Ketosku Loveku

Ketosku Loveku
Episode 105



Arkya bangkit dan mengulurkan tangan nya kearah Icha, dengan senang hati Icha meraih tangan Arkya dan jalan masuk.


MALAM PUN DATANG....


Pukul 08 : 00...


Arkya dan Icha duduk diruang tamu setelah selesai makan malam, Arkya tiduran dipaha Icha dan mengelus sang buah hati yang masih diperut Icha. Akibat elusan sang Ayah membuat sikembar menendang, hingga meringis bukannya berenti Arkya melanjutkan aksinya.


"Mas udah donk, mereka menendang terus sakit perutku. " omel Icha dan menarap Arkya.


"Habis mas gak sabar pengen liat mereka lahir sayang, maaf ya kalau aku membuatmu kesakitan." balas Arkya dan bangkit lalu duduk, sambil memeluk Icha.


Drrtttt....


Ponsel Arkya berdering yang diatas meja, dengan cepat Arkya mengambilnya dan melihat siapa yang menelfon. Setelah tau Arkya menggeser tombol hijau, dan menempelkan ditelinganya.


"Hallo Arkya. " sapa Taufan yang menelfon sang putranya.


"Hallo juga Ayah. " balas sapa Arkya dan memainkan jari Icha.


"Apa kabar kalian bertiga? " tanya Taufan dan tersenyum.


"Kami baik-baik aja ayah. " jawab Arkya dan menspeaker panggilannya.


"Ayah Icha ada permintaan buat ayah dan bunda. " sahut Icha membuat keduanya diam.


"Apapun keinginanmu akan ayah coba kabulkan. " balas Taufan serius.


"Kalau misalkan Icha koma atau pergi selamanya saat lahiran, ayah bantu jaga mas Arkya serta putri-putri kembar Icha ayah bunda. " ucap Icha membuat yang disekitarnya terkejut.


"Pasti ayah dan yang lain bantuin Arkya, semoga lahiranmu nanti kalian bertiga selamat ya. " balas Taufan merasa ada yang ganjal.


"Ayah udah dulu ya, udah malem dan Icha juga harus istirahat. " sahut Arkya dan murung.


"Oke Arkya, jagain mantu Ayah ya. " balas Taufan dan mematikan telfon.


Telfon pun berakhir Arkya mencium kepala Icha dengan kasih, Icha merasakan sakit yang luar biasa dibagian perutnya.


"Mas perutku mulas, aduhhh mas. " rintih Icha dan Arkya membaringkan Icha disofa.


"Apa mau lahir sekarang? " tanya Arkya panik bukan main.


"Iya mas, aduhh sakit. " jawab Icha mengcengkram lengan Arkya.


"Byakugan Icha mau lahiran. " teriak Arkya panik, Byakugan langsung lari menghampiri Icha.


"Bya sakit. " rintih Icha dan menahan rasa sakit yang tak hilang.


"Tenang, tarik nafas lalu hembuskan. " sahut Byagukan dan memeriksa Icha.


Icha mengikuti saran Byakugan, perlahan rasa sakit hilang. Arkya masih setengah panik melihat Icha kesakitan, Arkya mencium tangan Icha yang dipenuhi keringat.


"Masih sakit nona? " tanya Byakugan pada Icha.


"Masih sedikit Bya. " jawab Icha menatap Byakugan.


"Kita kerumah sakit aja, ini udah pembukaan empat sebelum sampai sepenuhnya. " ucap Byakugan dan dengan sigap Arkya, menggendong Icha ala bridal menuju mobil diikuti Byakugan yang sudah menyiapkan segala keperluan Icha.


Dirumah sakit....


Mobil Arkya tiba dirumah sakit, pihak rumah sakit yang sudah dikabari oleh Byakugan untuk menunggu didepan. Para suster mendorong brangkar saat melihat Arkya menggendong Icha, setelah dekat Icha pun dibaringkan dibrangkar sambil meringis menahan sakit.


Dokter memeriksa Icha yang sudah memecahkan air ketunannya, Arkya mengelus perut Icha.


"Baru pembukaan lima, sabar ya. " sahut dokter dan Icha mengangguk.


"Mas sakit banget. " rintih Icha dan Arkya kembali mengelus perut Icha.


"Sabar ya sayang, kau harus kuat dan bertahan demi aku serta anak-anak kita. " ucap Arkya menyemangati.


Dokter masuk dan kembali memeriksa Icha, Icha sudah merintih kesakitan lagi.


"Tinggal dua pembukaan lagi, tarik nafas lalu hembuskan. " saran  dokter.


"Aaaa, aduh mas sakit banget. " rintih Icha lagi dan Arkya menghapus keringat Icha dengan tangannya.


"Kau yang kuat sayang, kau pasti bisa melahirkan kedua buah hati kita. " ucap Arkya mengelus kepala Icha.


"Sudah sepenuhnya, sekarang tarik nafas lalu dorong. " saran dokter dan Icha menarik nafas lalu mengejan.


"Aaaaaaa... " teriak Icha sambil mengejan dan


"Oek, oek, oek. " tangisan banyi pertama pecah, membuat Arkya menangis bahagia.


"Aduhh dokter perutku mulas lagi. " ucap Icha dan dokter memeriksa lagi setelah memberikan bayi ke Arkya.


"Ayo dorong yang kuat ya sekali lagi. " balas dokter dan Icha mengejan lagi.


"Aaaaaa.... " teriak Icha sambil megejan kuat dan


"Oek, oek. " tangisan bayi kedua pecah, dan Dokter memberikan keArkya sambil memperlihatkan kearah Icha.


"Lihatlah mereka sangat cantik, sama sepertimu sayang. " ucap Arkya bahagia memiliki bayi perempuan dan kembar.


"Iya mas, mereka cantik banget. Aku titip anak-anak kita ya mas, aku mau tidur dulu. " balas Icha dan memejamkan matanya.


Dokter dan para suster mengambil sang bayi untuk dibersihkan, lalu Arkya bersimpuh dan mengguncang tubuh Icha yang mulai dingin.


"Hey sayang bangun, jangan ninggalin aku dan anak-anak sayang. " ucap Arkya dan memeluk tubuh dingin Icha.


"Maaf tuan dengan berat hati saya mengatakan, kalau nyonya sudah tiada. " sahut dokter membuat Arkya menatap dokter.


"Kenapa bisa? Padahal istriku tidak punya penyakit apa pun. " tanya Arkya sambil menangis.


"Nyonya menyembunyikan sakitnya agar tuan tidak khawatir, nyonya mengidap kanker hati. " jawab Dokter membuat Arkya menatap wajah Icha.


Arkya memeluk Icha sangat erat, air mata kebahagian dan duka menjadi saksi atas cinta kedua yang berakhir dirumah sakit.


(Mas janji akan menjaga buah hati kita sayang, datang kemimpi mas dan buah hati kita ya Icha sayang. ) batin Arkya dan sesenggukan.


...TAMAT.......


...Kami keluarga besar Ketosku dan Loveku memgucapkan terima kasih, atas dukungan kalian semua dan tunggu kisah selanjutnya ya. Sampai jumpa semuanya, jangan pernah bosan ya ikuti author terus oke....


💕


😘😘


Salam Author.