
"Lo beneran kagak ada niatan mau nembak Kirana kak? " tanya Aldi yang kalah main game.
"Maunya sih gitu, gapi takut gak diizinin ama om Arkya. " jawab Yusra dan menghela nafas, lalu Kejora dan Arshi datang dengan cemilan ditangan.
"Astaga, lo berlima borong semua snacknya? Gak takut laku apa hah? " tanya Devan melihat sahabat ceweknya.
"Kagak, sebab baru sekarang ngemil. " sahut Arshi dan duduk disamping Dammy.
Deg....
Degggg....
(Papa jantung Dammy mau copot ini. ) batin Dammy histeris.
Arshi juga menyuapi Dammy yang main game, dengan senang hati Dammy menerima suapan dari Arshi.
"Buang sampah pada tempatnya, jangan dihambur-hambur oke. " sahut Aldi selaku seksi kebersihan.
"Oke seksi. " ucap para cewek dengan ledekan, membuat para cowok ngakak, sedangkan Aldi hanya cemberut dikatakan seksi.
Kejora juga menyuapi Aldi yang cemberut, Aldi pun menerimanya dengan senang hati. Aldi juga menyuapi Kejora, dengan ragu Kejora menerima suapan dari Aldi.
"Di bonyok lo masih ada apa gimana? " tanya Kirana dan duduk didepan Yusra sambil mengunyah snack.
"Ada, tapi dijerman sama kedua adek gue. " jawab Aldi dan menyuapi Kejora botol minumnya.
"Terus kalau elo disuruh balik gimana? " tanya Aska berniat menakuti Kejora.
"Ya balik bentar Aska. " jawab Aldi mereka pun menghabiskan snak yang hanya dibuka, sisanya akan dibawa pulang.
"Lo pada saling suka tapi gak pacaran ntar diembat orang baru tau. " sahut Devan dan menyuapi Safira air minumnya.
SIANG PUN DATANG....
Dirumah sakit....
Derel yang baru selesai operasi, dan membuka maskernya merasa ponselnya berdeting tadi karena ditanda getarkan. Derel pun menbuka pesan yang ternyata dari Kinara, dengan cepat Derel membalas pesan Kinara.
KinaraBungsu.
"Om bisa kerestoran gak, Aska pingsan om pas mau layanin pelanggan. "
Send.
^^^Om Derel.^^^
^^^"Oke, tunggu ya om datang sekarang. " ^^^
KinaraBungsu.
"Cepet ya om, Kinar tunggu. "
Send.
Chat pun berakhir tanpa membalas pesan Kinara, Derel melepaskan jas hijau sambil mengambil tengtop serta jas putihnya ditangan suster, dan lari kearah parkiran mobil lalu menuju restoran.
Direstoran....
Kinara terus mengompres kening Aska yang terasa panas, dan Derel langsung masuk setelah dikasi tau sama Kirana yang makan siang.
"Maaf dikit telat, jalan macet sini om periksa dulu. " sahut Derel dan memasang tengtop dilehernya.
"Iya om. " balas Kinara dan memberikan jalan untuk Derel.
Derel memeriksa dada Aska yang naik turun dan sedikit berbunyi, Arkya masuk untuk melihat kondisi Aska Kinara masih menunggu disamping Derel.
"Kinar sebaiknya kau makan siang dulu. " sahut Arkya dan mengelus kepala Kinara.
"Engak mau Pa, Kinar disini aja temenin Aska. " balas Kinara dan khawatir.
"Disini udah ada om sama papa, kau makan dulu nanti jagain lagi. " ucap Arkya membujuk Kinar.
"Ya udah Kinar makan dulu ya, pa dan om. " balas Kinara dan keluar setelah diangguki Arkya.
"Sssstt, ini dimana? " tanya Aska setelah membuka matanya.
"Kau direstoran dan pingsan, mendingan istirahat dulu ya. " jawab Derel dan Aska menganguk.
"Rel Aska sakit apa? " tanya Arkya yang duduk disamping kaki Aska dan memijatnya.
Derel menghela nafas dan menatap Aska yang kembali tidur,"gue juga masih belum jelas Kya. "jawab Derel dan mengganti kompresnya lagi.
"Maksud lo? " tanya Leo yang langsung masuk membuat keduanya menoleh.
"Dari ciri-cirinya gue pridiksi, anak lo ngidap kanker paru-paru stadium awal Le. " jawab Derel dan Leo benar-benar terkejut.
"Gak mungkin, lo pasti bohongkan Rel. " sanggah Leo masih tak percaya.
"Ini baru pridiksi gue aja, tapi kalau batuknya sampai berkelanjutan bawa kerumah sakit aja. " ucap Derel dan menatap wajah Aska yang sedikit pucat.
Jangan lupa like dan vote....