
...Hamil....
Empat tahun kemudian....
PAGI PUN DATANG....
Di Amerika...
Disebuah rumah mahar bertingkat dua dihuni oleh tiga orang, yaitu Yusra dan Kirana serta sang buah hati yang baru berumur tiga tahun. Yusra meneruskan perusahaan Arkya yang diamerika bersama Aldi dan Kejora yang ternyata ikut karna bekerja dengan Yusra, yang lain juga menyebar ikut suami masing-masing termasuk Kinara yang ikut Damar ke Australia.
"Bunda banun (bangun) udah pagi, katanya mau nepon bibi cinala (Kinara). " sahut gadis kecil menguncang tubuh Kirana.
"Astaga sayangnya bunda, ini masih subuh loh bibinya masih tidur sayang. Sakarang kau juga tidur sini bunda peluk. " balas Kirana dan meraih sang anak yang duduk disampingnya untuk tidur lagi.
"Kenapa sayang Diandra kebangun lagi? " tanya Yusra yang terbangun mendengar suara sang anak.
"Iya mas, dia ingin nelfon Kinara. Dian udah tidur lagi kok ini, jam berapa mas? " tanya Kirana dengan mata terpejam.
"Jam setengah lima sayang. " jawab Yusra setelah melihat jam dinding dan memeluk pinggang Kirana dengan erat.
"Kenapa mas? " tanya Kirana dan mengelus kepala Yusra dan menghadap kearah Yusra.
"Mas mikirin Kinara sayang, kenapa dia belum kunjung hamil juga padahal nikah duluan dari kita? " tanya Yusra dan menatap Kirana.
"Hmm aku juga gak tau mas, mungkin tuhan memberikan rencana yang baik untuk Kinara. Udah ya aku mau masak dulu oke mumpung weken, kita video call ama yang lain. " jawab Kirana dan melepaskan pelukan Yusra lalu duduk.
"Yang masak kesukaan mas ya. " pinta Yusra dan duduk lalu menatap Kirana yang menggulung rambutnya keatas.
"Iya, tapi liat bahan dulu oke. " ucap Kirana dan Yusra mengangguk, lalu Kirana keluar kamar menuju dapur.
Dikediaman Aldi...
Kejora sudah berada didapur bersama sang buah hati yang bermain dilantai dapur, Aldi sendiri baru menuruni tangga dengan baju santai.
"Pagi juga mas, sana jagain tuh si Fhari. " balas Kejora dan mencium pipi Aldi.
"Papah angan ganggu mamahnya macak, ntal gocong. " sewot Fhari yang melihat tingkah sang papah.
Aldi terkekeh mendengar celotahan sang buah hati, lalu menggendongnya tak lupa ciuman selamat pagi.
"Iya jagoan papah yang ganteng, tapi mirip mamah wajahnya. " ucap Aldi dan duduk sambil memangku Fhari.
Kejora menata sarapan pagi dimeja makan, tak lupa memasak makan kesukaan sang buah hati yang langsung membuat Fhari naik meja.
"Ett, turun Fhari. " ucap Kejora dan meletakkan garpu.
"Mamah makan cekalang. " sahut Fhari dan menatap Kejora yang tersenyum.
"Iya ini mamah ambilin sekarang oke, mau mamah suapin atau makan sendiri. " balas Kejora dan memgambilkan Aldi sarapan lalu mengambilkan Fhari sarapan yang duduk diatas meja.
"Makan cendili, Fali dah becal mah. Makaci mamah," ucap Fhari dan mulai makan dengan lahap.
"Pelan-pelan Fhari, gak ada yang mau rebut. " sahut Aldi sambil sarapan juga, Kejora tersenyum melihat buah hatinya yang makan pelan-pelan.
Kejora juga mengambilkan air minum untuk Aldi dan Fhari,"ini minumnya ya, mau nambah mas? " tanya Kejora dan Aldi mengangguk, Kejora pun mengambilkan Aldi lagi.
"Udah cukup yang, mas rasa masakanmu makin enak deh. " jawab Aldi dan Kejora selesai makan.
"Perasaan mas aja kali, Fhari mau nambah atau udah selesai? " tanya Kejora dan Fhari minum air hingga tandas.
"Udah celecai mah, kenyang Fali dan macakan mamah paying enak. " jawab Fhari dan mengusap perutnya.
Aldi juga selesai makan dan langsung minum airnya hingga habis, Kejora pun membereskan meja makan.
Bersambung....