Arzya dan mengelus punggung Arkya.
"Ngak papa, keselek dikit. " jawab Arkya, Verel yang melihat itu sedikit bingung.
Laras dan para cewek sudah selesai makan, dan mereka membayar makanan. "Cha kita duluan ya. " pamit Vita.
"Oke. " balas Icha dan yang lain pun keluar kantin, Laura jalan langsung bergalut manja dilengan Arkya yang memvayar makanan.
"Lepasin tangan lo Ra. " ucap Arkya dingin dan menghempaskan tangan Laura.
"Ihh Arkya gue kan pacar lo, apa lo udah punya pacar? " tanya Laura kesal.
"Iya udah lah, diakan ganteng pinter. Lo sebagai mantan iklas aja napah. " sahut Indra dan juga menbayar makanan.
"Siapa pacar lo Kya? " tanya Laura geram.
"Huruf depan I Sisanya cari sendiri. " jawab Arkya ketus.
"Hahahahaha, rasain lo dilengketin ama dia. " ledek Icha sambil tertawa, Laura jadi naik pitam karena Arkya sudah punya pacar.
"Heh, hemster diem gak. Ledekin gue mulu lo, awaas aja lo ya. " balas Arkya dan keluar dari kantin diikuti yang lain.
"Woi nama gue bukan Hemster, dasar Beruang kutub lo. " teriak Icha, dan ponselnya berdeting pertanda pesan masuk dari Kakak kelasnya.
Kak Nia.
"Cha, masih dikantin kan? "
Send.
^^^"Iya, masih ada apa? " ^^^
^^^Send.^^^
Kak Nia.
"Tunggu, gue kesana. "
Send.
^^^Dokter Icha. ^^^
^^^"Oke. " ^^^
^^^Send.^^^
Chat pun berakhir, sambil menunggu Icha membayar makanannya. Dan Iren sengaja menabrak bahu Icha, dan membuat Icha hampir jatuh.
"Heh, suruh temen lo yang namanya Laras jauhin Arzya. Kalau enggak gue buat perhitungan ama dia. " sahut Iren.
"Emang kakak, siapanya Arzya sampai larang temen gue deketin dia? " tanya Icha sambil berdecak pinggang.
"Gue calon pacarnya. " jawab Iren dan menatap Icha.
"Owchhh, gue balik dulu ya daaa. " ucap Icha dan keluar kantin, sambil merangkul Nia.
Sampai dikelas, keduanya masuk dan tiba-tiba hidung Nia berdarah. Dan dilihat oleh Laras.
"Cha itu hidungnya keluar darah. " sahut Laras dan dengan cepat Ghia memberikan tisu, Indri mengiringnya untuk duduk.
Icha membuka obat dan membuka botol air, langsung diminumkan ke Nia. Dan Nia pun langsung meminumnya tanpa bertanya, karena ia tau ibat itu pereda sakit.
"Kan udah Cha bilang, kalau sakit jangan sekolah. Kalau drop lagi gimana? Sekarang pulang aja ya. " omel Icha.
"Enggak mau, minggu depan juga ujian Cha. " ucap Nia dan menunduk.
"Ya udah, Dra dan lo beruang kutub anterin dia balik kekelas. " balas Icha diantar Arkya dan Indra, bel masuk pun berdering.
Jangan lupa like dan Vite ya gaes....