ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY

ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY
PATRICIA MEET EBBY



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




Ebby dan Sekar sekarang tiba di rumah sakit Siloam Bintaro jam 08.00 pagi itu.



"Itu bukannya Opa Herman ya?" kata Sekar saat mereka baru turun dari mobil yang Ebby kemudikan. Ebby memang lebih suka bawa mobil sendiri daripada menggunakan sopir.



"Mana Ma?" Ebby belum melihat opa Herman.



"Oh iya," tanpa janjian mereka mendekati Herman yang terlihat sedang cemas dan bingung.



"Opa," sapa Ebby.



"Eh By," sapa Herman.



"Opa sakit apa? Kenapa terlihat bingung?" Sekar bertanya iba melihat opa seperti bingung sendiri.



"Opa baru dapat berita Oma kecelakaan. Tapi belum tiba di rumah sakit. Oma tadi sedang ke pasar, lalu ada motor tabrak dia sampai Oma terlempar," kata opa.



"Sopir kasih tahu Opa, pembantu yang menemani oma juga parah. Opa tiba lebih dulu di sini."



"Hengky sudah tahu Opa?" Tanya Ebby.



"Hengky sebentar lagi. Dia tadi sedang meluncur untuk kelapangan baru tiba. Mungkin dia nunggu mobil proyek karena tadi dia minta ditinggal biasanya kan sampai sore dia di sana dengan motor." 



Tak lama ambulans yang membawa oma sampai. Keadaan Oma tubuhnya sih nggak terlalu banyak luka cuma karena terpelanting jauh oma pingsan.



Opa Herman mengikuti oma ke IGD.



"Opa kami periksa dulu, nanti kami akan kembali karena jadwal mama check up hampir tiba. Enggak bisa ditunda. Nanti habis periksa kami kembali," pamit Ebby ada Herman. Dia tak tega opa sendirian. Tapi jadwal periksa mamanya sudah hampir tiba.



"Enggak apa apa, tinggal aja. Beneran Opa enggak apa apa. Sebentar lagi mungkin Hengky atau Andre datang."



"Semoga aja mereka cepat datang."  Harap Ebby. Saat itu Andre masuk dengan tergopoh.



"Bagaimana kondisi Mama?" Andre cemas menanyakan mamanya tanpa melihat ada Sekar dan Ebby.



"Lagi tunggu dokter selesai periksa," jawab Herman.



"Kita pamit dulu Opa," Ebby pun siap beranjak dari IGD.



"Loh kamu di sini sama siapa? Siapa sakit?" kata Andre yang baru sadar ada Ebby disana. Maklum tadi dia panik mendapat berita mamanya celaka.



"Ini Om,  Mama biasa general check up enam bulan sekali rutin," jawab Ebby.



"Opa kita pamit dulu," Ebby menggandeng mama nya yang sedang pamit dengan Herman.



"Iya nggak apa apa," jawab Herman. Andre memandangi Ebby yang pergi bersama Sekar.


\*\*\*



Cukup lama Sekar menunggu hasil pemeriksaan general check up-nya.



"Kalau mau dibarengin dengan hasil Pak Gunawan eggak apa apa Bu."



"Nanti lihat hasil saat kontrol bareng pak Gunawan saja." Suster tahu biasanya nyonya ini selalu dengan suaminya.



"Oh gitu. Baik saya akan ambil bareng hasil pak Gunawan saja. Jadi kami serahkan hasil periksa juga bareng," Sekar senang bisa menyerahkan hasil periksa bareng suaminya. Dia sering takut mendengar hasil pemeriksaan kesehatannya.




"Oke kalau begitu," jawab Sekar lalu mereka berdua segera keluar ruangan itu.



"Kita mau beli sesuatu dulu enggak?" Tanya Sekar.



"Beli sussu beruang aja Ma. Itu ada mini market depan apotek." Ebby takut kalau buah ada yang tidak disuka. Kalau sussu beruang biasanya sangat dibutuhkan pasien.



Mereka menuju resepsionis.



"Ruangan ibu Meylani Nugroho dimana ya Pak?" Tanya Ebby.



"Bu Meylani sudah pindah ke ruangan VVIP Melati kamar 3," jawab petugas resepsionis setelah melihat layar komputer mencari data pasien yang ditanya dua perempuan di depannya.



Ebby dan Sekar pun menuju ke VVIP Melati kamar 3.



"Selamat pagi menjelang siang Oma," sapa Ebby ramah setelah tadi opa bukakan pintu ketika dia mengetuk. Mungkin yang terdekat dengan pintu adalah opa.



Ebby yang baru masuk memberi salam pada semua yang ada di situ.



Dalam ruangan ada Herman, Andre, Hengky dan seorang gadis manis mengenakan pakaian lapangan dengan sepatu boot sama dengan Hengky yang masih pakai sepatu boot dan masih mengenakan jaket lapangan. Rupanya mereka naik motor dari lapangan tidak menunggu mobil.



"Hai Heng,"  Hengky dan Ebby saling cium pipi seperti biasa tanpa rikuh pada yang hadir di sana.



"Oma apa kabar?" kata Ebby. Sekar sudah lebih dulu menyapa oma dan bicara dengannya.



"Oma baik," jawab Meylani ramah.



"Oma sehat ya. Jangan sakit," doa Ebby.



"Iya,"  Jawab Meylan.



Meylan belum diberitahu kalau tulang punggungnya retak sehingga kemungkinan dia akan lama di kursi roda.



"By, kenalkan ini yang  kemarin aku ceritakan. Dia teman SMA ku yang jadi site Manager di perusahaanku," Hengky memperkenalkan Patricia pada Ebby.



"Hallo, saya Ebby, temannya ups bukan,  sahabatnya Hengky. Kita bersahabat kan?" Ebby meralat kata teman menjadi kata sahabat. 



"Ya kita akan tetap bersahabat," jawab Hengky sambil memeluk bahu Ebby.



"Patricia," jawab teman Hengky.



"*Nice to meet you*," kata Ebby ramah.



Sekar melihat bagaimana rukunnya Ebby dan Hengky. Dia cukup bahagia melihat putrinya hidup dengan jiwa yang damai seperti itu.



Patricia menilai bahwa Ebby wanita yang sangat manis dan ramah.



Tak ada kilatan cemburu di mata kedua gadis itu. Karena memang Ebby tidak pantas dicemburui dia sudah tidak memiliki rasa pada Hengky.



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul LOVE FOR AMOR ya.



![](contribute/fiction/6576983/markdown/10636434/1679020686176.jpg)