
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
"Di rumah sakit mana Ma?" Tanya Andre.
"Aheng bawa ke tempat mereka biasa periksa di dekat rumah. Namanya Rumah Sakit Kasih Bunda," Meylani mengabari Andre kalau Patty sudah dibawa ke rumah sakit karena akan melahirkan.
"Oke nanti aku ke sana, kabarin aja kalau sudah lahir aku nggak mau bawa Ebby ke sana sebelum selesai takutnya dia stres."
"Enggak apa-apa, yang penting Mama sudah kabarin."
"Sekarang gimana kondisinya?"
"Barusan sudah dicek sama dokter sudah pembukaan 4."
"Oh mungkin sebentar lagi kali ya Ma," ucap Andre. Dia tak ingat berapa lama bayi lahir saat ibu sudah pembukaan 4.
"Mungkin juga gitu," Meylan juga tak tahu pasti berapa lama lagi bayi akan lahir.
"Ya udah aku bersiap deh Ma. Nanti aku sama Ebby menyusul. Mama kasih tahu aja apa yang perlu dibawa."
"Sampai saat ini nggak ada yang perlu dibawa sih," jawab Meylan.
"Ya udah nanti kabarin aku ya Ma."
"Ya."
\*\*\*
"Aku pengen berangkat sekarang juga," rengek Ebby.
"Jangan. Kita tunggu khabar aja. Kalau kamu disana saat proses melahirkan nanti kamu terlalu letih. Atau kamu stress mendengar proses Patty melahirkan." Baru saja Meylan menghubungi Andre mengabarkan Patty sudah di ruang bersalin.
"Semoga mereka selamat," kata Ebby.
"Kamu makan dulu, beres-beres baru kita berangkat."
"Memangnya kalian mau ke mana?" tanya Sekar.
Memang sekarang kan Ebby dan Andre sudah tinggal di rumah Gunawan.
"Patty sedang proses melahirkan Ma," kata Ebby.
"Kalau begitu Mama juga ikut." Pinta Sekar.
"Kenapa nggak sekarang?"
"Takutnya Ebby bisa stress mendengar proses kelahiran. Nanti dia malah kebawa trauma."
"Biarin aja kalau sudah lahir baru kami datang. Jadi dia tidak merasakan kecemasan orang-orang yang sedang menunggu Patty." Jelas Andre.
"Oh iya, bagus kalau kayak gitu. Mama malah nggak kepikirankan."
"Ebby cukup sering kebawa perasaan gitu Ma. Aku nggak kasih dia melihat hal-hal yang bikin dia stres," kata Andre.
"Ya janganlah. Sudah gitu kan dia udah hampir masuk bulan ke-7. Jangan sampai dia stres nanti tiba-tiba malah lahir lebih cepat." Sekar juga mengkhawatirkan kondisi Ebby dan bayinya.
"Ia Ma, jangan sampai seperti itu," kata Andre.
\*\*\*
Akhirnya Sekar ikut dengan Andre dan Ebby. Gunawan sedang di Belgia, dia tidak ada di Indonesia jadi nggak ikut.
"Kamu pelan jalannya," Andre memperingatkan istrinya yang sudah mau terbang saja.
"Iya Ko, ini aku juga nggak sprit kok," kata Ebby, walau sebenarnya dia udah nggak sabar. Begitu turun di parkiran tadi dia ingin berlari melihat bayi mungilnya Patty dan Aheng.
\*\*\*
Tadi mereka mendapat kabar bayinya sudah lahir setengah jam lalu saat mereka mau berangkat ke rumah sakit.
Saat itu mereka sedang diskusi mau bawa apa ke rumah sakit.
"Bawa makanan buat yang nunggu aja kalau buat ibu yang baru melahirkan bawakan su5u atau juice aja," kata Andre menjawab pertanyaan Ebby mereka akan bawa apa.
"Itu lebih berguna buat ibu yang melahirkan. Kalau kado rasanya nggak perlu. Dari sebelum kita nikah aja kado kamu udah terlalu penuh. Nanti malah nggak ada gunanya."
"Iya benar, benar," kata Sekar.
"Lebih baik kita bawakan juice untuk Patty. Juga su5u untuk ibu menyusui dan makan malam buat yang jaga," kata Sekar.
Welcome baby GILBERT STEFANUS.
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul UNREQUITED LOVE