Ketosku Loveku

Ketosku Loveku
Episode 184 season 2



"Pagi juga. " balas yang lain dan Damar mengambil tugas Kinara yang diatas meja makan.


"Dek lo jadi dokter? " tanya Damar setelah melihat tugas kedokteran Kinara.


"Iya kak, Dammy juga sama. " jawab Kinara dan meraih bukunya yang dipegang Damar.


"Sini gue bantuin biar cepet. " ucap Damar dan menarik kursi untuk ia duduki.


"Kak diruang tamu yuk, biar yang lain sarapan. " ajak Kinara dan Damar mengangguk setuju, lalu keduanya menuju sofa untuk belajar.


Kirana turun dengan sudah siap dan menuju dapur dimana yang lain berada, tapi sebelum itu matanya menangkap pemandangan yang tak terduga.


Dimana Damar mengajari Kinara dengan serius, tak lupa membenarkan rambut Kinara yang menghalangi kinara belajar. Damar juga menjawab soal dengan jelas mempermudah Kinara paham, Kinara juga diam-diam menatap Damar yang serius menjelaskan.


(Kak lo ganteng banget lagi serius, dan lo cocokan jadi guru pribadi gue hihi. ) batin Kinara.


(Terus Raka gimana dek? ) tanya batin Arkya dan tersenyum.


(Bodo amat Ayah, Kinar gak ada hubungan ama dia. ) jawab batin Kinara.


"Kirana ayo sini kok disitu, kau enggak mau tidur lagi? Kinar pasti juga ngantuk kan? " tanya Ratih membuat keduanya menoleh.


"Pengennya sih tidur oma, tapi Kinar ada kelas pagi dan siangnya cek pasien kerumah sakit. " jawab Kinara dan menatap Damar lagi yang menulis.


"Kiran juga sama oma, cuma Kiran ada kelas sore juga kan yang? " tanya Kirana pada sang pujaan yang minum air putih.


"Hmm'emm. " jawab Yusra sambil minum, dan Ratih mengangguk mereka pun sarapan dengan diam dan hanya setingan sendok yang berbunyi.


Dikampus.....


Dammy, Safira, Arshi, Kejora, Aldi serta Devan sudah dikelas tinggal menunggu sikembar dan Yusra, mereka menunggu diteras karna kelas belum masuk.


"Damm lo ada kelas siang kagak? " tanya Safira dan menatap Dammy yang duduk disamping Devan.


"Kagak, cuman langsung kerumah sakit habis makan siang. " jawab Dammy dan juga menatap Safira.


"Terus lo sendiri ada kelas lagi? " tanya Kejora dan menatap Safira, sikembar datang bersama Yusra.


"Ada tapi sore, yuk masuk kelas. " jawab Safira dan merela pun bangkit untuk masuk kelas.


2 Jam kemudian....


"Harusnya ibu itu dirumah saja buk cuti. " ucap Aldi yang mengikutinya dari belakang.


"Kalau cuti, ibu bosan dirumah nak Aldi. " balas bu dosen.


"Emang suami ibu kemana? " tanya Yusra dan keluar kelas menuju ruang rektor.


"Suami ibu kerja nak Yus, aduh perut ibu mules nich. " jawab bu dosen dan berhenti jalan.


"Woi lo pada mau kemana? " tanya Kinara sambil teriak masih memakai jas kedokteran.


"Antar bu dosen yang lagi bunting keruangannya bentar. " jawab teriak Aldi dan bu dosen terduduk karena sakitnya makin terasa.


"Ibu kenapa? Masih sakit ya buk? " tanya Devan dan buk dosen mengatur nafas.


"Kayaknya si dedek mau lahir nich. " jawab bu dosen membuat yang lain panik.


"What? mau lahiran. " pekik Yusra dan Aldi bersamaan.


"Dek sekarang tugas lo, bu dosen mau lahiran. " teriak Kirana dan Kinara langsung lari menghampiri mereka.


"Kerumah sakit aja yuk. " ajak Safira dan ikut jongkok.


"Argghhh. " teriak buk dosen merasakan sakit lagi.


"Kagak sempet, ibu tarik nafas dulu atur nafasnya oke. Dev ama lo Al ambil perlengkapan ibu diruangannya, terus air hangat taruh dibaskom yang agak besar. " ucap Kinara dan keduanya langsung melesat munuju tujuan.


"Lo yakin mau lahirin dikoridor? " tanya Dammy jongkok disamping Yusra.


"Yakin, lo mau anaknya berojol dijalan. Gak papa kan buk? " tanya Kinara sambil memegang lutut bu dosen.


"Argg, eng-enggak papa kok. Yang penting lahir dulu nak. " jawab Bu dosen dan Devan datang.


"Nich, apa lagi Nar? " tanya Devan sambil ngos-ngosan.


"Dev lo bentangin kainnya untuk menutupi disekitar bu dosen, gue minta tas untuk sebagai bantalan agak tinggi. " jawab Kinara dan memberi arahan.


"Oke. " ucap Devan dan membentangkan kain disekitar bu dosen, dibantu Yusra dan para cewek diminta juga menghubungi ambulance. Kinara juga memeriksa jalan lahirnya sambil memakai sarung tangan dan masker, bu dosen juga merintih merasakan sakit.


Jangan lupa like dan vote yaa