
"Misi ku masih berlangsung, dan malah bertambah banyak. Padahal bukti sudah mengarah pada guru tersebut, tapi ngak ada yang percaya. " sahut Kinan kesal.
"Jadi guru itu masih melakukan pelecehan seksual ya? " tanya Kirana membuat yang lain hampir tersedak.
"Itu pedofil namanya Kiran. " sahut Aldi dan diangguki yang lain.
"Iya, padahal dia udah punya istri dan anak. Aa sampai rela ketinggalan kuliah kedokteran ketua, dan Kinan hampir jadi korban kalau aa dan Damar terlambat untung JPS yang dianting Kinan aktif jadi dia selamat. " jawab Raka membuat semuanya terkejut.
"Aa kenapa dibilang sih? Kan Kinan juga gak papa kok. " ucap Kinan dan menunduk.
"Lo bener gak papa Kinan? Ada yang luka? " tanya Kejora bertubi-tubi dan langsung menghampiri Kinan dan mememutar tubuh Kinan.
"Gue gak papa kok Jora, cuma syok aja makasi udah perhatian. " jawab Kinan dan tersenyum.
"Sama-sama, gue udah anggep lo sahabat gue. " ucap Kejora dan merangkul Kinan, Kinan melirik kearah tangan Kejora yang dibahunya.
"Kejo lo gak takut ama Kinan? " tanya Safira membuat Yusra dan Kirana tertawa.
"Kalau ujud manusia sih enggak, kalau harimau ya takutlah. " jawab Kejora dan melepaskan rangkulannya.
Kirana bangkit dan mengelus bahu Kinan, dengan cepat Kinan berhambur kepelukan sang ketua sambil menangis senggukan membuat yang lain iba.
"Ketua Kinan takut. " ucap Kinan dengan gemetar, Kirana juga mengelus punggung Kinan agar tenang.
"Tenanglah, aku disini dan maaf harusnya aku tak mengirimmu Kinan. " balas Kirana dan melepaskan pelukannya.
"Bukan salah ketua, ini Kinan yang mau dan melannggar perintah ketua. Ya anggap aja ini pelajaran untuk Kinan sudah bantah ucapan ketua, maafin Kinan ketua janji gak buat lagi. " ucap Kinan dan tersenyum.
"Baiklah aku pegang janjimu. " balas Kirana dan merogoh ponselnya disaku lalu mengirim pesan untuk anggota menggantikan Kinan.
"Gimana kalau Kinan nginep dirumah dulu, sampai dia membaik? " tanya Arkya dan sikembar menatap kedua orang tuanya.
"Dia juga sedang terguncang Kiran, lo mau dia berbuat nekat. " sahut Kejora ikut nimbrung.
"Hmm oke. " balas Kirana dan ponsel Yusra berdering nyaring, dengan cepat mengambil ponselnya dan menggeser tombol hijau.
"Hallo ketua. " sapa Hyuga sedikit takut.
"Ya ada apa Hyuga? " tanya Yusra dan menatap Kirana.
"Itu, anu ketua. " jawab Hyuga takut dan membuat Yusra bingung.
"Itu anu apa? Bicara yang jelas Hyuga. " ucap Yusra mencoba sabar.
"Itu Kenji hilang dari tadi pagi. " balas Hyuga dan siap menerima bentakan.
"Astaga, kalian itu menjaga kucing saja tidak bisa. Apa lagi nanti jaga anak, bisa-bisa hilang juga cari sampai dapat kalau tidak kalian semua tanggung akibatnya. " ucap Yusra dan mematikan telfon sepihak.
(Kenji dasar kucing nakal. ) batin Yusra kesal.
"Kenapa lo bang kayak kesel gitu? " tanya Dammy dan merangkul tasnya.
"Gimana gak kesel gue, dua puluh orang gue suruh jagain seekor kucing aja bisa hilang. " jawab Yusra membuat yang lain terbahak.
"Emang itu punya siapa? Ampe emosian lo? " tanya Safira dan menata piring kotor.
"Punya gue dan itu hewan kesayangan, bisa bicara tapi gak kayak Kinan. " jawab Yusra dan menghela nafas.
Mereka pun mulai berberes-beres karena sudah sore, Yusra pun harus kemarkas sesudah mengantar Kirana.
Akhirnya selesai juga....