Ketosku Loveku

Ketosku Loveku
Episode 91



SIANG PUN DATANG....


Direstoran...


Iren dan Laura berkerja direstoran, untuk menggantikan Icha yang sibuk dirumah sakit. Restoran kini sudah memiliki dua cabang yaitu di bandung dan surabaya, yang memegang disana adalah Rayen, Bintang dan Buah hatinya serta Vino dan Keyla juga disana.


Para orang tua mulai menikmti masa tua mereka mengurus cucunya, terkadang ikut membantu Vita, Ghia, Laras, bekerja direstoran Icha dirumah sakit dan Indri punya butik yang dikasi modal oleh Arzya.


"Ghia! " panggil Laras melihat Ghia duduk dikasir.


"Hmm. " sahut Ghia sebab menghitung kembalian.


"Vita mana? Dan Icha kesini gak? " tanya Laras yang mengelap meja.


"Vita kerumah sakit, Icha noh didapur ngak tau mau masak apa. " jawab Ghia dan duduk lagi ditempatnya tadi.


Arkya, Derel, Vita, Arzya, Indra, dan Verel masuk restoran. Derel menuntun Arkya untuk duduk dengan hati-hati, Icha melihat Arkya dari kejauhan dan menghela nafas.


"Mas mau makan sekarang apa nanti? " tanya Ghia pada Indra yang memeluknya dari belakang.


"Buatin jus aja yang. " jawab Indra sedikit sedih karena sudah lima tahun menanti momongan, tapi Ghia tak mengandung sampai sekarang.


"Maaf mas aku belum bisa kasi kau buah hati, apa sebaiknya kau nikah lagi? Dan ceraikan aku? " tanya Ghia membuat semuanya terkejut.


"Dra jangan bentak Ghia, dan jangan ringan tangan terhadap Ghia. Kalau itu terjadi dua puluh cambukan menanti, meski gue buta gue bisa rasain amarah lo naik. " sahut Arkya dengan ancaman.


Indra menghela nafas, dan membalik badan Ghia tangan Indra mengelus kepala Ghia dengan lembut.


"Itu gak akan terjadi sayangku, kita adopsi anak aja. " jawab Indra dan tersenyum tipis.


Icha meletakkan jus didepan Arkya, tanpa bicara dan menyingkut lengan Derel untuk meminta Arkya minum jusnya.


"Kya nih minum gue buatin lo jus. " sahut Derel dan mengarahkan tangan Arkya kejus.


"Thank, gue ngerepotin lo lagi. Dan ini yang gue takutin kalau, nanti gue gak sembuh dan nikah ama Icha. Gue gak mau ngerepotin Icha Rel. " balas Arkya.


"Kutub kenapa kau malu ketemu aku? " tanya Icha meraih tangan Arkya.


"Maaf, aku gak mau kau malu punya tunangan buta. Kau sudah berjuang keras untuk diakui dokter cilik tiga tahun lalu, masa ia aku hancurin dalam sekejap. " jawab Arkya dan mencium tangan Icha.


"Aku gak masalah punya tunangan buta, aku malah seneng direpotin. Itu tandanya aku bisa membuktikan cintaku padamu, menerima kau apa adanya bukan karna hartamu kutub. " ucap Icha mengelus tangan Arkya.


"Lamar, lamar, lamar. " teriak Iren diikuti yang lain.


Arkya merogoh kantung jaketnya, kemaren ia dan Derel membeli cincin dan kalung. Arkya membuka kotak cincin, lalu Derel mengarahkan keIcha tak lupa tangan Arkya menggenggam tangan Icha.


"Dokter galakku yang bisa bikin hati aku jungkir balik, dan berani mencintai gadis sederhana sepertimu. Mau gak membina rumah tangga denganku, dan menerima semua kekuranganku? Well you merry me? " tanya Arkya tanpa ragu.


Icha tak bisa menangis, tapi yang lain tau Icha terharu melihat kesungguhan Arkya meski buta. Para orang tua juga melihat lamaran Arkya untuk Icha, Arkya menunggu jawaban Icha dengan was-was.


"Yes i do, aku mau menerima semua kekuranganmu. Aku juga mau membina rumah tangga bersamamu, dan menghabiskan sisa hidupku bersamamu. " jawab Icha membuat semua orang bertepuk tangan.


Derel mengambil tangan Arkya untuk mencabut cincin, dan memakaikan dijari manis Icha sebelah kiri lalu menciumnya.


"Makasi sayangku, aku berjanji akan membahagiakanmu semampuku dan tidak akan neko-neko. " ucap Arkya sangat bahagia.


"Sama-sama kutub, aku percaya padamu. Ra bolehkan gue ama mantan lo bersama. " izin Icha dan Laura duduk disamping Arkya.


"Boleh donk, berkat lo gue jadi lebih baik dan udah gitu gue juga kerja disini juga. Gue juga lihat dia sedih banget jauh ama lo, gue iklas asal kalian bahagia. " sahut Laura dan tersenyum.


Derel meraih tangan Vita lalu menciumnya,"sayangku Vita well you mery me? " tanya Derel dan menyodorkan kotak persegi panjang.


"Ta-tapi kau kan masih kuliah setahun lagi? " tanya Vita menatap Derel, dan Arkya meminum jus buatan Icha.


"Gampang, aku akan ajukan cuti dua bulan dengan Arkya sekalian. Kita nikah sama-sama dulu disini, lalu bulan madu kejerman kan Kya? " tanya Derel melirik Arkya yang disuapi somay oleh Icha.


"Hmm bolehlah, tapi tanya calon bini gue dulu. " jawab Arkya dan minum jus.


"Gue sih setuju  aja asal temen gue bahagia. " sahut Icha dan Ghia memeluk lehernya dari belakang.


"Gimana sayang mau kan hidup bersamaku? " tanya Derel sekali lagi sambil membuka kotak kalung.


"Aku mau hidup menua denganmu. " jawab Vita dan Derel mengambil kalung perak, lalu memakaikan dileher Vita.


"Indra mana? " tanya Verel yang memangku buah hatinya.


"Dia pergi sambil marah, sebab gue gak mau adopsi anak Rel. Gue juga pengen tau rasanya ngidam, hamil dan lahirin normal. " jawab Ghia.


Jangan lupa like dan vote......