
...Kekhawatiran Kirana pada anak jalanan....
PAGI PUN DATANG......
Dikediaman Arkya....
Pukul 02 :00...
Semakin hari Arkya tak bisa tenang memikirkan bocah yang mirip dengannya, saat berumur tujuh tahun ingin rasanya membangunkan Icha yang tidur dengan lelap karena masih pagi buta.
"Rahasia apa yang kau sembunyikan dari mas sayang? Siapa anak itu dan kebapa dia memanggilku ayah? " guman Arkya bertanya lalu tidur lagi.
Pukul 03 : 00...
Drttt...
Ponsel Icha berdering nyaring Arkya yang baru saja keluar dari kamar mandi, langsung mengambil ponsel Icha ternyata ada pesan masuk dari seseorang. Arkya duduk disamping Icha tidur dan lekas membuka pesan itu, dan Arkya makin penasaran.
BodygoardDavka.
"Ketua tuan Davka jatuh dari tangga, kakinya terkilir sedari tadi tuan kecil menangis saat dokter bilang harus pakai gips. "
Send.
Deg...
^^^KetuaIcha.^^^
^^^"Aku Arkya, bukan Icha. Icha masih tidur dan Davka kelas berapa sekarang dan berada dinegara mana? " ^^^
^^^Send.^^^
BodygourdDavka.
"Tuan kecil kelas tiga ketua Arkya, dan diturki ketua Arkya. "
Send.
^^^KetuaIcha.^^^
^^^"Urus surat pindahnya, bawa dia keindonesia dan masalah biaya nanti aku transver saja dan dibandara nanti bakalan ada yang menjemput kalian. " ^^^
^^^Send.^^^
BodygouardDavka.
"Siap lakasnakan ketua Arkya. "
Send.
Chat pun berakhir bertepatan dengan Icha yang terbangun karena ingin kekamar mandi, Icha langsung lari kekamar mandi dan setelah beberapa menit akhirnya keluar dan mendapati Arkya yang duduk dikasur.
"Sini duduk disamping mas. " pinta Arkya dan Icha pun duduk disamping Arkya.
"Kenapa mas kok serius banget? " tanya Icha menatap wajah Arkya.
"Iya ini serius dan penting banget, jujur sama mas Davka itu siapa sih? Kenapa manggil mas ayah? " tanya Arkya.
Icha terkejut mendengar pertanyaan dari suaminya,"mas tau dari mana? " tanya Icha balik.
"Dari ponselmu yang ada pesan, maaf sudah lancang buka ponselmu. " jawab Arkya dan Icha meraih tangan Arkya disertai senyuman hangat.
"Kok bisa? " tanya Arkya bingung.
"Ceritanya panjang, intinya kita memiliki tiga anak Kirana. Kinara serta Davka yang paling bungsu. " jawab Icha dan Arkya mengangguk mengerti.
"Mas sudah urus pindahannya ke indonesia, sekalian mas ingin liat wajahnya. " ucap Arkya dan Icha mengangguk setuju.
Didapur.....
Ratih dan sikembar sedang menyiapkan sarapan, Kirana mulai menuangkan air kedalam gelas untuk ia minum. Kirana menaruh teko kaca dan diam sejenak ia diam perasaannya mulai tak karuan, dan
Prang....
Gelas jatuh berkeping-keping dan Kinara menghampiri, kembarannya yang meremas dada kirinya.
"Kak lo kenapa? " tanya Kinara, Icha, Arkya dan Taufan datang tergesa-gesa setelah mendengar suara benda jatuh.
"Dada gue sakit banget, dan perasaan gue gak enak ini. " jawab Kirana dan duduk dikursi setelah ditutun Icha.
"Tenang dulu, mungkin itu hanya perasaanmu saja. " sahut Icha dan mengelus bahu Kirana.
"Bener tuh yang dibilang sama bunda. " balas Kinara sambil membersihkan pecahan gelas.
"Gak bunda, Kiran punya ikatan batin dengan seorang anak jalanan kembar juga namanya Nakula dan Nakila bunda. Ayah tolong telfon mata-mata Kiran disana, namanya bawang. " ucap Kinara dan Arkya pun menelfon mata-mata Kirana lalu dispeaker oleh Arkya.
Tut....
Tut...
Tut..
"Hallo Bawang. " sapa Arkya basa basi.
"Iya hallo ketua Arkya. " balas Bawang sedikit gugup.
"Bawang dimana si kembar aku mau bicara padanya? " tanya Kirana telak dan tak basa basi.
"Me-mereka a-ada dikamar ketua. " jawab Bawang gagap.
"Jujur atau uang sakumu aku tarik sebesar dua juta? " tanya Kirana sambil memyeringai.
"Oke, fine aku jujur. Nakula dan Nakila dituduh mencuri oleh Mayang, lalu diusir dari panti ketua. " jawab Bawang dan Kirana mengepalkan tangan karena emosi.
Kinara memberi istarat untuk makan duluan, lalu Kirana memgganguk setuju makan duluan ia pun jalan menuju ruang tamu.
"Lalu kemana mereka sekarang? " tanya Kirana dan duduk disofa.
"Mereka meminta alamat rumah ketua. " jawab Bawang dan gugup.
"Mereka tidak ada datang kerumahku. " ucap Kirana khawatir.
"Loh, terus mereka dimana ketua aku takut Nakula dan Nakila dijual perbelikan. " balas Bawang juga ikut khawatir.
"Kau ini malah menakutiku, pokoknya kau cari keberadaan sikembar kerahkan semua anak buah kita yang bersamamu. " ucap Kirana sekaligus perintah.
"Ba-baik ketua. " balas Bawang dan Kirana langsung mematikan telfon sepihak.
Bersambung.....