
..."Mulai hari ini, detik ini dan menit ini. Aku akan melupakan rasa cintaku padamu, dan membuka hatiku untuk orang lain. " ...
...Arzya Taufan Raind....
...Membuka Hati untuk yang lain....
PAGI PUN DATANG....
Dikediaman Taufan....
Pukul 05:30 Arkya sudah bangun dan berkutat dengan buku matematika, sedang Arzya masih bersembunyi dibalik selimut. Tapi karena kebelet Arzya langsung lompat dan lari ke kamar mandi, membuat Arkya sedikit menoleh sekilas lalu geleng-geleng.
Arzya duduk ditepi kasur, dan menatap foto laras yang lain hingga berhenti difoto Icha dan Indri. Arkya tau kalau adiknya ini sedang bingung, dan sedikit melirik Arzya dari ujung mata birunya.
"Bang menurut lo Indri itu gimana sih? " tanya Arzya yang masih menatap foto Icha dan Indri.
"Cantik, periang, sederhana dan nyebelin. " jawab Arkya singkat.
"Gitu ya, tapi gue belum percaya sama omongan lo bang. Gue tanya bunda aja. " ucap Arzya dan membereskan bukunya.
Arkya tersenyum tipis, lalu membereskan bukunya. Setelah itu keduanya mandi bergantian, dan Ratih serta Taufan sudah didapur untuk sarapan.
"Pagi bunda ayah. " sapa Arkya dan duduk dihadapan Taufan.
"Pagi sayang, Arzya mana kok gak ada? " tanya Ratih dan duduk disamping Taufan.
"Aku disini. " sahut Arzya dari arah garasi, membuat ketiganya menoleh.
"Ngapain kegarasi, panasin mobil ya? " tanya Taufan dan makan.
"Mobil Zya gak bisa hidup Yah. " jawab Arzya dan mengoles selai roti dirotinya.
"Kok bisa? Kau apain itu mobil perasaan kemarin masih oke? " tanya Ratih dan memasukan roti kemulutnya.
"Kartumu kemana? " tanya Taufan dan menyimpan sendok.
"Dipegang ama Abang, sandi juga diganti. " jawab Arzya kesal.
"Aku berangkat, itu salah lo sendiri siapa suruh mabuk karena cewek kayak Laras. " sahut Arkya.
"Karena gue masih mencintai Laras bang? Apa salahnya? " tanya Arzya kesal dan menatap Arkya.
"Cinta lo ke Laras hanya sebatas masa lalu, cinta itu buta dan tuli. Gue tahan kartu lo karena gue peduli dan sayang sama lo, meskipun gue cuek dengan lo karena pisah selama beberapa tahun. Gue tetap abang serahim lo,"jawab Arkya dingin dan berdiri lalu salim tangan.
"Terus apa hubungannya bang? " teriak Arzya melihat Arkya berada dipintu.
Arkya berhenti dan membalikkan tubuhnya, dengan sorot mata biru yang tajam. " Gak ada, gue gak mau apa yang terjadi dengan gue. Juga terjadi dengan lo, lebih baik buka pintu hati lo buat Indri. " jawab Arkya dan keluar rumah.
"Bunda setuju dengan Arkya, kasi Indri kesempatan dan kalian cocok sama-sama periang. " sahut Ratih dan Arzya pun pamit untuk seklah.
Disekolah....
Arkya dan Arzya sampai disekolah, dengan membonceng Indri saat dijalan melihatnya mencari taksi. Indri pun turun dan melepaskan helmnya, Arzya juga membuka helm lalu meraih helm Indri.
"Makasi Zya, gue kekelas dulu. " ucap Indri dan tersenyum.
"Elah pakai acara makasi segala lo, ayo masuk. " ajak Arzya dan turun dari motornya, Arkya sudah jalan duluan untuk menemui Icha.
Laras yang melihat kedekatan Arzya dengan Indri hanya tersenyum, lalu masuk kelasnya dan Verel juga melihat Indri mengejar Arzya juga tersenyum.
Mereka masuk kelas yang berbeda, Icha dan yang lain tersenyum melihat dua sejoli yang patah hati tertawa lagi dan bel masukpun berdering.
Jangan lupa like dan vote..