
"Terus gimana? Ama anak kelas berapa lo pacaran? " tanya Aldi kepo dan melihat wajah Kinara murung.
"Diterimalah, ama anak kelas dua. " jawab Aska semakin membuat hati Kinara terasa sakit.
"Gaes gue balik duluan ya. "pamit Kinara membuat Ghia dan Kirana bingung.
"Hati-hati dijalan lo Kinar. "ucap Aska yang melihat Kinara mengambil jaket serta kunci motor, Aska juga ingin mengantarkan Kinara pulang.
"Hmm. " balas Kinara dan keluar restoran, langsung meluncur kerumah dengan perasaan sakit.
"Ayo beres-beres baru pulang, udah sore ini. " ajak Ghia merasa ada yang ganjal dengan sikap Kinara.
MALAM PUN DATANG....
Dikediaman Arkya....
Arkya, Ratih, Taufan dan sikembar mulai makan malam, saat ini Kinara lebih banyak diam dari biasanya yang cerewet.
"Kinar!" panggil Kirana membuat Kinara menoleh sambil mengunyah makanan.
"Ya. " sahut Kinara setelah menelan makanan yang didalam mulutnya.
"Gue punya teka-teki buat lo, lo jawab bener gue kasih hadiah buat lo. " ucap Kirana membuat tiga orang dewasa diam.
"Apaan. " balas Kinara yang semangat mendengar kata hadiah.
"Elo milih sakit hati apa sakit gigi? " tanya kirana dingin dan makan lagi.
Deg...
"Ya sa-sakit gi-gi lah, kalau sakit hati gak ada obatnya. " jawab Kinara cepat dan sedikit gugup.
"Nah itu tau, makanya jangan mencintai cowok terlalu dalam. " sahut Dammy yang nyelonong masuk, membuat yang ada dimeja makan menoleh.
"Elo masuk ngak pakek ketok dulu, pus up sepulu kali. " omel Kirana membuat Dammy terkejut.
"Ogah, gue udah sering kesini elo aja yang baru tau. " sewot Dammy dan membuat Kinara terkekeh.
"Bawain kembaran lu, formulir sekolah Kinar. " jawab Dammy dan duduk disampung Kirana.
"Oh ya teka-teki tadi belum selesai. " sahut Arkta menatap tiga remaja.
"Lupa, lu sih Dam kan jadi kelar. " balas Kirana sambil makan.
"Kok gue yang kena. " sewot Dammy dan menatap Kirana.
"Terus apa obat sakit hati menurut Kirana? " tanya Taufan yang melihat Kirana saling salah.
Kirana minum air yang Kinara punya, lalu menatap yang lain "Ya move on, oppa apa lagi. " jawab Kirana enteng dan Ratih merapikan piring kotor.
"Gak semudah itu kak, apa lagi sering ketemu. " sanggah Kinara dan membantu Ratih merapikan piring kotor.
"Karena elo terlalu mencintai dia bocah, makanya gak bisa move on. " ledek Dammy dan bersembunyi dipunggung Arkya yang sudah berdiri.
"Elo tuh yang bocah, sini gak lu gue jadiin rempeyek. " ucap Kinara yang mengejar Dammy yang berlindung kesang Ayah.
"Ampun, singa mengamuk. " teriak Dammy dan saling kejar tak terelak lagi.
Kirana melihat ponsel Kinara diatas meja, lalu mengambil ponsel Kinara yang layarnya rusak parah.
(Dek, kenapa lo gak minta yang baru ama ayah sih. Kalau kayak gini kan bisa bikin bunda salah paham ama ayah, dikira gak perduli ama lo. ) batin Kirana membuat Arkya tersentak.
"Om dan semuanya Dammy pamit pulang, soalnya dapet tugas jaga gerbang. " pamit Dammy dan salim.
"Hati-hati lo dijalan, jangan kelayapan. " teriak Kinara dan dirangkul oleh Arkya.
Setelah itu Kirana mendekati Kinara yang duduk nonton tv, lalu menyodorkan kotak persegi panjang kearah Kinara. Siempu langsung mendongak, untuk melihat kembarannya.
"Itu dari Ayah buat lo, gue masuk dulu ya. Ayah Kiran masuk dulu ya. " pamit Kirana.
"Iya baiklah. " ucap Arkya dan menatap Kirana, akhirnya Kirana pun masuk kamar.
Akhirnya selesai juga....