
"Iya, dia Raka Bima Leon yang sengaja gue minta buat sekolah diAmerika. Dan sekarang dia bakalan kuliah bareng Yusra dan sikembar. " jawab Leo dan Raka langsung memeluk Leon, Leo pun membalas pelukan Raka.
"Ayah pulang yuk, Kinar laper. " ajak Kinara yang sudah disamping Arkya dengan mata mengantuk.
"Emang udah iklasin Askanya? Ngak bakalan nangis ntar sampek rumah? " tanya Arkya membuat Zizi dan Leo terkekeh.
"Ya enggak lah, Kinar capek tau nangis terus ngak bakalan balikin Aska lagi yang ada buat dia gak tenang lagi. " jawab Kinara dan menatap Raka.
"Nah itu tau, Zi Leo gue pamit ya dan lo harus lebih tegar gue juga pernah kehilangan. " pamit Arkya dan Kinara salim tangan.
Setelah itu keduanya pun pulang, selama perjalanan Kinara terus menatap foto Aska yang sedang memeluknya dari belakang disertai senyum kebahagian.
(Sayang sekarang kau tidak akan pernah merasakan sakit lagi, dan semoga kau tenang disana ama bunda. ) batin Kinara dan menghela nafas.
...Maafkan kesalahan.......
...Dan juga kehilafan.......
...Pernah menancapkan duri tajam.......
...Tak lekang dalam ingatan.......
Hati Arkya terluka mendengar kata hati Kinara, dan melihat kearah Kinara melalui kaca spion mobil.
"Ayah kenapa liatin Kinar kayak gitu? " tanya Kinara yang sadar ditatap sang Ayah.
"Gak papa kok sayang, boleh ayah tanya sesuatu? " tanya Arkya dan masuk halaman rumah yang ternyata sudah ada Yusra dan Kirana didepan teras rumah.
"Hmm boleh. " jawab Kinara dan turun dari mobil diikuti Arkya.
"Apa kau masih sedih ditinggal ama Aska? " tanya Arkya dan berdiri didepan mobil.
Arkya tersenyum dan merangkul Kinara menghampiri sang kakak, Yusra dan Kirana pun menoleh mendapati adik dan ayahnya datang langsung salim tangan.
"Ayah masuk dulu ya, mau mandi dan ada metting daring kalian masuk aja kedalem ya. " ucap Arkya dan tersenyum.
"Oke om, ntar kita masuk masih perlu ama sikembar om. " balas Yusra dan tersenyum.
"Ya, Kinar juga mau dibahas ama abang Yusra. " sahut Kinara dan tersenyum.
"Ya udah ayah tinggal ya, kalau mau main keluar boleh. " balas Arkya dan mengelus kepala si kembar.
"Oke Ayah. " ucap si kembar serempak, dan Arkya pun masuk kedalam rumah untuk membersihkan diri.
"Kak Kinar masuk dulu ya, mau mandi gerah banget soalnya. " pamit Kinara membuat keduanya mengangguk.
"Iya, jangan kebanyakan nangis ntar air mata lo habis lagi. " ledek Yusra sambil menatap Kinara.
"Abang Yusra ngeselin, sini lo woi. " teriak Kinara dan mengejar Yusra yang sudah lari masuk kedalam rumah, disusul Kirana yang membawa daftar kuliah dan membuat Arkya, Taufan dan Ratih geleng-geleng melihat Yusra dan Kinara yang saling kejar.
SIANG PUN DATANG....
Direstoran......
Sudah memasuki siang restoran baru dibuka setelah dari makam, dan juga setelah membersihkan diri kini restoran mulai ramai Raka juga datang karena ajakan Zizi. Si kembar sudah direstoran dengan yang lain, Kejora dan Aldi memberikan pesanannya seorang cowok membisikan sesuatu ketelinga Aldi.
"Tapi teman saya sedang berduka mas. " ucap Aldi ragu menolak keinginan cowok yang disampingnya.
"Ayolah mas, bujuk temannya untuk nyanyi karena hari ini hari istimewa kami. " pinta sang cowok.
Jangan lupa like dan vote....