
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Esoknya hari terakhir kerja sebelum berangkat ke Australia, hari Jumat, sebelum berangkat kerja Andre sudah datang kerumah Gunawan.
"Ayo kita sarapan bareng," ajak Sekar.
"Ya Ce." Balas Andre.
"Ebby belum turun dari kamarnya mungkin belum bersiap, sudah kita duluan aja," ujar Gunawan. Mereka pun mulai sarapan tanpa menunggu Ebby.
"Kok aku ditinggal?" Protes Ebby.
"Kamu tumben kesiangan," Gunawan tak ragu menjawab protes putrinya.
"Enggak kesiangan sih Pa, aku tadi mulai packing. Aku mau berangkat hari Minggu." Balas Ebby.
"Bukannya hari Senin?" Setahu Sekar mereka akan berangkat hari Senin.
"Enggak aku mau berangkat duluan."
"Kan jadwalnya Senin," Sekar kembali ngotot.
"Siapa bilang tiketku Senin? Punyaku hari Minggu kok sudah aku ubah," jawab Ebby.
"Ce, Ko aku mau bilang, aku kan besok Senin berangkat ke Australia lalu harus berangkat ke Paris. Selesai tidak selesai aku upayakan aku datang pada saat pernikahan anakku. Jadi dari Paris itu maksimal berangkat satu minggu sebelum pernikahannya."
"Oh iya semoga yang di Paris cepet selesai Ndre sehingga kamu nggak lama. Satu minggu aja lah di Paris."
"Oke aku upayakan selesai satu minggu maksimal dua minggu sehingga sinkron dengan batas kepulanganku."
"Satu minggu di Australia dua minggu di Paris pas kan dengan jadwal aku harus pulang. Kalau lebih dari dua minggu aku kasihan dengan Hengky." Andre mulai menyantap sarapannya.
Sehabis pernikahan Hengky aku minta mulai membahas pernikahanku dengan Ebby."
"Maksud kamu?" kata Sekar.
"Mungkin satu minggu dari pernikahan Hengky, aku akan bawa mama dan papa untuk melamar Ebby secara resmi. Waktu pernikahannya nanti dibahas saat lamaran aja tapi kemungkinan satu bulan dari lamaran agar tidak bertele-tele seperti kejadian waktu Hengky dulu." Tanpa basa basi Andre langsung menyatakan akan menikahi Ebby.
"Oke, aku akan persiapakan semuanya dari sekarang." Ucap Sekar tanpa penolakan.
"Seperti itu juga baik," kata Gunawan.
"Jadi dua bulan lagi kalian menikah?"
"Aku maunya seperti itu," jawab Andre. Sementara Ebby hanya diam saja tak bicara apa pun.
"Aku no problem sih Ma. Suruh nikah sekarang juga oke. Tapi kan Hengky sudah lebih dulu di program jadi ya udah ikutin alur aja."
"Dibarengin juga nggak takut," kata Ebby santai.
"Enggak bisa kalau dibarengin, tamu Papa berbenturan dengan tamu-tamunya Herman masalahnya yang jadi tuan rumah kalau barengan itu gimana?"
"Saat Hengky nikah, kan Andre harus menemani sebagai ayahnya, masa dia juga jadi pengantin?" Sekar juga keberatan bila pernikahannya dibarengin."
"He he iya juga ya Ma," balas Ebby. Mereka pun melanjutkan sarapan.
"Hari ini kalian kerja?" Tanya Sekar.
"Iya Ce. Aku ada meeting nanti jam 09.00 dengan PT Glamour," kata Andre.
"Loh dia bukan yang sudah pernah kerja sama denganmu?" Gunawan tahu semua rekan kerja perusahaan Andre.
"Iya ini mau termin kedua. Jadi proyek kita itu udah selesai karena kami sama-sama puas dengan kerjasama yang terealisasi maka mau bikin proyek baru."
"Semoga sukses," kata Sekar.
"Terima kasih Ce," Andre tak lupa mengucapkan terima kasih atas attensi yang dia terima
"Tapi hati-hati di termin kedua ini," kata Sekar lagi.
"Staff ahliku sudah melihat sih dia ingin mengambil keuntungan dengan cara sedikit curang ditermin kedua."
"Sengaja dia kerja secara jujur dan bersih saat proyek pertama, tapi di proyek kedua dia mulai mau mengasah pedang."
"Dan aku sudah antisipasi itu. Nanti akan aku gebrak semuanya. Aku akan jabarkan kecurangannya lalu aku beri hukuman pelaporan kecurangannya. Aku sudah tahu Ce." Andre memaparkan semuanya pada Sekar yang lebih ahli berbisnis dari pada suaminya yang mafia.
"Bagus kalau kamu udah ngerti, karena biasanya pengusaha terlena seperti itu. Tinggal ikut perpanjangan tapi nggak tahu di MOU kedua ada kecurangan," kata Sekar.
"Aku sudah teliti dia ngambilnya sebesar 3%. Kalau kenaikannya masih 0,5% sampai 1% itu masih wajar. Nah ini dia langsung libas di 3% dan aku sudah cek itu."
"Bagus kamu jeli," kata Gunawan.
"Aku kalau bukan Sekar yang ngurus seringnya enggak jeli karena langsung tergiur dengan keuntungan." Gunawan mengakui kelemahannya sekaligus kehebatan istrinya.
"Aku terbiasa kerja cermat," kata Andre.
Ebby semakin kagum dengan Andre yang bisa menyaingi mamanya.
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul WANT TO MARRY YOU