Ketosku Loveku

Ketosku Loveku
Episode 67



Saat dipintu keluar, Vian yang melihat kejalan matanya melihat sosok yang familiar. Dan ia menyebrang jalan tanpa melihat kanan kiri, dari arah yang sama mobil melaju kencang.


Tiiiiinnnnn.....


"Awaaaaas... " teriak Vian dan lari secepat kilat dan Vian memeluk tubuh gadis itu untuk kesebrang, keduanya terguling ke trotoar dan


Duagggg....


"Vian/Kesyaaaa. " teriak dua macan dan langsung berlari menghampiri keduanya, Vian sudah pingsan karena kepalanya berdarah. Kesya tidak apa hanya lecet disiku saja, ini membuat Kesya menangis sambil memangku Vian.


"Kes gimana Vian? " tanya Rayen dan memeriksa kepala Vian yang terbentur.


"Hiks, hiks. Abang pingsan dan kepalanya berdarah abang Rayen. " jawab Kesya dan senggukan.


"Ayo kita kerumah sakit. " ajak Vino yang sudah mencegat taksi, yang lain menggotong tubuh Vian dan meletakkan kepala Vian dipaha Kesya setelah masuk taksi.


Taksi melesat menuju rumah sakit diikuti Rayen, Vino dan para suami hanya saja Taufan tidak diikut.


DIRUMAH SAKIT...


Taksi dan yang lain pun tiba, pihak rumah sakit dikabari untuk menunggu pasien. Vian diletakkan dibrangkar dan dilarikan keruang UGD, Icha lari secepat kilat dan menerobos masuk untuk melihat pasien. Tapi ditahan suster yang tak mengenali Icha sebagai dokter, Kesya berdiri dan memeluk Icha sambil menangis.


...Ku ingin selamanya mencintai dirimu.......


...Sampai saat ku menutup mata......


...Dan hidupku.......


"Kau ngak papa Kes? " tanya Icha datar dan mengelus punggung anggotanya.


"Enggak papa, aku hanya syok melihat abang Vian ketua. " jawab Kesya dan menangis.


"Sudah, abang Vian kuat dan doakan agar bisa lewati masa kritisnya. " sahut Rayen dan mengelus kepala Kesya.


Setelah itu dokter Arkha keluar dan menatap yang lain, dengan cepat Kesya mendekatinya diikuti yang lain.


"Dokter gimana ke-keadaannya? " tanya Kesya terbata.


"Vian butuh donor darah, karena pendarahan dikepalanya cukup banyak. Untung saja tidak kena otak kecilnya, jika kena Vian tidak selamat. " jawab Arkha dan menatap Kesya.


Kesya yang terkejut, langsung jatuh pingsan membuat Icha panik. Vino berhasil menangkap tubuh Kesya yang oleng, lalu Rayen mengambil brangkar dan ikut dimasukan kedalam UGD.


...Direlung sukmamu melabuhkan.......


...seluruh cintaku.......


...Dihembus nafasmu abadikan seluruh......


...kasih dan sayangku.......


"Golongan darah Vian apa dokter? " tanya Rayen dan panik takut kehilangan Vian.


"O negatif. " jawab Arkha dan Icha sudah masuk memeriksa kondisi Kesya yang pingsan.


"Darah gue sama, biar gue aja yang donor dokter. " sahut Anji dan Arkha mengangguk, lalu meminta suster untuk mengambil darah Anji.


1 Jam kemudian.....


Dikamar rawat Vian....


Setelah mendapat donor darah dari Anji, Vian melewati masa kritisnya dan Kesya sudah sadar. Duduk disamping ranjang Vian yang belum sadar, bahkan Kesya menggengam tangan kanan Vian.


"Abang Vian bangun, sampai kapan lo gak bangun. Kesya minta maaf udah ngerepotin abang. " ucap Kesya dan mencium tangan Vian.


"Kesya yang sabar Vian pasti akan bangun oke, dia ngak nyalahin lo kok. " sahut Vino yang menepuk bahu gadis yang dicintai Vian.


(Andai lo tau Kes, Vian naksir lo makanya Vian nyelametin elo Kesya. ) Batin Vino dan duduk ditepi ranjang Vian.


Tangan Vian bergerak, membalas gemngaman Kesya dan perlahan Vian membuka mata. Vino langsung keluar manggil dokter, air mata Kesya jatuh kepipi dan memeluk Vian.


"Hey ad-ada apa? Ke-kenapa nangis? " tanya Vian terbata.


"Hiks, jangan tinggalin Kesya. Makasi udah nyelametin gue tadi," jawab Kesya dan kembali duduk.


Jangan lupa like dan vote.....